Rencana penerapan ETIAS (European Travel Information and Authorization System) oleh Uni Eropa pada akhir tahun 2026 menjadi salah satu perubahan besar dalam sistem perjalanan internasional beberapa tahun terakhir. Meski sering disalahartikan sebagai visa baru, ETIAS sebenarnya adalah sistem otorisasi perjalanan elektronik yang akan diberlakukan bagi pelancong dari negara-negara yang selama ini menikmati bebas visa ke kawasan Schengen. Sistem ini dirancang untuk memperkuat keamanan perbatasan sekaligus memantau arus keluar-masuk warga non-Uni Eropa.
Lalu, bagaimana dampaknya bagi pemegang paspor Indonesia?
Bagi sebagian traveler Indonesia, kabar ini memunculkan pertanyaan seperti apakah perjalanan ke Eropa akan semakin sulit? Apakah prosesnya akan lebih mahal dan lebih lama? Untuk memahami dampaknya, penting melihat posisi Indonesia dalam kebijakan bebas visa Schengen dan bagaimana ETIAS bekerja secara teknis.
