Apakah Bisa Umroh dengan Visa Transit?

Pernah gak kamu membayangkan sedang dalam perjalanan menuju Eropa atau Amerika, lalu terpikir untuk mampir sejenak ke Tanah Suci? Pertanyaan apakah bisa umroh dengan visa transit belakangan ini memang sering banget muncul di kalangan traveler. Kabar baiknya, impian untuk beribadah di sela-sela perjalanan jauh kini bukan lagi sekadar angan-angan.
Pemerintah Arab Saudi terus melakukan transformasi besar-besaran melalui visi 2030, salah satunya dengan mempermudah akses bagi umat muslim di seluruh dunia untuk beribadah. Jadi, jawaban singkatnya adalah ya, kamu sangat bisa melaksanakan ibadah umroh hanya dengan menggunakan visa transit atau visa singgah. Namun, ada beberapa hal teknis yang perlu kamu pahami agar perjalananmu lancar dan tetap sesuai aturan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
1. Mengenal apa itu visa transit untuk umroh

Visa transit (singgah) adalah izin masuk sementara yang diberikan kepada penumpang maskapai tertentu (seperti Saudia atau Flynas) yang melakukan persinggahan di bandara Arab Saudi sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan akhir.
Berbeda dengan visa umroh reguler yang prosesnya cukup panjang, visa transit ini jauh lebih praktis. Menariknya, visa ini tidak hanya berlaku untuk kamu yang ingin sekadar jalan-jalan di bandara, tapi juga secara resmi diizinkan untuk melaksanakan ibadah umroh dan berziarah ke Masjidil Haram di Makkah atau Masjid Nabawi di Madinah.
2. Durasi waktu yang diizinkan

Meskipun bisa digunakan untuk ibadah, kamu harus ingat bahwa visa ini memiliki keterbatasan waktu. Kebijakan terbaru memungkinkan pemegang visa transit melakukan umroh selama masa berlaku visa, yaitu maksimal 96 jam atau sekitar 4 hari.
Waktu 4 hari ini sebenarnya sudah lebih dari cukup kalau kamu hanya ingin fokus melaksanakan rukun umroh (tawaf, sai, tahalul) dan berziarah singkat. Namun, kamu tidak boleh melebihi batas waktu tersebut. Jika kamu berencana tinggal lebih lama, maka visa transit tidak lagi relevan dan kamu tetap disarankan menggunakan visa turis atau visa umroh resmi.
3. Syarat dan cara mendapatkannya

Mendapatkan visa transit ini sebenarnya gak rumit. Biasanya, saat kamu memesan tiket pesawat dengan maskapai yang memiliki izin transit di Saudi, kamu bisa langsung mengajukan visa ini secara online melalui platform maskapai tersebut.
Beberapa hal yang perlu kamu siapkan antara lain paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, tiket pesawat yang sudah terkonfirmasi ke negara tujuan ketiga (bukan kembali ke Indonesia), dan foto terbaru. Visa ini biasanya terbit secara otomatis bersamaan dengan tiket pesawatmu. Kemudahan ini membuat kamu tidak perlu lagi mengantre di kedutaan atau melalui agen travel umroh yang mahal.
4. Fleksibilitas bagi pemegang visa lain

Selain visa transit, Arab Saudi sekarang juga sangat terbuka. Jika kamu memiliki visa turis atau visa kunjungan yang masih aktif, kamu juga diizinkan untuk melakukan umroh. Jadi, skemanya makin fleksibel buat siapa saja.
Meski begitu, kamu tetap disarankan untuk memantau aplikasi Nusuk. Aplikasi ini penting untuk mendapatkan izin (tasrih) melakukan umroh atau masuk ke Raudhah. Walaupun kamu memegang visa transit, mengikuti prosedur melalui aplikasi Nusuk akan membuat ibadahmu jadi lebih tertib dan teratur.
Itulah penjelasan detail mengenai aturan umroh menggunakan visa transit. Sekarang, perjalanan menuju destinasi impianmu bisa sekaligus menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Jadi, kalau nanti ada jadwal terbang yang mengharuskan transit di Jeddah atau Riyadh, jangan ragu untuk mengambil kesempatan emas ini.


















