Kenapa Gunung Rinjani Jadi Favorit Para Pendaki?

- Gunung Rinjani di Lombok dikunjungi lebih dari 80 ribu pendaki pada 2025, menjadikannya salah satu destinasi pendakian paling populer di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl.
- Daya tarik utama Rinjani meliputi jalur pendakian menantang, keindahan Danau Segara Anak, serta ekosistem unik yang menjadi rumah bagi ratusan spesies flora dan fauna endemik.
- Suku Sasak memandang Rinjani sebagai tempat suci dengan tradisi Mulang Pakelem dan aturan adat pelestarian alam, memperkuat nilai budaya di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
Gunung Rinjani menjadi destinasi pendakian populer karena dikunjungi oleh 80.214 orang sepanjang 2025. Lokasinya berada di utara Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan menjadi gunung berapi yang masih aktif.
Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Indonesia. Daya tarik utamanya mampu menarik perhatian pendaki lokal dan pendaki asing, sehingga menjadi impian bagi banyak orang.
Ada beberapa alasan kenapa Gunung Rinjani menjadi favorit para pendaki. Simak penjelasannya di bawah ini
1. Memiliki jalur pendakian populer

Gunung Rinjani memiliki dua jalur pendakian yang populer, yaitu Jalur Sembalun dan Jalur Senara. Meskipun treknya lebih panjang, kedua jalur tersebut dapat menghemat 700 meter ketinggian.
Pendaki akan melihat hamparan padang savana yang luas dan indah di Jalur Sembalun. Terdapat 3 pos istirahat, dan setelah pos 3, pendaki harus menghadapi rintangan berupa tanjakan terjal dengan kemiringan sekitar 60 derajat.
Di Jalur Senaru, pendaki melewati hutan tropis yang lebat dan terjal. Jalur ini juga memiliki 3 pos peristirahatan sebelum nanti sampai di pos pelawangan yang biasa digunakan untuk perkemahan.
2. Cocok untuk pendaki yang suka tantangan berat

Buat yang menyukai rintangan dan tantangan, Gunung Rinjani menjadi tempat yang pas untuk mewujudkannya. Kawasan ini memiliki medan terjal, tanjakan panjang, jalur berbatu, dan area berpasir yang membutuhkan stamina yang baik.
Pendaki juga harus siap menghadapi perubahan cuaca yang cepat dan suhu dingin di ketinggian, yang menambah tingkat kesulitan selama pendakian. Jalur menuju puncak didominasi oleh pasir vulkanik yang membuat langkah kaki lebih berat.
3. Keunikan ekosistem yang jarang ditemui

Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan perwakilan ekosistem peralihan antara Asia dan Australia dalam garis Wallace. Area ini masuk bagian dari hutan hujan tropis di NTB yang terdiri dari hutan tropis dataran rendah (semi-evergreen) hingga hutan hujan tropis pegunungan (1.500-2.000 mdpl).
Berdasarkan Profil Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Rinjani, teridentifikasi 447 jenis pohon, 6 jenis rotan, 28 jenis liana, 55 jenis anggrek, 59 jenis paku-pakuan, dan 117 jenis jamur. Selain itu, fauna di sini telah terdata sebanyak 19 spesies mamalia, 8 spesies reptil, 5 spesies amfibi, 154 spesies burung, dan 20 spesies insekta.
Flora endemik dan khas Rinjani antara lain Edelweiss Rinjani (Anaphalis viscida) dan Anggrek Rinjani (Vanda limbata). Selain itu, kawasan ini menjadi habitat fauna endemik, seperti burung Celepuk Rinjani (Otus jolandae) dan Musang Rinjani (Paradoxurus hermaphroditud rindjanicus).
4. Keindahan Danau Segara Anak di atas ketinggian

Danau Segara Anak dikenal sebagai permata tersembunyi yang terletak di dalam kaldera besar Gunung Rinjani. Pemandangan indah dipadukan dengan suasana damai, sehingga menjadikannya perjalanan yang tak terlupakan bagi para pendaki.
Untuk bisa melihat Danau Segara Anak, pengunjung harus mendaki selama berjam-jam melewati hutan dan punggung bukit yang pemandangannya menakjubkan. Segara Anak ini menjadi kawasan yang paling menonjol di antara danau-danau lainnya.
Tempat ini memiliki mata air panas alami yang dapat menenangkan tubuh lelah. Selain itu, dinding kawah yang luas dan pantulan warna-warni cocok dijadikan spot fotografi.
5. Keunikan budaya Suku Sasak

Bagi Suku Sasak, Gunung Rinjani dianggap sebagai tempat suci yang mempunyai makna religius dan budaya dalam kehidupan mereka. Salah satu tradisi yang terkenal ialah Upacara Mulang Pakelem, di mana ritual persembahan ini di lakukan di Danau Segara Anak sebagai rasa syukur dan permohonan keselamatan.
Mereka juga membuat aturan adat, seperti dilarang merusak hutan dan mengambil sumber daya alam secara berlebihan demi kelestarian kawasan Gunung Rinjani. Suku Sasak masih mempertahankan bahasa daerah, rumah adat, kesenian tradisional, serta masih bergantung pada pertanian dan hasil hutan.
Gunung Rinjani masuk ke dalam daftar Seven Summits Indonesia, sehingga semakin dikenal luas oleh pendaki lokal dan mancanegara. Mulai dari keindahan alam, jalur yang dilalui, hingga kekayaan budaya masyarakat di sekitar TNGR menjadikan kawasan ini mempunyai daya tarik wisata alam yang tinggi.



![[QUIZ] Tentukan Libur Long Weekendmu dari Karakter Star Wars: The Mandalorian and Grogu!](https://image.idntimes.com/post/20260520/upload_6c7af36e52f98c001c66153504eae1e5_81a245f3-5bea-4f49-aa6a-e0741c28f2ea.jpg)
![[QUIZ] Temukan Destinasi Long Weekend untukmu dari Lagu BTS Terbaru Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260305/upload_40063df504fcaf5123221ead59ff558d_257e8888-befc-4068-b3fe-26e86bb7e43e.jpg)


![[QUIZ] Destinasi Long Weekend di Berdasarkan Member no na Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20260519/upload_19c2bb2c8c5f82ced8801400effc4b93_f130c67b-d45c-4519-97bf-841a8c90517e.jpg)











