Berikut tujuh bandara yang dinobatkan sebagai bandara tercantik di dunia, antara lain:
Guangzhou Baiyun International Airport (Terminal 3), Guangzhou, China,
Frankfurt Airport (Terminal 3), Frankfurt, Jerman,
Lokapriya Gopinath Bardoloi International Airport (Terminal 2), Guwahati, India,
Navi Mumbai International Airport (Terminal 1), Navi Mumbai, India,
Techo International Airport, Kandal Stueng, Kamboja,
Pittsburgh International Airport, Pittsburgh, Amerika Serikat, dan
San Diego International Airport (Terminal 1), San Diego, Amerika Serikat.
Daftar di atas, empat dari tujuh bandara tercantik di dunia berada di wilayah Asia. Sedangkan, dua lainnya dari benua Amerika dan satu dari Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa bandara-bandara di Asia semakin inovatif dan cantik, tanpa meninggalkan nilai-nilai budayanya.
Di posisi pertama ada Guangzhou Baiyun International Airport, Terminal 3 di Guangzhou, China. Bandara ini terinspirasi dari budaya Lingnan yang sarat dengan unsur alam. Di dalamnya terdapat struktur unik dengan tata letak yang intuitif dan terang. Bagian teras, atrium, dan tamannya seolah memiliki irama yang memancarkan keramahan. Terdapat pula dek observasi bandara tertinggi di China.
Frankfurt Airport Terminal 3 berada di posisi kedua. Dengan luas sekitar 1,3 kilometer persegi, bandara ini dirancang untuk menjadi lingkungan perkotaan yang dinamis. Gerbang keberangkatan dan ruang tunggunya meniru jalanan dan alun-alun kota. Selain itu, ruangnya pun luas dan bermandikan cahaya alami, sehingga memberikan pengalaman yang nyaman dan familier bagi para pelancong.
Sementara itu, Lokapriya Gopinath Bardoloi International Airport (Terminal 2) di Guwahati, India, menghadirkan pengalaman spektakuler dan mencerminkan semangat hidup India Timur Laut. Di dalamnya terdapat langit-langit berkubah yang luas dengan bentuk organik atau mengalir. Bentuk ini merujuk pada lanskap suci kota Assam, serta menggambarkan ritme Brahmaputra dan anak sungainya.
Nah, itu dia daftar bandara tercantik di dunia versi Prix Versailles. Dari daftar di atas, bandara mana saja yang pernah kamu kunjungi? Semoga suatu hari nanti kamu bisa mengunjungi bandara-bandara di atas, ya!
Apa konsep utama di balik desain Navi Mumbai International Airport (Terminal 1) di India yang masuk daftar ini? | Terminal 1 Navi Mumbai International Airport dirancang oleh firma arsitektur ternama Zaha Hadid Architects. Desain bandara ini sangat ikonik karena mengambil motif bunga teratai (lotus). Mulai dari kelopak yang menggantung di bagian atap hingga tiang-tiang di area pintu masuk, semuanya membentuk geometri bunga teratai yang mencerminkan kerajinan dan budaya khas India. |
Mengapa Pittsburgh International Airport di Amerika Serikat bisa terpilih dan apa keunikan arsitekturnya? | Bandara ini terpilih berkat proyek modernisasi besar-besaran yang mengubah estetika bangunan secara radikal. Keunikan utamanya terletak pada atap bergelombang (rolling-fold roofline) yang terinspirasi dari lanskap Pegunungan Allegheny. Selain itu, bagian dalam terminal ditopang oleh 38 kolom baja yang dibentuk menyerupai pepohonan hutan khas wilayah tersebut. |
mana asal-usul nama Techo International Airport di Kamboja dan siapa arsitek di baliknya? | Techo International Airport (terletak di selatan Phnom Penh) dirancang oleh firma arsitektur legendaris Foster + Partners. Nama "Techo" sendiri diambil dari gelar sejarah yang secara turun-temurun dianugerahkan oleh Raja Kamboja kepada para pahlawan bangsa. Bandara ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan kanopi atap yang dirancang untuk efisiensi energi yang tinggi. |
Bagaimana cara San Diego International Airport (Terminal 1) menciptakan ruang yang luas sekaligus hemat karbon? | Terminal 1 San Diego International Airport menggunakan fasad kaca melengkung sepanjang 244 meter untuk membanjiri ruang tunggu dan aula tiket dengan cahaya alami serta menyuguhkan pemandangan teluk yang indah. Menariknya, arsitek membuang tiang-tiang struktural di tengah aula tiket guna menciptakan ruang yang sangat terbuka dan berhasil memangkas jejak karbon bangunan hingga 30%. |