potret pesawat Batik Air Malaysia (instagram.com/malindoair)
CEO Batik Air Malaysia, Datuk Chandran Rama Muthy mengonfirmasi bahwa maskapai berencana untuk mengurangi kapasitas sebesar 35 persen hingga 12 April 2026. Setelah itu, Batik Air Malaysia akan mengevaluasi kembali situasinya. Beliau menambahkan pemangkasan tersebut akan fokus pada frekuensi penerbangan daripada membatalkan seluruh destinasi.
"Kami mengambil pendekatan hati-hati untuk memastikan dampak minimal pada operasional kami. Misalnya, alih-alih mengoperasikan tiga penerbangan, kami mungkin akan menguranginya menjadi dua. Meski frekuensi pada rute tertentu akan disesuaikan, destinasi yang saat ini kami layani akan tetap tidak berubah," jelas CEO Batik Air Malaysia.
Penerbangan antara Kuala Lumpur dan Penang misalnya, akan turun dari lima penerbangan harian menjadi dua, sementara penerbangan Kuala Lumpur ke Kota Kinabalu akan dipangkas dari tiga menjadi dua. Sementara rute jarak jauh seperti Kuala Lumpur ke Kathmandu dan Perth juga akan mengalami pengurangan frekuensi untuk membatasi konsumsi bahan bakar.