Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Gunung yang Masih Ditutup untuk Pendakian Agustus 2026
Potret Gunung Gede Pangrango (pixabay.com/ibadahmimpi)
  • Gunung Gede Pangrango menutup seluruh jalur 19–31 Agustus 2026 untuk penanganan kebakaran pascakebakaran; pendaki yang sudah memesan akan menerima tautan refund melalui WhatsApp resmi.
  • Gunung Arjuno-Welirang ditutup mulai 19 Agustus tanpa batas waktu akibat kebakaran hutan, sedangkan akses Gunung Lincing tutup 28–29 Agustus untuk kegiatan desa dan dibuka lagi 30 Agustus.
  • Pendakian Merapi diimbau dihentikan karena status Siaga Level III, sementara jalur Slamet via Permadi Guci ditutup sejak 19 Agustus setelah seorang pendaki tewas terjatuh ke kawah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi kamu yang sudah merencanakan pendakian bulan ini, sebaiknya cek kembali agenda perjalananmu. Sebab, beberapa gunung di Indonesia masih menutup jalur pendakiannya pada Agustus ini.

Penutupan dilakukan karena berbagai alasan, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan, acara masyarakat, hingga musibah yang menimpa pendaki. Berikut daftar gunung yang masih ditutup untuk pendakian pada Agustus 2026, agar kamu bisa menyesuaikan jadwal atau merencanakan kembali perjalanan.

1. Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat (unsplash.com/Alvian Hasby)

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memperpanjang penutupan pendakian di seluruh pintu masuk Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, selama 19-31 Agustus 2026.

Sebelumnya, penutupan telah diperpanjang pada 12-18 Agustus 2026 akibat kebakaran yang terjadi di kawasan Alun-alun Barat Suryakencana hingga Kawah Wadon. Perpanjangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2026 yang diterbitkan Balai Besar TNGGP. Penutupan dilakukan untuk mendukung penanganan pascakebakaran.

"Perpanjangan penutupan dilakukan dalam rangka mendukung proses penanganan kebakaran di Gunung Gede, termasuk mopping up, pendinginan, serta pengelolaan pascakebakaran. Langkah ini juga penting dilakukan untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat dan penggiat alam bebas, sekaligus mengefektifkan proses pengendalian dan penanganan pascakebakaran," tulis pengumuman melalui akun Instagram resmi @bbtn_gn_gedepangrango, pada Senin (17/8/2026).

Bagi calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan pada periode penutupan, link pengajuan refund akan dikirim melalui WhatsApp resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ke nomor yang digunakan saat pendaftaran.

2. Gunung Arjuno-Welirang

Potret Gunung Arjuno (commons.wikimedia.org/Masrangsang18)

Pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan setelah terjadi kebakaran hutan di kawasan Tahura Raden Soerjo, tepatnya di lereng Gunung Arjuno-Welirang pada Rabu (19/8/2026) dini hari. Bagi pendaki yang sudah melakukan booking tiket dan terdampak penutupan, proses reschedule dapat dilakukan setelah jalur pendakian resmi dibuka kembali.

3. Gunung Lincing

Akses menuju ke Pos Pendakian Lawang untuk Gunung Lincing di Malang tutup sementara pada 28-29 Agustus 2026. Penutupan ini berkaitan dengan kegiatan Desa Wonorejo dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Kondisi tersebut membuat pendaki tidak dapat mengakses jalur selama periode tersebut.

"Dengan demikian, kegiatan Pendakian Gunung Lincing di Malang untuk sementara tidak dapat dilakukan selama akses jalan ditutup," tulis akun Instagram resmi @gununglincing.official, pada Minggu (23/8/2026).

Penutupan hanya berlangsung selama dua hari. Jalur pendakian Gunung Lincing dijadwalkan kembali dibuka pada 30 Agustus 2026. Calon pendaki diminta menyesuaikan jadwal dan tidak melakukan perjalanan ke menuju Pos Pendakian Lawang selama periode penutupan.

4. Gunung Merapi

Gunung Merapi. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pendakian Gunung Merapi di Yogyakarta. Imbauan ini berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi yang terus meningkat dan statusnya berada pada level Siaga atau Level III. Kondisi tersebut membuat pendakian berisiko bagi keselamatan.

Beberapa potensi bahaya yang dapat terjadi, antara lain awan panas guguran, lontaran batu pijar, lava, abu vulkanik, cuaca ekstrem, hingga erupsi eksplosif. BTNGM juga meminta masyarakat untuk menolak jika mendapat ajakan mendaki Gunung Merapi. Pendaki tidak disarankan memaksakan diri demi perjalanan maupun kebutuhan membuat konten.

5. Gunung Slamet

Gunung Slamet (commons.wikimedia.org/Aziedane EST)

Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Permadi Guci, Jawa Tengah, juga ditutup sementara. Hal ini terjadi usai musibah yang menewaskan seorang pendaki remaja, M. Fahri Maulana (16) asal Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Korban meninggal dunia setelah terjatuh ke kawah Gunung Slamet pada Selasa (18/8/2026). Sebelumnya, korban mendaki bersama rombongan melalui Basecamp Sawangan, Tegal, pada Senin (17/8).

Saat berada di puncak, korban disebut duduk di sekitar bibir kawah. Tanah tempatnya berpijak kemudian longsor, sehingga korban terjatuh ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 15-20 meter.

Pihak pengelola menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan seluruh pihak yang ditinggalkan. Sebagai bentuk empati dan penghormatan, jalur pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci ditutup sementara.

"Jalur pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci ditutup sementara terhitung 19 Agustus 2026 hingga waktu yang akan kami informasikan kembali." tulis akun Instagram resmi @slametmountain3428masl pada Rabu (19/8/2026).

Bagi kamu yang sudah memiliki rencana mendaki pada Agustus ini, pastikan mengecek informasi terbaru dari pengelola gunung sebelum berangkat, ya! Semoga seluruh jalur pendakian yang ditutup dapat segera kembali dibuka setelah kondisi aman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article