Beberapa bulan terakhir, Desa Wisata Waerebo menutup aksesnya dari kunjungan wisatawan akibat fakto alam beberapa kali, seperti cuaca buruk, potensi longsor, hingga gempa bumi yang mengguncang beberapa wilayah di NTT. Saat ada pengumuman terkait penutupan lagi, tak sedikit wisatawan yang mengira juga karena faktor alam.
Rupanya, penutupan pada hari Jumat-Sabtu, 2-3 Oktober 2026, nanti bukan karena hal tersebut, melainkan sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari.
"Penutupan ini dilakukan karena adanya agenda keluarga besar Waerebo yang mewajibkan seluruh masyarakat Waerebo untuk hadir dan terlibat," ujar pengelola.
Agenda keluarga besar yang dimaksud adalah Pesta Kenduri. Pesta adat ini bersifat sakral dan digelar Suku Manggarai di Nusa Tenggara Timur untuk memberikan penghormatan terakhir dan melepas arwah kerabat atau keluarga yang meninggal dunia.
Dalam Pesta Kenduri, ada beberapa ritual yang harus dilakukan untuk mengantarnya ke alam baka, antara lain tokong bako (menjaga jenazah), persembahan hewan (babi atau kerbau), raga (tarian adat), hingga lulung towe lepet (penggulungan tikar alas pembaringan jenazah).
Banyaknya warga dan keluarga besar yang hadir membuat kapasitas ruang di Waerebo, terutama di rumah adat Mbaru Niang, tidak memungkinkan untuk menerima kunjungan wisatawan.
"Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pengunjung, travel partner, dan pihak terkait," tulis akun @waerebo.official.
Bagi kamu yang hendak berkunjung ke Desa Wisata Waerebo pada tanggal penutupan tersebut sebaiknya segera menggantinya dengan tanggal lain. Desa ini akan dibuka kembali untuk aktivitas wisata pada hari Minggu (4/10/2026). Wisatawan bisa memantau informasi secara langsung melalui akun Instagram @waerebo.official.
Demikian informasi terkait penutupan Desa Wisata Waerebo pada 2-3 Oktober mendatang. Jangan sampai salah tanggal kunjungan, ya!