Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Destinasi Museum di Dunia yang Menampilkan Karya Yayoi Kusama
Potret karya seni Yayoi Kusama (instagram.com/yayoikusamamuseum)
  • Yayoi Kusama meninggal pada 14 Agustus 2026 di Tokyo, usia 97 tahun; seniman Jepang ini dikenal lewat polkadot, labu, jaring repetitif, cermin, dan konsep ruang tanpa batas.
  • Karya Kusama merefleksikan pengalaman personal melalui pengulangan pola, warna, ruang, dan bentuk, serta kini dipamerkan dalam koleksi dan pameran museum seni di berbagai negara.
  • Destinasi untuk melihat karya Kusama mencakup museum di Tokyo, Cologne, Amsterdam, New York, Jakarta, serta patung Yellow Pumpkin permanen di Bangkok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seniman avant-garde asal Jepang, Yayoi Kusama, dikabarkan meninggal dunia pada usia 97 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan Yayoi Kusama Museum dan Yayoi Kusama Foundation pada Kamis (27/8/2026). Dalam pernyataan resminya, Kusama disebut mengembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 14 Agustus 2026.

Sepanjang hidupnya, Yayoi Kusama dikenal sebagai salah satu seniman Jepang paling berpengaruh di dunia. Namanya lekat dengan karya-karya yang menggunakan pola polkadot, jaring repetitif, labu, cermin, hingga instalasi yang menciptakan ilusi ruang tanpa batas. Keunikan visual tersebut membuat karyanya mudah dikenali, sekaligus menarik perhatian publik dari berbagai negara.

Lebih dari sekadar elemen estetika, karya seniman yang dijuluki The Queen of Polkadot ini juga banyak merefleksikan pengalaman personal dan dunia batinnya. Ia menjadikan pengulangan pola, ruang, warna, dan bentuk sebagai medium untuk menuangkan gagasan serta pengalaman yang dirasakan sepanjang hidupnya.

Tak heran jika karya Kusama kini menghiasi berbagai museum dan galeri seni ternama di dunia, sekaligus menjadi destinasi yang diburu pencinta seni dan wisatawan. Jika kamu termasuk salah satu pencinta seni, berikut beberapa museum yang dapat dikunjungi untuk melihat karya-karya tersohor Yayoi Kusama.

1. Yayoi Kusama Museum, Tokyo, Jepang

Kalau ingin mengenal karya Kusama lebih dekat, Yayoi Kusama Museum di Tokyo menjadi destinasi yang paling wajib dikunjungi. Museum ini berada di kawasan Shinjuku dan memang didedikasikan untuk karya sang seniman.

Pameran di dalamnya berganti secara berkala, sehingga pengalaman yang ditawarkan tidak selalu sama. Salah satu daya tariknya berupa instalasi imersif yang memanfaatkan cermin, cahaya, warna, dan pola khas Kusama. Museum ini juga menghadirkan lukisan, patung, serta berbagai karya dari perjalanan kariernya.

Menariknya, museum menerapkan sistem tiket dengan waktu kunjungan tertentu. Pengunjung wajib membeli tiket terlebih dahulu secara daring dan memilih slot waktu yang tersedia.

2. Museum Ludwig, Cologne, Jerman

Karya Kusama juga mendapat ruang khusus di Museum Ludwig di Cologne, Jerman. Museum ini menjadi salah satu lokasi pameran retrospektif Kusama yang berlangsung pada Maret-Agustus 2026.

Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian pameran besar yang sebelumnya digelar di Fondation Beyeler, Swiss, dan kemudian berlanjut ke Stedelijk Museum Amsterdam. Pengunjung dapat melihat perkembangan karya Kusama dari berbagai periode, termasuk eksplorasinya terhadap pola repetitif, ruang, dan konsep infinity.

3. Stedelijk Museum Amsterdam, Belanda

Bagi wisatawan yang sedang menjelajahi Amsterdam, Stedelijk Museum Amsterdam juga menjadi destinasi yang patut dicatat. Museum ini dijadwalkan menjadi lokasi lanjutan pameran Yayoi Kusama pada 11 September 2026 hingga 17 Januari 2027.

Pameran tersebut merupakan bagian dari perjalanan retrospektif Kusama yang sebelumnya hadir di Fondation Beyeler dan Museum Ludwig. Jadi, pencinta seni yang berkunjung ke Amsterdam pada periode tersebut bisa melihat karya Kusama dalam skala pameran besar.

4. Whitney Museum of American Art, New York, Amerika Serikat

New York juga memiliki hubungan penting dengan perjalanan karier Kusama. Sang seniman pernah tinggal dan berkarya di kota tersebut sejak akhir 1950-an dan menjadi bagian dari perkembangan seni avant-garde di New York.

Whitney Museum of American Art menjadi salah satu institusi yang pernah menghadirkan karya Kusama dalam pameran besar. Pada 2025–2026, karya Kusama juga masuk dalam pameran Sixties Surreal di museum tersebut. Jika kamu sedang di Amerika Serikat, kamu bisa menyaksikan karya seni Kusama di sini!

5. Museum MACAN, Jakarta, Indonesia

Indonesia juga pernah menjadi tempat pameran karya Yayoi Kusama. Museum MACAN di Jakarta tercatat dua kali menghadirkan karya sang seniman, yakni melalui pameran Life is the Heart of a Rainbow pada 2018 dan Infinity Mirrored Room—Brilliance of the Souls pada 2025.

Pada 2018, pameran tersebut menelusuri perjalanan artistik Kusama selama tujuh dekade, mulai dari awal kiprahnya di Jepang pada 1950-an, periode berkarya di New York pada 1960-an, hingga kepulangannya ke Jepang pada 1973. Pameran Life is the Heart of a Rainbow menampilkan beragam karya, mulai dari lukisan, patung, video, dokumentasi pertunjukan, hingga instalasi berskala besar. Pengunjung juga dapat melihat karakteristik khas Kusama, seperti polkadot, Infinity Nets, dan labu yang terus muncul dalam karya-karyanya.

Sementara itu, pada 2025, Museum MACAN kembali menghadirkan Infinity Mirrored Room—Brilliance of the Souls. Instalasi ini merupakan bagian dari seri Infinity Mirrored Room yang mengeksplorasi konsep realitas tanpa batas. Permainan cermin dan cahaya membuat pengunjung seolah berada di ruang tanpa ujung, sekaligus merasakan salah satu konsep penting dalam perjalanan artistik Kusama, yakni infinity atau keadaan tak berbatas.

6. M+ Hong Kong, Hong Kong

M+ Hong Kong juga pernah menghadirkan karya Yayoi Kusama melalui pameran Yayoi Kusama: 1945 to Now yang berlangsung pada 12 November 2022 hingga 14 Mei 2023. Pameran retrospektif ini menjadi salah satu yang terbesar di Asia di luar Jepang, dengan menampilkan lebih dari 200 karya, mulai dari lukisan, gambar, patung, instalasi, hingga materi arsip yang menelusuri perjalanan Kusama sejak masa remaja hingga karya-karya terbarunya.

Pameran tersebut dibagi berdasarkan tema seperti Infinity, Accumulation, Radical Connectivity, Biocosmic, Death, dan Force of Life. M+ juga menampilkan sejumlah karya baru yang dibuat khusus untuk pameran, termasuk Death of Nerves (2022), instalasi berskala besar yang dikembangkan dari motif Infinity Nets, serta Dots Obsession—Aspiring to Heaven’s Love (2022) yang memadukan ruang bercermin, polkadot, dan balon. Selain itu, terdapat dua patung Pumpkin (2022) juga dipamerkan di area Main Hall.

7. Bangkok Art and Culture Centre, Bangkok, Thailand

Kalau Jepang, Eropa, atau Amerika Serikat terlalu jauh, kamu bisa menyaksikan karya Yayoi Kusama juga ditampilkan di Bangkok Art and Culture Centre (BACC), Thailand. Ada satu karya yang bisa dikunjungi tanpa perlu pergi jauh. Patung Yellow Pumpkin atau Labu Kuning berukuran raksasa milik Kusama dipajang secara permanen di seberang gedung BACC, tepatnya di area lobi lantai dasar Siam Patumwan House.

Patung berwarna kuning dengan pola polkadot hitam tersebut tingginya lebih dari tiga meter, sehingga cukup mudah dikenali ketika memasuki area lobi. Lokasinya juga dapat dijangkau dengan berjalan kaki singkat dari BACC, sehingga bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk disambangi setelah berkunjung ke pusat seni tersebut.

Kehadiran Yellow Pumpkin ini menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk melihat langsung salah satu bentuk visual yang paling ikonik dalam karya Kusama. Labu sendiri merupakan objek yang berulang kali muncul dalam karya sang seniman dan menjadi bagian penting dari identitas artistiknya.

Itu dia beberapa museum dan destinasi seni di dunia yang menampilkan karya Sang Legenda Yayoi Kusama. Kepergian sang seniman pada Agustus 2026 tentu meninggalkan warisan besar bagi dunia seni, tetapi karya-karyanya masih dapat dinikmati di berbagai tempat. Jadi, bagi kamu yang ingin mengenal lebih dekat karya ikonik Kusama, jangan lupa memasukkan salah satu destinasi tersebut ke dalam daftar perjalanan berikutnya, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article