174 Ribu Pemesanan Hotel Dibatalkan Pasca Gempa di Jepang

- Gempa magnitudo 6,8 di Kumamoto pada 28 Juli 2026 memicu sekitar 174.000 pembatalan hotel dan ryokan di wilayah Kyushu, terutama akibat gangguan transportasi dan kekhawatiran wisatawan.
- Nilai pembatalan mencapai 670 juta yen di sejumlah prefektur Kyushu, sementara Kumamoto mencatat lebih dari 146.000 pembatalan senilai 2,06 miliar yen hingga 6 Agustus.
- Kagoshima mencatat lebih dari 111.000 pembatalan akibat gangguan akses dan paket wisata bersama Kumamoto; pemerintah menyiapkan subsidi akomodasi serta wisata khusus untuk Kyushu.
Pada Selasa (28/7/2026) waktu setempat, Prefektur Kumamoto yang terletak di wilayah Kyushu bagian tengah, Jepang, diguncang gempa bermagnitudo 6,8. Akibat dari getaran dahsyat tersebut, Kyodo News melaporkan sekitar 174.000 pemesanan hotel oleh turis telah dibatalkan secara mendadak.
Meski tidak semua yang terdampak memberikan datanya, nilai total pemesanan hotel yang dibatalkan bahkan telah mencapai 670 juta yen atau sekitar Rp74 miliar, lho. Untuk menekan kerugian yang berlanjut, pemerintah berencana untuk meluncurkan program "khusus" di sejumlah prefektur wilayah Kyushu.
1. 174 ribu pemesanan hotel dibatalkan pasca gempa di Jepang

ilustrasi Nagasaki, Jepang (unsplash.com/Christian Chen) Dilansir dari Kyodo News, sekitar 174 ribu pemesanan hotel dan ryokan, penginapan tradisional, telah dibatalkan di 6 prefektur di Kyushu atau barat daya Jepang, tidak termasuk Kumamoto. Tindakan serempak yang dilakukan oleh para turis ini menyusul gempa dahsyat yang mengguncang prefektur tersebut bulan lalu.
Sebagian besar pembatalan dipicu oleh gangguan pada jaringan transportasi dan masalah lain yang disebabkan oleh gempa. Namun, belakangan para pejabat berpendapat pembatalan ini juga berkaitan dengan "kerusakan reputasi," di mana para turis memilih untuk menghindari daerah-daerah ini meski kerusakan struktural hanya terkonsentrasi di sebagian wilayah Prefektur Kumamoto.
Pembatalan juga melonjak di beberapa bagian Prefektur Kumamoto yang jauh dari zona bencana, termasuk wilayah Aso yang populer. Oleh karena itu, pemerintah setempat dilaporkan berencana untuk meluncurkan program subsidi biaya akomodasi dan wisata "khusus" di seluruh prefektur Kyushu sebagai bagian dari paket bantuan yang akan diselesaikan pada akhir bulan ini.
2. Nilai pembatalan hotel mencapai Rp229 miliar di Kumamoto

ilustrasi Kumamoto, Jepang (unsplash.com/Zion C) Nilai total pemesanan hotel dan ryokan yang dibatalkan mencapai 670 juta yen atau sekitar Rp74 miliar, tidak termasuk Prefektur Miyazaki dan Kagoshima, yang tidak memberikan data kepada Kyodo News. Bahkan, hingga 6 Agustus 2026 lalu, prefektur Kumamoto telah mencatat lebih dari 146 ribu pembatalan yang setara 2,06 miliar yen atau sekitar Rp229 miliar.
Prefektur-prefektur tersebut memberikan data yang dikumpulkan oleh asosiasi ryokan dan hotel masing-masing. Namun, jumlah pembatalan sebenarnya kemungkinan lebih tinggi, karena beberapa asosiasi hanya mengumpulkan angka yang mencakup 20-30 persen anggotanya, sementara beberapa fasilitas akomodasi tidak tergabung dalam asosiasi tersebut.
3. Kagoshima terdampak karena maraknya penawaran paket wisata dengan Kumamoto

ilustrasi Fukuoka, Jepang (unsplash.com/Tayawee Supan) Prefektur Kagoshima mencatatkan pembatalan terbanyak dengan lebih dari 111 ribu per 7 Agustus 2026, yang sebagian disebabkan oleh gangguan pada jalan tol Kyushu Expressway dan Shinkansen Kyushu yang menghubungkan Kumamoto dan Kagoshima. Beberapa bagian dari jalan tol Kyushu Expressway sempat ditutup selama lebih dari 2 minggu, sementara jalur Shinkansen Kyushu masih ditangguhkan di beberapa bagian.
Maraknya paket wisata yang mencakup Kumamoto dan Kagoshima kemungkinan juga berkontribusi pada pembatalan di Kagoshima, yang mengalami kerusakan relatif kecil pasca gempa. Sementara Fukuoka adalah prefektur yang mencatatkan jumlah pembatalan tertinggi kedua dengan sekitar 28.000 hingga baru-baru ini, diikuti oleh Nagasaki dengan 14.259 hingga 7 Agustus 2026, Miyazaki dengan 11.357 hingga 10 Agustus 2026, dan Oita dengan 7.810 hingga 12 Agustus 2026.
Dilansir dari Kyodo News, pejabat industri lokal di Oita dan Nagasaki mengatakan bahwa beberapa turis tampaknya telah membatalkan perjalanan mereka karena kekhawatiran yang tidak jelas tentang mengunjungi wilayah Kyushu. Bahkan, saat destinasi mereka tidak begitu terdampak gempa.



















