Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Destinasi Pegunungan untuk Kamu yang Tidak Bisa Mendaki
Gunung Bromo (unsplash.com/Alessio Roversi)
  • Artikel menyoroti bahwa keindahan gunung dapat dinikmati tanpa pendakian berat, melalui panorama alam, budaya lokal, dan fasilitas wisata yang kini semakin mudah diakses.
  • Lima destinasi direkomendasikan: Bromo, Kintamani, Ijen, Fuji, dan Alpen Swiss—semuanya menawarkan pengalaman pegunungan santai dengan pemandangan ikonik serta aktivitas ringan.
  • Pesan utama artikel menegaskan bahwa menikmati suasana gunung tidak harus mencapai puncak; perjalanan santai pun bisa memberi pengalaman berkesan bagi semua kalangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang menganggap berwisata ke gunung hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu melakukan pendakian hingga puncak. Padahal, kawasan pegunungan memiliki banyak pengalaman lain yang tidak membutuhkan perjalanan berat, mulai dari menikmati panorama alam, menjelajahi desa lokal, hingga mencoba aktivitas wisata di sekitar lereng.

Saat ini, banyak destinasi gunung sudah memiliki fasilitas yang memudahkan wisatawan untuk menikmati keindahannya tanpa harus membawa perlengkapan mendaki. Kamu tetap bisa melihat panorama pegunungan ikonik hingga mengenal budaya masyarakat sekitar. Berikut beberapa destinasi pegunungan yang cocok untuk kamu yang ingin menikmati suasana gunung dengan cara lebih santai.

1. Menikmati panorama Gunung Bromo dari jeep dan titik matahari terbit

ilustrasi naik jip di Bromo (unsplash.com/Irham Setyaki)

Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi pegunungan di Indonesia yang paling mudah dinikmati tanpa harus melakukan pendakian. Berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, gunung aktif ini menawarkan lanskap vulkanik berupa Lautan Pasir, kaldera luas, hingga deretan gunung yang terlihat megah dari berbagai titik pengamatan. Akses menuju kawasan utama Bromo juga sudah didukung kendaraan jeep sehingga wisatawan tidak perlu melewati jalur berat untuk mendapatkan pemandangan terbaik.

Pengalaman yang paling populer adalah melihat matahari terbit dari kawasan Penanjakan atau Bukit Cinta dengan panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru. Setelah menikmati sunrise, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Savana Teletubbies, Pasir Berbisik, hingga area kawah Bromo yang bisa dicapai dengan berjalan kaki singkat dari area parkir. Selain keindahan alam, wisatawan juga dapat mengenal budaya masyarakat Tengger yang masih mempertahankan tradisi seperti upacara Yadnya Kasada di kawasan sekitar gunung.

2. Bersantai di Kintamani dengan pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur

Danau Batur (commons.wikimedia.org/Ayu)

Kintamani di Bali menawarkan pengalaman menikmati gunung dengan suasana yang lebih santai dibandingkan perjalanan pendakian Gunung Batur yang biasanya dilakukan wisatawan. Kawasan ini berada di sekitar kaldera Gunung Batur dan terkenal dengan panorama gunung, danau, serta perbukitan yang membentuk lanskap vulkanik khas Bali. Banyak lokasi di Kintamani dibuat menghadap langsung ke arah Gunung Batur sehingga wisatawan tetap bisa menikmati pemandangan tanpa harus mencapai puncak.

Salah satu aktivitas favorit di Kintamani adalah bersantai di kafe atau restoran dengan pemandangan langsung ke Gunung Batur dan Danau Batur sambil menikmati kopi lokal. Wisatawan juga bisa mengunjungi Desa Pinggan untuk melihat suasana pagi dengan latar pegunungan, mencoba pemandian air panas Toya Bungkah, atau menjelajahi perkebunan kopi di sekitar kawasan tersebut. Perjalanan ke Kintamani cocok bagi wisatawan yang ingin mendapatkan suasana pegunungan sekaligus menikmati fasilitas wisata yang nyaman.

3. Menjelajahi kaki Gunung Ijen lewat perkebunan kopi dan desa wisata Banyuwangi

ilustrasi perkebunan kopi Ijen (commons.wikimedia.org/Mochammad Fadli)

Gunung Ijen memang terkenal sebagai destinasi pendakian untuk melihat fenomena blue fire dan kawah berwarna hijau toska. Namun, daya tarik kawasan Ijen tidak hanya berada di puncaknya karena area sekitar lereng gunung juga menyimpan berbagai pengalaman wisata yang bisa dinikmati tanpa mendaki. Banyuwangi mengembangkan kawasan sekitar Ijen sebagai destinasi alam yang memadukan perkebunan, budaya lokal, dan panorama pegunungan.

Wisatawan dapat mengunjungi perkebunan kopi Ijen untuk melihat proses pengolahan kopi khas daerah tersebut sekaligus menikmati suasana kebun yang berada di lereng gunung. Selain itu, terdapat desa wisata, air terjun, hingga kawasan hutan yang bisa dijelajahi dengan perjalanan ringan. Cara ini memberikan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat mengenal Gunung Ijen bukan hanya sebagai tempat pendakian, tetapi juga sebagai kawasan dengan kehidupan masyarakat dan kekayaan alam yang menarik.

4. Melihat Gunung Fuji dari danau dan desa tradisional Jepang

Danau Kawaguchi dengan latar Gunung Fuji (commons.wikimedia.org/Alpsdake)

Gunung Fuji menjadi salah satu ikon Jepang yang bisa dinikmati tanpa harus mendaki hingga puncaknya. Banyak wisatawan justru memilih menikmati panorama Fuji dari kawasan sekitar seperti Fuji Five Lakes yang menawarkan pemandangan gunung dengan latar danau, taman, serta desa tradisional. Kawasan ini juga memiliki berbagai fasilitas wisata sehingga pengunjung dapat menikmati suasana Gunung Fuji dengan perjalanan yang lebih nyaman.

Danau Kawaguchi menjadi salah satu lokasi favorit untuk melihat refleksi Gunung Fuji di permukaan air, terutama saat cuaca cerah. Selain itu, wisatawan dapat mengunjungi Oshino Hakkai, desa kecil dengan kolam air jernih yang berasal dari lelehan salju Gunung Fuji serta suasana khas pedesaan Jepang. Menginap di ryokan, menikmati pemandian air panas, atau mencicipi makanan lokal menjadi pengalaman yang membuat perjalanan ke kawasan Fuji semakin lengkap.

5. Menikmati Pegunungan Alpen Swiss lewat desa dan kereta panorama

Gondola di Grindelwald (unsplash.com/allPhoto Bangkok)

Pegunungan Alpen Swiss sering dikaitkan dengan aktivitas pendakian dan olahraga ekstrem, tetapi kawasan ini sebenarnya sangat ramah bagi wisatawan yang ingin menikmati gunung tanpa trekking berat. Banyak desa di sekitar Alpen menawarkan pemandangan puncak bersalju, lembah hijau, dan danau dengan akses mudah menggunakan kereta, gondola, maupun transportasi umum. Hal tersebut membuat wisatawan tetap bisa menikmati panorama Alpen tanpa harus memiliki kemampuan mendaki.

Desa seperti Grindelwald dan Lauterbrunnen menjadi pilihan populer karena menawarkan pemandangan pegunungan yang langsung terlihat dari area permukiman. Wisatawan dapat menaiki kereta menuju Jungfraujoch, berjalan santai melewati desa, menikmati keju khas Swiss, atau mengunjungi air terjun di sekitar lembah. Pengalaman di Alpen lebih banyak berfokus pada menikmati perjalanan, panorama, dan budaya lokal dibandingkan sekadar mencapai titik tertinggi.

Menikmati keindahan gunung tidak selalu harus dilakukan dengan berdiri di puncaknya. Berbagai destinasi menawarkan cara lain untuk merasakan suasana pegunungan melalui panorama alam hingga aktivitas wisata yang lebih mudah diakses orang biasa. Bagi kamu yang tidak bisa mendaki, tempat-tempat tersebut tetap bisa memberikan pengalaman perjalanan yang tidak kalah berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article