Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dubai Hadirkan Layanan Click and Travel untuk Cek Paspor, Gak Perlu Antre

Dubai Hadirkan Layanan Click and Travel untuk Cek Paspor, Gak Perlu Antre
Potret orang memegang paspor (unsplash.com/Global Residence Index)
  • GDRFA Dubai meluncurkan Click and Travel pada 7 September 2026, layanan mobile yang memungkinkan petugas mendatangi penumpang untuk pemeriksaan paspor berbasis biometrik dalam 12–15 detik.
  • Uji coba dari Mei hingga 31 Agustus 2026 memproses 31.373 prosedur kedatangan dan keberangkatan, membantu penempatan petugas saat terminal padat, darurat, atau kondisi operasional tertentu.
  • Layanan keberangkatan tersedia bagi seluruh kategori penumpang, sedangkan layanan kedatangan baru untuk warga dan penduduk UEA; wisatawan internasional yang tiba tetap mengikuti pemeriksaan biasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pemeriksaan imigrasi di bandara Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), kini mulai dibuat lebih fleksibel. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Urusan Warga Asing Dubai (GDRFA Dubai) resmi meluncurkan layanan Click and Travel pada Senin (7/9/2026). Layanan ini memungkinkan petugas imigrasi mendatangi penumpang untuk menyelesaikan pemeriksaan paspor tanpa harus selalu mengandalkan konter imigrasi tetap.

Layanan tersebut diperkenalkan sebagai sistem mobile pertama di dunia yang memungkinkan petugas pemeriksaan paspor melakukan prosedur kedatangan dan keberangkatan langsung di lokasi penumpang berada di dalam terminal.

Kehadirannya diharapkan dapat membantu mengatasi kepadatan penumpang, terutama ketika arus perjalanan sedang tinggi atau terjadi kondisi operasional tertentu di bandara. Yuk, kenalan lebih jauh tentang layanan Click and Travel pemerintah Dubai yang dinilai akan memudahkan pengecekan paspor!

  1. 1. Pemeriksaan paspor bisa dilakukan di lokasi penumpang

    Berbeda dari pemeriksaan otomatis yang mengharuskan penumpang mendatangi mesin atau konter tertentu, Click and Travel membuat petugas imigrasi dapat bergerak ke berbagai area di dalam terminal. Dengan begitu, pemeriksaan tidak selalu harus dilakukan di titik layanan yang bersifat tetap.

    Dalam pengoperasiannya, petugas GDRFA Dubai menggunakan perangkat mobile yang terintegrasi dengan sistem dan basis data imigrasi. Perangkat tersebut dilengkapi kemampuan verifikasi biometrik, sehingga petugas dapat memeriksa identitas penumpang dan menyelesaikan prosedur imigrasi secara langsung.

    GDRFA Dubai menyebut proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 12–15 detik. Mobilitas perangkat juga memungkinkan petugas menyesuaikan posisi dengan kondisi di terminal, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah penumpang.

    Dengan sistem ini, konsep pelayanan imigrasi diubah dari penumpang yang mendatangi petugas menjadi petugas yang dapat mendatangi penumpang. Langkah tersebut diharapkan membuat pengelolaan arus penumpang menjadi lebih fleksibel, sekaligus membantu mengurangi kepadatan di titik pemeriksaan.

  2. 2. Sudah diuji coba dan memproses lebih dari 31 ribu prosedur

    Potret paspor
    Potret paspor (unsplash.com/Agus Dietrich)

    Sebelum diluncurkan secara resmi, Click and Travel telah melewati tahap uji coba sejak Mei hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, sistem mobile ini digunakan untuk menyelesaikan sebanyak 31.373 prosedur kedatangan dan keberangkatan.

    Hasil uji coba tersebut menjadi salah satu dasar bagi GDRFA Dubai untuk menerapkan layanan secara lebih luas. Sistem ini dinilai dapat membantu petugas mengalokasikan sumber daya secara lebih cepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi arus penumpang di terminal.

    Selain untuk menghadapi periode sibuk, layanan ini juga dirancang untuk digunakan ketika terjadi situasi darurat atau kondisi operasional yang membutuhkan penempatan petugas secara cepat di area tertentu. Dengan perangkat yang bersifat mobile, pemeriksaan paspor tidak harus bergantung pada ketersediaan konter tetap.

    Tentu saja layanan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan prosedur yang sudah ada, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan efisien bagi penumpang.

  3. 3. Wisatawan internasional yang tiba di Dubai belum bisa menggunakannya

    Meski sudah resmi diluncurkan, Click and Travel belum berlaku untuk seluruh penumpang. Penerapannya dibedakan berdasarkan apakah penumpang sedang meninggalkan Dubai atau baru tiba di Dubai.

    Untuk penumpang yang berangkat dari Dubai, layanan ini dapat digunakan seluruh kategori penumpang, termasuk warga negara UEA, penduduk UEA, maupun wisatawan internasional. Artinya, petugas dapat melakukan prosedur keberangkatan dengan perangkat mobile tersebut tanpa selalu mengandalkan konter imigrasi tetap.

    Sementara itu, penerapan Click and Travel untuk penumpang yang tiba di Dubai masih terbatas. Pada tahap awal, layanan kedatangan hanya diperuntukkan bagi warga negara UEA dan penduduk UEA.

    Dengan demikian, wisatawan internasional yang baru tiba di Dubai belum termasuk dalam cakupan layanan ini. Wisatawan tetap perlu mengikuti prosedur pemeriksaan imigrasi yang berlaku saat tiba di Dubai.

    GDRFA Dubai berencana memperluas penggunaan Click and Travel secara bertahap sesuai kebutuhan operasional. Pemerintah Dubai juga tengah mengkaji kemungkinan pemanfaatan perangkat mobile tersebut untuk layanan lain yang dapat mendukung kebutuhan wisatawan dan penumpang di bandara.

    Jika nantinya cakupan layanan diperluas, teknologi ini berpotensi membuat proses pemeriksaan di bandara menjadi semakin fleksibel. Untuk saat ini, wisatawan internasional yang tiba di Dubai tetap perlu mengikuti prosedur imigrasi seperti biasa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More