4 Fakta Menarik Gunung Ciremai, dari Ketinggian hingga Misterinya!

- Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dan keempat tertinggi di Pulau Jawa, dengan trek terjal yang lebih cocok bagi pendaki berpengalaman.
- Pendaki dapat memilih lima jalur resmi: Linggarjati, Palutungan, Linggasana, Apuy, dan Sadarehe; Apuy populer karena akses mudah, sementara Linggarjati dan Sadarehe menuntut kewaspadaan lebih.
- Ciremai menjadi habitat edelweis, menawarkan sunrise, lautan awan, serta kawah berasap; gunung ini juga dikenal menyimpan cerita mistis, terutama di Pos Pasir Kuda.
Membahas gunung di Jawa Barat, banyak orang lebih tertarik mendaki Gunung Gede Pangrango. Dua gunung ini memang cukup populer di kalangan pendaki. Selain ramah bagi pemula, Gunung Gede-Pangrango juga memiliki banyak spot cantik untuk diabadikan dalam jepretan kamera. Namun, jika kamu mau mencoba tantangan baru dengan trek pendakian yang lebih sulit, maka Gunung Ciremai jelas harus jadi destinasi utama.
Terletak di perbatasan antara Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, Ciremai sebenarnya gak kalah cantik dari gunung lainnya di Jawa Barat. Namun, di balik pemandangannya yang bikin terpesona, Gunung Ciremai juga menyimpan banyak fakta menarik yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang.
1. Gunung Ciremai merupakan salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa
Gunung Ciremai memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dibandingkan dengan Semeru dan Rinjani, Ciremai memang kalah tinggi. Namun, di Jawa Barat, gunung ini menempati posisi pertama. Sedangkan untuk Pulau Jawa, gunung ini menempati posisi keempat tertinggi.
Layaknya gunung dengan ketinggian di atas 3.000 meter lainnya, Gunung Ciremai juga menawarkan trek pendakian yang menantang. Mulai dari jalur yang sangat terjal, tanjakan panjang yang bikin kaki pegal, hingga estimasi waktu pendakian yang lebih lama daripada gunung lainnya.
Kebanyakan pendaki yang datang ke sini adalah mereka yang sudah berpengalaman. Jika kamu baru mulai mendaki, Ciremai sebaiknya disimpan sebagai tujuan terakhir setelah kamu berhasil menaklukkan gunung-gunung lain yang lebih rendah.
2. Terdapat total lima jalur pendakian untuk sampai ke puncak

ilustrasi seorang pendaki di jalur menuju puncak Gunung Ciremai (instagram.com/_ andsant13) Untuk menggapai puncak Gunung Ciremai, pendaki bisa menggunakan salah satu dari lima jalur resmi yang tersedia. Jalur-jalur ini di antaranya adalah Jalur Linggarjati, Palutungan, Linggasana, Apuy, dan Sadarehe. Dari kelima jalur ini, Jalur Apuy adalah yang paling populer di kalangan pendaki karena akses menuju basecamp yang mudah. Rutenya juga gak terlalu ekstrem dengan estimasi pendakian sekitar 8 jam menuju puncak.
Sebaliknya dengan Apuy, Linggarjati dikenal sebagai jalur paling menantang. Rutenya curam dengan estimasi pendakian sekitar 7-8 jam tergantung pada kekuatan fisik masing-masing pendaki. Jalur lain yang harus diwaspadai adalah Jalur Sadarehe. Berbeda dengan jalur lain, jalur ini sebaiknya dilewati bersama guide. Selain karena lebih sepi, vegetasi yang rapat juga bisa membuat kita mudah tersesat.
3. Gunung Ciremai juga merupakan habitat bunga edelweis
Mendaki Gunung Ciremai memang melelahkan, tetapi semua rasa lelah itu sepadan dengan pemandangan yang ditawarkan. Gak banyak yang tahu kalau atap tertinggi di Jawa Barat ini merupakan salah satu habitat asli bunga edelweis. Bunga keabadian sendiri dapat ditemukan di beberapa spot di jalur pendakian, termasuk jalur menuju summit.
Selain edelweis, para pendaki juga akan dimanjakan dengan sunrise yang cantik lengkap dengan lautan awan. Suasananya akan semakin dramatis dengan asap tipis yang mengepul dari kawah besar di puncak. Namun, untuk bisa menyaksikan fenomena satu ini, pengunjung harus memulai pendakian pada hari ini saat jalur masih gelap.
4. Dikenal sebagai salah satu gunung terangker di Jawa Barat

ilustrasi Gunung Ciremai, Jawa Barat (unsplash.com/Irfan Maulidi) Di balik lanskap alam yang memesona, Gunung Ciremai juga menyimpan banyak misteri. Gunung ini sendiri dikenal sebagai salah satu yang terangker di Jawa Barat. Banyak pendaki kerap mendengar suara gamelan di jalur pendakian dan mengalami kejadian mistis lainnya. Dari semua spot pendakian, Pos Pasir Kuda dianggap sebagai lokasi yang paling angker.
Di pos ini, banyak pendaki kerap mendengar suara derap kaki kuda yang diyakini merupakan kuda tentara Jepang yang terbunuh selama masa penjajahan. Konon, pada era Belanda dan Jepang, banyak pekerja paksa di perkebunan dekat Jalur Apuy yang meninggal dunia. Gak sedikit dari jasad-jasad ini yang dibiarkan tergeletak hingga membusuk.
Pendakian Gunung Ciremai bukan hanya menawarkan tantangan semata. Di balik trek pendakian yang menguras tenaga, gunung ini juga menyembunyikan pesona sekaligus misteri yang bikin bulu kuduk merinding. Jadi, apa kamu berani menginjakkan kaki di Gunung Ciremai? Pastikan kamu sudah mempersiapkan fisik dan mental sebelum berangkat, ya!










![[QUIZ] Pilih Kota Favoritmu dan Temukan Event yang Menarik Kamu Datangi!](https://image.idntimes.com/post/20260504/upload_08e051f7248b52f6087758fa92030873_fecbaeea-355a-4283-842d-e4c1cfd419a2_watermarked_idntimes-1.png)


![[QUIZ] Dari Karakter Upin dan Ipin Idolamu, Kami Tahu Pantai di Bali yang akan Kamu Kunjungi!](https://image.idntimes.com/post/20250430/cover-c75c5f13c53b4ed9e9a67e46544b465f.jpg)







