Harga Tiket Pendakian Gunung Ciremai Naik, Jadi Rp120 Ribu!

- Tiket pendakian Gunung Ciremai kini Rp110.000 pada hari kerja dan Rp120.000 saat akhir pekan, mencakup PNBP, pemeriksaan kesehatan, asuransi, serta jasa pengelolaan.
- Gunung Ciremai setinggi 3.078 mdpl berada di perbatasan Kuningan, Majalengka, dan Cirebon; puncaknya memiliki dua kawah serta panorama lautan awan.
- Tersedia lima jalur pendakian dengan tingkat kesulitan dan durasi berbeda; Jalur Sadarehe wajib melalui pelaporan ke taman nasional dan didampingi pemandu berpengalaman.
Menyandang gelar sebagai puncak tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini memang sudah lama menjadi incaran banyak pendaki. Kebanyakan dari mereka merupakan pendaki berpengalaman yang ingin menguji diri dengan menaklukkan jalur pendakian Gunung Ciremai yang terkenal terjal.
Namun, layaknya gunung populer lain, mendaki Gunung Ciremai juga tidak boleh sembarangan. Selain mengurus surat izin masuk kawasan konservasi alias SIMAKSI, kamu juga perlu membayar biaya tiket pendakian. Berikut penjelasan lengkapnya!
1. Lokasi dan daya tarik Gunung Ciremai

ilustrasi pemandangan dari puncak Gunung Ciremai (unsplash.com/Reki Agung Rediana) Nama Gunung Ciremai mungkin gak setenar gunung-gunung tinggi lainnya, seperti Rinjani atau Semeru. Namun, sebagai atap tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai juga menawarkan pengalaman yang tidak kalah menyenangkan. Secara geografis, Gunung Ciremai berada di perbatasan tiga kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon. Di puncaknya, gunung ini memiliki dua kawah berdampingan.
Ketika matahari terbit dari timur, pemandangan di puncak akan terlihat begitu dramatis dengan lautan awan putih sejauh mata memandang. Pesona Gunung Ciremai gak hanya ada di puncaknya aja. Gunung satu ini juga merupakan kawasan cagar alam dan habitat bagi banyak flora serta fauna langka. Jika kamu beruntung mendaki pada waktu yang tepat, kamu bahkan bisa menemukan hamparan bunga edelweis yang sedang mekar di beberapa jalur pendakian.
2. Jalur pendakian Gunung Ciremai

ilustrasi seorang pendaki berjalan di jalur sendirian (unsplash.com/Alvian Hasby) Semakin tinggi sebuah gunung, jalur menuju puncaknya juga akan semakin sulit ditaklukkan. Hal yang sama juga berlaku untuk Gunung Ciremai. Untuk mencapai puncak Ciremai. Terdapat lima jalur pendakian yang bisa kamu pilih.
Jalur pertama adalah Jalur Apuy yang merupakan jalur paling populer di kalangan pendaki. Selain karena aksesnya yang mudah dijangkau dari Terminal Majalengka, Jalur Apuy juga memiliki medan yang gak terlalu ekstrem. Waktu tempuhnya cukup singkat, yakni sekitar 8 jam, dengan bunga edelweis dan Goa Walet sebagai spot terbaik untuk dikunjungi.
Jalur Palutungan terletak di Kuningan juga cukup populer. Sama seperti Apuy, Jalur Palutungan juga memiliki rute yang cukup bersahabat. Hanya saja, pendakian lewat jalur ini memakan waktu sedikit lebih lama, yakni sekitar 9 jam.
Masih di Kuningan, kamu akan menemukan Jalur Linggasana. Jalur ini termasuk jalur yang direkomendasikan karena selain informasi pendakian yang mudah didapat, basecamp-nya juga terkelola dengan baik. Sayangnya, Jalur Linggasana termasuk jalur yang panjang dengan estimasi waktu pendakian sekitar 10 jam.
Berdekatan dengan Linggasana, terdapat juga Jalur Linggarjati. Untuk jalur yang satu ini, kamu perlu mempersiapkan fisik dan tenaga karena rutenya merupakan yang terpanjang di Ciremai dengan waktu tempuh sekitar 12 jam lebih.
Terakhir, ada Jalur Sadarehe. Khusus untuk jalur ini, kamu tidak bisa sembarangan masuk. Untuk melewati jalur ini, kamu perlu melapor ke pihak Taman Nasional Gunung Ciremai dan wajib ditemani oleh pemandu berpengalaman. Bukan apa-apa, jalur ini termasuk jalur baru dan masih sangat alami. Jalur gak selalu terlihat, membuat pendaki yang gak punya pengalaman bisa tersesat dengan mudah.
3. Harga tiket dan fasilitas pendakian Gunung Ciremai

ilustrasi tenda di jalur pendakian (unsplash.com/Francesco Liotti) Untuk bisa mendaki Gunung Ciremai dan mencapai kawah ganda, kamu perlu menyiapkan biaya tiket sebesar Rp110.000 di hari kerja dan Rp120.000 untuk pendakian saat akhir pekan. Harga tiket ini sudah termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp50.000, pemeriksaan kesehatan Rp20.000, biaya asuransi Rp1.500, dan biaya jasa pengelolaan sebesar Rp48.500. Sekilas terasa mahal, semua biaya ini nantinya akan digunakan untuk pengelolaan taman nasional serta jalur pendakian Gunung Ciremai.
Selain itu, Gunung Ciremai juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pendaki. Mulai dari toilet gratis dan tempat ibadah di basecamp, shelter, serta fasilitas untuk mendukung kebersihan, seperti trash bag. Di area basecamp juga terdapat warung dan disediakan tempat untuk mendirikan tenda. Terakhir, pendaki yang berhasil menyelesaikan pendakian juga akan mendapatkan sertifikat dan piagam dari pihak taman nasional.
Buat kamu yang berdomisili di Jawa Barat dan ingin mencoba tantangan baru dalam mendaki, Gunung Ciremai bisa jadi destinasi yang tepat. Gunung satu ini memang gak setinggi Semeru atau Rinjani di Lombok, tetapi jalur yang terjal dan waktu pendakian yang panjang cukup menguras tenaga. Pastikan kamu menyiapkan fisik sebaik mungkin, ya!


![[QUIZ] Cari Tahu Destinasi Sejarah Kemerdekaan untuk Liburanmu](https://image.idntimes.com/post/20250812/upload_d4064d70e65027456af2946005d8bbf1_07dc90ec-0b4b-4e48-98b2-9dbe521174d9.png)

![[QUIZ] Dari Kegiatan 17 Agustusan Favoritmu, Kamu Bakal Liburan ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260726/whatsapp-image-2026-07-26-at-19_f24f98b0-eee0-4278-bdaf-5552ce8485ec_watermarked_idntimes-1.jpeg)

![[QUIZ] Cari Tahu Destinasi Kemerdekaan di Surabaya untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20250528/kota-lama-surabaya-ede7f88f47b194ddbad605f674c56773.jpg)













