ilustrasi cek interior kereta (pexels.com/www.kaboompics.com)
Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI. Masukkan stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal perjalanan, dan jumlah penumpang, lalu pilih jadwal kereta yang ingin dibeli. Setelah detail perjalanan terbuka, periksa bagian informasi fasilitas atau Train Details apabila sudah tersedia untuk jadwal tersebut.
Pada bagian itu, foto interior dapat digunakan sebagai gambaran kondisi kabin, seperti warna kursi, bentuk tempat duduk, dan tata letak di dalam gerbong. Perhatikan pula kelas yang dipilih karena satu perjalanan bisa menyediakan lebih dari satu kelas dengan desain interior yang berbeda.
Foto kelas eksekutif, misalnya, tidak bisa dijadikan patokan untuk membayangkan kondisi gerbong ekonomi pada perjalanan yang sama. Misalnya, kamu ingin mencoba kereta Anggrek karena pernah melihat foto interior dengan kursi merah. Setelah menemukan jadwal Anggrek di Access by KAI, buka informasi fasilitasnya dan periksa foto untuk kelas yang akan dibeli. Jika foto yang ditampilkan memperlihatkan interior yang berbeda, jangan langsung menganggap seluruh perjalanan Anggrek menggunakan desain tersebut. Informasi itu perlu dicocokkan dengan jenis rangkaian yang digunakan pada jadwal keberangkatan pilihanmu.
Bagaimana jika foto interior tidak muncul di aplikasi? Jangan menjadikan foto dari unggahan penumpang lain sebagai kepastian bahwa kereta yang akan dinaiki memiliki tampilan serupa. Kamu bisa menghubungi Contact Center KAI melalui nomor 121 atau kanal resmi KAI121 untuk meminta informasi lebih lanjut. Siapkan tanggal keberangkatan, stasiun asal dan tujuan, jam keberangkatan, serta nama dan nomor kereta yang tertera pada hasil pencarian tiket.
Pertanyaan yang disampaikan sebaiknya dibuat spesifik. Contohnya, "Untuk KA Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir pada tanggal [tanggal] dengan jadwal keberangkatan [jam], apakah rangkaian yang digunakan memiliki interior kursi merah? Apakah jenis rangkaiannya sudah dipastikan atau masih bisa berubah?" Pertanyaan seperti ini akan membantu petugas memahami bahwa informasi yang dibutuhkan bukan sekadar fasilitas umum, melainkan jenis gerbong yang direncanakan untuk perjalanan tertentu.