Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Gunung yang Asyik Didaki saat Musim Kemarau, Jalurnya Ramah Pemula

5 Gunung yang Asyik Didaki saat Musim Kemarau, Jalurnya Ramah Pemula
Potret Gunung Prau (commons.wikimedia.org/Ahmad Hifni Azhar)
Intinya Sih
  • Musim kemarau dianggap waktu terbaik bagi pendaki pemula karena cuaca cerah, jalur kering, dan pemandangan alam yang lebih jelas serta aman untuk eksplorasi pertama.
  • Lima gunung direkomendasikan untuk pemula: Prau, Andong, Batur, Papandayan, dan Ijen—semuanya memiliki trek ringan, durasi singkat, serta panorama indah saat musim panas.
  • Setiap gunung menawarkan keunikan tersendiri seperti sunrise di Prau dan Batur, kawah aktif di Papandayan, hingga fenomena blue fire di Ijen yang makin jelas saat cuaca cerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jika kamu baru ingin mencoba hobi mendaki gunung, musim panas bisa menjadi waktu yang paling pas untuk memulai petualangan pertama. Cuaca yang lebih cerah dan jalur yang cenderung kering membuat perjalanan terasa lebih aman dan nyaman bagi pendaki pemula.

Selain itu, pemandangan alam saat musim panas juga terlihat lebih jelas, sehingga pengalaman mendaki terasa semakin menyenangkan. Para pendaki bisa menikmati awan biru, gumpalan awan yang unik, hingga pemandangan sunrise dan sunset dengan jelas tanpa terhalang mendung atau hujan.

Menariknya, tidak semua gunung memiliki jalur ekstrem yang membuat pemula merasa takut, lho. Ada beberapa gunung di Indonesia yang terkenal dengan trek ramah pemula, waktu pendakian yang relatif singkat, dan fasilitas yang cukup lengkap.

Jika kamu sedang mencari rekomendasi gunung untuk pendakian pertama saat musim panas atau musim kemarau seperti sekarang, berikut daftar gunung yang bisa kamu daki. Dijamin pengalaman mendaki pertamamu akan mengesankan!

1. Gunung Prau

Gunung Prau sering menjadi pilihan utama bagi pendaki pemula yang ingin mencoba naik gunung tanpa jalur terlalu berat. Gunung ini memiliki trek yang cukup jelas dengan medan yang tidak terlalu ekstrem dibandingkan gunung tinggi lainnya. Waktu pendakiannya juga relatif singkat, sehingga tidak terlalu menguras tenaga.

Alasan Gunung Prau cocok didaki saat musim panas, karena jalurnya menjadi lebih aman dan tidak licin. Cuaca cerah membuat pendaki bisa menikmati pemandangan sunrise yang terkenal sangat indah dari puncaknya. Area camping di Gunung Prau cukup luas, sehingga pemula dapat beristirahat dengan lebih nyaman.

2. Gunung Andong

Potret Gunung Andong
Potret Gunung Andong (commons.wikimedia.org/Bellabangsa23)

Gunung Andong dikenal sebagai gunung pendek yang memiliki jalur pendakian ringan dan mudah diikuti. Banyak pendaki menjadikan Gunung Andong sebagai tempat latihan sebelum mencoba gunung dengan medan lebih menantang. Durasi pendakiannya cukup singkat, sehingga cocok bagi orang yang belum terbiasa hiking.

Saat musim panas, perjalanan menuju puncak Gunung Andong terasa lebih nyaman, karena minim kabut dan hujan. Alasan lainnya, gunung ini ramah pemula, karena akses menuju basecamp yang mudah dijangkau kendaraan. Dari puncaknya, pendaki juga dapat menikmati panorama deretan gunung lain yang terlihat sangat cantik saat cuaca cerah.

3. Gunung Batur

Gunung Batur menjadi salah satu destinasi hiking favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Jalur pendakiannya tidak terlalu curam, sehingga masih nyaman untuk pemula yang baru pertama kali naik gunung. Banyak wisatawan memilih mendaki dini hari untuk menikmati sunrise dari puncak Gunung Batur.

Alasan Gunung Batur cocok untuk pendakian musim panas, karena kondisi jalurnya lebih kering dan aman dilewati. Selain itu, waktu tempuh menuju ke puncak hanya sekitar dua jam, sehingga tidak terlalu melelahkan. Pemandangan Danau Batur dan langit pagi dari atas gunung juga menjadi daya tarik utama yang membuat pendaki ingin kembali lagi.

4. Gunung Papandayan

Potret Gunung Papandayan
Potret Gunung Papandayan (commons.wikimedia.org/Eko Raharjo)

Gunung Papandayan terkenal dengan jalur yang relatif landai, sehingga nyaman bagi pendaki pemula. Trek menuju ke area camping tidak terlalu menanjak dan jalurnya cukup lebar. Kondisi tersebut membuat banyak orang merasa lebih aman saat mendaki bersama teman atau keluarga.

Saat musim panas, panorama Gunung Papandayan terlihat semakin indah, karena cuaca cerah dan minim hujan. Alasan lain gunung ini cocok untuk pemula adalah adanya banyak spot menarik seperti kawah aktif dan Hutan Mati yang unik untuk dijelajahi. Pendaki juga tidak perlu terlalu khawatir, karena fasilitas di kawasan wisata cukup memadai.

5. Gunung Ijen

Gunung Ijen menjadi destinasi favorit bagi pemula yang ingin menikmati pengalaman mendaki berbeda. Jalurnya cukup jelas dan sering dilalui wisatawan, sehingga lebih mudah diikuti. Meski tetap membutuhkan stamina, medan pendakiannya masih tergolong ramah untuk first timer.

Alasan Gunung Ijen cocok didaki saat musim panas, karena cuaca cerah membuat fenomena blue fire dan kawah terlihat lebih jelas. Jalur pendakian juga cenderung lebih stabil dibanding saat musim hujan. Selain menikmati pemandangan alam, pendaki bisa mendapatkan pengalaman langka melihat kawah berwarna hijau toska yang sangat ikonik.

Kalau kamu masih bingung ingin mencoba pendakian pertama di mana, beberapa gunung tadi bisa jadi pilihan yang aman dan nyaman untuk pemula. Tinggal sesuaikan saja dengan lokasi, waktu liburan, dan tipe jalur yang paling cocok buat kamu, deh!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu

Related Articles

See More