Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Membawa Perbekalan Ramah Lingkungan saat Mendaki Gunung

5 Tips Membawa Perbekalan Ramah Lingkungan saat Mendaki Gunung
ilustrasi camping (pexels.com/Thirdman)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan pentingnya tanggung jawab pendaki dalam menjaga kelestarian alam dengan membawa perbekalan ramah lingkungan selama mendaki gunung.
  • Dianjurkan menggunakan botol, wadah, dan alat makan yang dapat digunakan ulang serta memilih makanan dengan kemasan minimal untuk mengurangi sampah.
  • Pendaki diingatkan membawa kantong sampah khusus dan menghindari produk sekali pakai agar jalur pendakian tetap bersih dan kegiatan lebih berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mendaki gunung bukan hanya soal menikmati keindahan alam dan menaklukkan jalur yang menantang. Sebagai pendaki, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi tujuan perjalanan. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membawa perbekalan yang ramah lingkungan.

Selain membantu mengurangi sampah di alam bebas, kebiasaan ini juga membuat kegiatan mendaki menjadi lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Berikut lima tips membawa perbekalan ramah lingkungan saat mendaki gunung yang bisa diterapkan sebelum memulai petualangan.

1. Gunakan botol minum dan wadah makan yang dapat digunakan ulang

https://unsplash.com/id/foto/orang-yang-memegang-gelas-plastik-biru-ef5Ex8aZdNY
ilustrasi tumbler (unsplash.com/Bluewater Sweden)

Salah satu sumber sampah yang sering ditemukan di jalur pendakian adalah botol plastik sekali pakai. Untuk menguranginya, bawalah botol minum yang dapat digunakan berulang kali. Seperti botol berbahan stainless steel atau plastik bebas BPA.

Selain botol minum, gunakan pula kotak makan yang dapat dipakai berkali-kali. Dengan membawa wadah sendiri, tidak perlu membeli makanan atau minuman dalam kemasan sekali pakai. Cara ini tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga membantu menghemat biaya selama perjalanan.

2. Pilih makanan dengan kemasan minimal

https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-hidangan-kuning-penuh-warna-7488446/
ilustrasi makanan kalengan (pexels.com/Karen Laek Boshoff)

Saat menyiapkan logistik pendakian, cobalah memilih bahan makanan yang memiliki kemasan seminimal mungkin. Misalnya, membeli makanan dalam ukuran besar lalu membaginya ke dalam wadah yang bisa digunakan kembali.

Hindari membawa terlalu banyak makanan dengan kemasan sachet atau plastik kecil karena akan menghasilkan banyak sampah. Jika terpaksa membawa makanan berkemasan, pastikan semua sampahnya disimpan dan dibawa turun kembali. Semakin sedikit kemasan yang dibawa, semakin ringan pula beban yang harus dibawa selama pendakian.

3. Gunakan alat makan ramah lingkungan

https://www.pexels.com/id-id/foto/sendok-kotor-dekil-kumuh-7879763/
ilustrasi peralatan ramah lingkungan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Banyak pendaki masih menggunakan sendok, garpu, atau gelas plastik sekali pakai karena dianggap praktis. Padahal, kebiasaan ini dapat meningkatkan jumlah sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Sebagai gantinya, bawalah alat makan pribadi yang terbuat dari stainless steel, bambu, atau bahan lain yang tahan lama. Saat ini tersedia berbagai set alat makan lipat yang ringan dan mudah dibawa. Dengan perlengkapan tersebut, kita dapat menikmati makanan di alam terbuka tanpa meninggalkan sampah tambahan.

4. Pastikan membawa kantong sampah khusus

https://www.pexels.com/id-id/foto/sampah-plastik-sisa-limbah-5994772/
ilustrasi kantong sampah (pexels.com/Suparerg suksai)

Prinsip penting dalam pendakian adalah membawa turun kembali semua sampah yang dihasilkan. Karena itu, jangan lupa menyiapkan kantong sampah khusus di dalam tas. Pisahkan sampah organik dan anorganik agar lebih mudah dikelola setelah turun gunung.

Jika memungkinkan, gunakan kantong sampah yang kuat dan dapat dipakai berulang kali. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Sekaligus membantu menjaga jalur pendakian tetap bersih dan nyaman bagi pendaki lainnya.

5. Hindari produk sekali pakai yang tidak diperlukan

https://www.pexels.com/id-id/foto/desain-rancangan-bersih-kesehatan-3963104/
ilustrasi tisu (pexels.com/Vie Studio)

Sebelum berangkat, periksa kembali perlengkapan yang akan dibawa. Hindari membawa tisu basah berlebihan, sedotan plastik, piring sekali pakai, atau produk lain yang hanya digunakan sesaat lalu dibuang.

Sebagai alternatif, gunakan saputangan kain, handuk kecil, atau perlengkapan lain yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Selain mengurangi volume sampah, cara ini juga membuat barang bawaan menjadi lebih efisien. Semakin sedikit produk sekali pakai yang dibawa, semakin kecil pula dampak lingkungan yang ditimbulkan selama pendakian.

Membawa perbekalan ramah lingkungan saat mendaki gunung merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi alam. Dengan menggunakan perlengkapan yang dapat dipakai ulang, mengurangi kemasan sekali pakai, serta bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan, setiap pendaki dapat berkontribusi menjaga keindahan gunung tetap lestari. Ingat, alam yang bersih hari ini menjadi warisan berharga bagi para pendaki di masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More