Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gunung Kembang Punya Berapa Jalur Pendakian? Ini Penjelasan Lengkapnya

potret Gunung Kembang
potret Gunung Kembang (google.com/maps/Zani Fatqurrohman)

Gunung Kembang sendiri dikenal sebagai “anak” Gunung Sindoro dan berada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dengan ketinggian sekitar 2.340 mdpl, gunung ini sering dianggap remeh, padahal punya trek yang cukup menguras tenaga.

Menariknya lagi, Gunung Kembang merupakan gunung aktif yang mengalami pertambahan ketinggian setiap tahunnya. Meski aktivitas vulkaniknya relatif kecil, fakta ini tetap membuat pendaki perlu lebih waspada dan menghormati alam selama pendakian.

Lalu, sebenarnya ada berapa jalur pendakian Gunung Kembang? Secara resmi, terdapat dua jalur pendakian, yaitu via Lengkong dan via Blembem. Keduanya punya karakter yang berbeda dan cocok untuk tipe pendaki yang berbeda pula. Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Via Lengkong, jalur favorit pendaki lokal

potret Gunung Kembang
potret Gunung Kembang (google.com/maps/Denis Waskito)

Jalur Lengkong bisa dibilang sebagai jalur paling populer untuk mendaki Gunung Kembang. Basecamp-nya berada di Desa Lengkong, Kabupaten Wonosobo dan sering jadi pilihan karena aksesnya relatif mudah dijangkau. Jalur ini juga sudah cukup dikenal oleh pendaki lokal sehingga informasi soal trek dan kondisi jalur lebih mudah didapat.

Karakter jalur Lengkong didominasi oleh hutan dengan vegetasi rapat. Trek tanah yang licin saat hujan jadi tantangan utama, jadi kamu gak boleh meremehkan persiapan logistik dan fisik. Meski begitu, jalur ini punya bonus berupa suasana alam yang masih asri dan relatif sepi dibanding gunung-gunung populer lain di Jawa Tengah.

2. Via Blembem, jalur lebih menantang dan sepi

potret Gunung Kembang
potret Gunung Kembang (google.com/maps/Denis Waskito)

Jalur Blembem dikenal sebagai jalur yang lebih sunyi dan menantang. Jalur ini cocok buat kamu yang ingin pengalaman pendakian lebih “liar” dan minim keramaian. Namun, konsekuensinya jelas: navigasi harus lebih matang dan fisik gak boleh setengah-setengah.

Trek via Blembem cenderung lebih terjal di beberapa titik. Pendaki disarankan sudah punya pengalaman sebelumnya karena jalur ini gak selalu punya penanda yang jelas. Meski begitu, banyak pendaki menyebut jalur ini justru terasa lebih “Gunung Kembang banget” karena nuansa hutan dan kesunyiannya masih sangat terjaga.

3. Karakter Gunung Kembang yang sering diremehkan

ilustrasi pendaki gunung
ilustrasi pendaki gunung (pexels.com/Ben Maxwell)

Meski hanya setinggi 2.340 mdpl, Gunung Kembang gak bisa dianggap gunung “pemanasan”. Jalurnya dikenal cukup panjang dengan tanjakan konsisten yang bikin stamina cepat terkuras. Inilah alasan kenapa banyak pendaki merasa Gunung Kembang lebih berat dari yang dibayangkan.

Selain itu, statusnya sebagai gunung aktif membuat pendaki perlu memperhatikan info terbaru dari pengelola basecamp. Pendakian tetap aman dilakukan, tapi sikap waspada dan disiplin harus selalu diutamakan. Jangan sampai euforia mendaki bikin kamu lupa soal keselamatan.

4. Jalur mana yang paling cocok buat kamu?

ilustrasi pendaki gunung
ilustrasi pendaki gunung (pexels.com/Ali Kazal)

Jawaban soal jalur pendakian Gunung Kembang ada berapa memang cuma dua, tapi pilihan terbaiknya tergantung tujuan dan pengalaman kamu. Kalau kamu pendaki pemula yang ingin jalur lebih jelas dan banyak referensi, via Lengkong jelas lebih disarankan. Sementara itu, via Blembem lebih cocok buat pendaki berpengalaman yang ingin suasana sepi dan tantangan ekstra.

Apapun jalur yang kamu pilih, pastikan persiapan matang, izin lengkap, dan tetap menjaga etika pendakian. Gunung Kembang mungkin “anak” Gunung Sindoro, tapi soal tantangan, gunung ini sama sekali tidak bisa dianggap remeh.

Pada akhirnya, Gunung Kembang bukan cuma soal angka ketinggian atau jumlah jalur pendakian. Dengan dua jalur resmi yang sama-sama menantang, gunung ini mengajarkan hal penting yakni persiapan dan sikap menghormati alam gak bisa ditawar.

Entah kamu memilih via Lengkong yang lebih populer atau via Blembem yang sepi dan menuntut mental, setiap langkah di Gunung Kembang selalu punya cerita. Jadi sebelum berangkat, pastikan niatmu bukan sekadar “menaklukkan”, tapi juga menikmati dan pulang dengan selamat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Apakah Carrier 45L Bisa Masuk Kabin Pesawat? Ini Aturannya Jelasnya

21 Jan 2026, 21:15 WIBTravel