ilustrasi seorang pendaki berjalan di jalur sendirian (unsplash.com/Alvian Hasby)
Semakin tinggi sebuah gunung, jalur menuju puncaknya juga akan semakin sulit ditaklukkan. Hal yang sama juga berlaku untuk Gunung Ciremai. Untuk mencapai puncak Ciremai. Terdapat lima jalur pendakian yang bisa kamu pilih.
Jalur pertama adalah Jalur Apuy yang merupakan jalur paling populer di kalangan pendaki. Selain karena aksesnya yang mudah dijangkau dari Terminal Majalengka, Jalur Apuy juga memiliki medan yang gak terlalu ekstrem. Waktu tempuhnya cukup singkat, yakni sekitar 8 jam, dengan bunga edelweis dan Goa Walet sebagai spot terbaik untuk dikunjungi.
Jalur Palutungan terletak di Kuningan juga cukup populer. Sama seperti Apuy, Jalur Palutungan juga memiliki rute yang cukup bersahabat. Hanya saja, pendakian lewat jalur ini memakan waktu sedikit lebih lama, yakni sekitar 9 jam.
Masih di Kuningan, kamu akan menemukan Jalur Linggasana. Jalur ini termasuk jalur yang direkomendasikan karena selain informasi pendakian yang mudah didapat, basecamp-nya juga terkelola dengan baik. Sayangnya, Jalur Linggasana termasuk jalur yang panjang dengan estimasi waktu pendakian sekitar 10 jam.
Berdekatan dengan Linggasana, terdapat juga Jalur Linggarjati. Untuk jalur yang satu ini, kamu perlu mempersiapkan fisik dan tenaga karena rutenya merupakan yang terpanjang di Ciremai dengan waktu tempuh sekitar 12 jam lebih.
Terakhir, ada Jalur Sadarehe. Khusus untuk jalur ini, kamu tidak bisa sembarangan masuk. Untuk melewati jalur ini, kamu perlu melapor ke pihak Taman Nasional Gunung Ciremai dan wajib ditemani oleh pemandu berpengalaman. Bukan apa-apa, jalur ini termasuk jalur baru dan masih sangat alami. Jalur gak selalu terlihat, membuat pendaki yang gak punya pengalaman bisa tersesat dengan mudah.