Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
⁠Harga Tiket Taman Hiburan Jepang Naik, Ini Daftarnya!
Super Nintendo World di Universal Studio Japan (dok. IDN Times/Naufal Al Rahman)
  • Sejumlah taman hiburan Jepang menaikkan tarif akibat biaya tenaga kerja dan listrik, sambil menerapkan dynamic pricing berdasarkan musim, hari, serta tingkat kepadatan pengunjung.
  • Tokyo Disney Resort menaikkan tiket dewasa maksimum menjadi 12.400 yen pada musim gugur 2026; Sanrio Puroland menaikkan tarif tertinggi menjadi 6.900 yen sejak awal Agustus.
  • Universal Studios Japan menerapkan dynamic pricing mulai September 2026. Teikoku Databank menilai kenaikan saat inflasi berpotensi menurunkan pengunjung dan menyarankan tarif khusus wisatawan asing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Taman hiburan menjadi salah satu daya tarik wisata Jepang yang membuat para wisatawan dari berbagai belahan dunia ramai berdatangan. Beragam wahana, atraksi, dan pengalaman bertema membuat tempat-tempat ini hampir selalu ramai, terutama ketika memasuki musim liburan.

Namun, wisatawan yang sudah berencana mengunjungi taman hiburan di Jepang perlu memperhatikan perubahan harga tiket yang mulai diterapkan sejumlah pengelola. Dilansir dari The Japan Times, Selasa (18/8/2026), kenaikan harga tersebut berkaitan dengan meningkatnya biaya operasional, termasuk tenaga kerja dan listrik.

Selain itu, sejumlah taman hiburan mulai menerapkan dynamic pricing, yakni sistem yang membuat harga tiket berbeda berdasarkan musim, hari, dan tingkat kepadatan pengunjung. Lantas, taman hiburan mana saja yang menaikkan harga tiket dan berapa tarif terbarunya? Berikut daftarnya.

1. Tokyo Disney Resort

Tokyo Disney Resort, yang mencakup Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea, menaikkan batas atas harga tiketnya. Harga tiket dewasa yang sebelumnya mencapai 10.900 Yen (sekitar Rp1,21 juta) akan naik menjadi 12.400 yen (sekitar Rp1,38 juta) pada musim gugur 2026. Artinya, terdapat kenaikan 1.500 Yen atau sekitar 13,8 persen.

Untuk anak usia 4–12 tahun, harga maksimum naik dari 5.600 Yen (sekitar Rp626 ribu) menjadi 5.900 Yen (sekitar Rp659 ribu). Kenaikannya sebesar 300 Yen atau sekitar 5,4 persen.

Tak hanya harga tiket, operator Tokyo Disney Resort, Oriental Land, juga mengalami melakukan sejumlah perubahan pada layanan di dalam taman. Jumlah wahana yang tersedia melalui layanan berbayar Disney Premier Access akan ditambah mulai September mendatang. Di sisi lain, layanan gratis Priority Pass akan dihentikan pada akhir Agustus 2026.

2. Universal Studios Japan

Super Nintendo World di Universal Studio Japan (dok. IDN Times/Naufal Al Rahman)

Universal Studios Japan (USJ) di Osaka akan menerapkan sistem dynamic pricing baru mulai September 2026. Melalui sistem ini, harga tiket dapat berubah mengikuti tingkat kepadatan pengunjung. Tarif diperkirakan lebih tinggi pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Berbeda dari Tokyo Disney Resort dan Sanrio Puroland, laporan tersebut tidak mencantumkan nominal harga tiket USJ sebelum dan sesudah perubahan. Kebijakan yang diumumkan lebih berfokus pada penerapan sistem harga dinamis.

3. Sanrio Puroland

Sanrio Puroland di Tama, Tokyo, juga menaikkan harga tiket maksimum. Sebelumnya, harga tertinggi berada di angka 5.900 Yen (sekitar Rp660 ribu).

Mulai awal Agustus 2026, tarif tersebut naik menjadi 6.900 Yen (sekitar Rp771 ribu). Jadi, pengunjung harus membayar 1.000 Yen atau sekitar 16,9 persen lebih mahal. Sanrio Puroland juga menggunakan sistem harga berdasarkan tanggal kunjungan, sehingga tarif bisa berbeda sesuai tingkat keramaian.

Kenaikan harga tiket taman hiburan di Jepang tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya biaya operasional. Pengelola juga berupaya mengatur jumlah pengunjung, terutama pada periode yang biasanya sangat ramai karena secara tidak langsung wisatawan didorong untuk memilih waktu kunjungan di luar periode puncak.

Meski demikian, kebijakan tersebut mendapat perhatian dari salah satu lembaga riset terbesar di Jepang, Teikoku Databank. Lembaga tersebut menilai kenaikan harga di tengah inflasi berpotensi membuat jumlah pengunjung menurun. Teikoku Databank menyarankan, agar pengelola menerapkan tarif khusus wisatawan asing dapat menjadi alternatif yang lebih tepat dibandingkan menaikkan harga untuk seluruh pengunjung.

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana liburan ke Jepang, perubahan ini penting diperhitungkan dalam anggaran perjalanan. Selain tiket pesawat dan akomodasi, tiket taman hiburan bisa menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar, terutama jika ingin mengunjungi beberapa taman sekaligus. Jadi, siapkan bujet lebih jika mau berkunjung ke taman hiburan di atas, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article