Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

India Umumkan 11 Titik Masuk Baru bagi Pemegang e-Visa

India Umumkan 11 Titik Masuk Baru bagi Pemegang e-Visa
Taj Mahal di Agra, India (unsplash.com/Julian Yu)
  • India menambah 11 titik masuk e-Visa mulai 10 Agustus 2026, terdiri dari dua bandara dan sembilan perbatasan darat, sehingga totalnya menjadi 88 titik.
  • Bandara Bhopal dan Tirupati kini menerima pemegang e-Visa, sementara sembilan perlintasan baru mencakup jalur menuju Bangladesh, Bhutan, Myanmar, dan Pakistan.
  • e-Visa India tersedia bagi 172 kewarganegaraan; sekitar 95 persen permohonan diproses dalam 72 jam. Wisatawan juga wajib mengisi e-Arrival Card dan Air Suvidha 2.0.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Wisatawan asing pemegang e-Visa kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memasuki India sejak 10 Agustus 2026. Dilansir VisasNews, Kementerian Dalam Negeri India baru-baru ini mengumumkan penambahan 11 titik masuk baru yang akan memudahkan para turis.

Sementara itu, India hingga saat ini masih menjadi destinasi favorit orang-orang di seluruh dunia karena menawarkan berbagai kekayaan budaya klasik, arsitektur ikonik, hingga kuliner lezat. Perluasan ini mencakup 2 bandara dan 9 penyeberangan perbatasan darat.

  1. 1. India umumkan 11 titik masuk baru bagi pemegang e-Visa per 10 Agustus 2026

    Tirumala, Tirupati, Andhra Pradesh, India
    Tirumala, Tirupati, Andhra Pradesh, India (unsplash.com/Usha Kiran)

    Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Senin (10/8/2026), Kementerian Dalam Negeri India mengumumkan penambahan 11 titik masuk baru, sehingga wisatawan asing pemegang e-Visa atau visa elektronik dapat memasuki negara tersebut dengan lebih mudah. Perluasan ini mencakup 2 bandara dan 9 penyeberangan perbatasan darat yang meningkatkan jumlah titik masuk ke India menjadi 88.

    Sementara 2 bandara baru yang diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri adalah Bhopal, di negara bagian Madhya Pradesh dan Tirupati di Andhra Pradesh. Bandara-bandara tersebut bergabung dengan bandara-bandara lain, termasuk Delhi, Mumbai, Chennai, Bengaluru, Hyderabad, Kolkata, Jaipur, Goa, Kochi, Varanasi, dan Vijayawada sebagai titik kedatangan resmi bagi wisatawan asing dengan e-Visa. Dengan penambahan Bhopal dan Tirupati, pemerintah India kini mencantumkan 37 bandara yang tersedia bagi pemegang e-Visa.

  2. 2. Lebih banyak perbatasan darat yang bisa dimasuki pemegang e-Visa

    Hawa Mahal Road di Jaipur, India
    Hawa Mahal Road di Jaipur, India (unsplash.com/Aditya Siva)

    Perubahan terbesar menyangkut perbatasan darat India. Dilansir VisasNews, dalam pengumumannya, Kementerian Dalam Negeri India mencantumkan 9 titik perbatasan darat baru yang tersedia bagi wisatawan asing pemegang e-Visa. Berikut ini daftarnya.

    • Agartala
    • Darranga
    • Gede
    • Ghojadanga
    • Haridaspur
    • Jaigaon
    • Dawki
    • Moreh
    • Attari

    Perlintasan ini mencakup beberapa perbatasan darat internasional India, termasuk dengan Bangladesh, Bhutan, Myanmar, dan Pakistan. Agartala, Gede, Ghojadanga, Haridaspur, dan Dawki menyediakan jalur penyeberangan antara India dan Bangladesh. Jaigaon dan Darranga terletak di sepanjang rute yang menghubungkan India dengan Bhutan. Moreh berada di perbatasan dengan Myanmar, sementara Attari adalah jalur penyeberangan jalan utama antara India dan Pakistan.

    Oleh karena itu, perluasan ini juga dapat sangat bermanfaat bagi wisatawan asing dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, nih. Mareka dapat merencanakan perjalanan regional yang menggabungkan India dengan satu atau lebih negara tetangga yang berbatasan langsung.

  3. 3. e-Visa Indonesia kini terbuka bagi 172 negara

    ilustrasi visa
    ilustrasi visa (unsplash.com/Global Residence Index)

    Menurut angka yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri India, sekitar 78 persen dari semua visa yang dikeluarkan oleh India sekarang adalah e-Visa atau visa elektronik. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa sekitar 95 persen permohonan e-Visa akan diproses hanya dalam waktu 72 jam.

    Angka-angka ini tentunya menggambarkan betapa signifikannya pertumbuhan sistem tersebut sejak dirilis pada 2014. Awalnya hanya tersedia untuk warga negara dari 43 negara, e-Visa kini terbuka untuk 172 kewarganegaraan dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan perjalanan dan titik masuk yang semakin luas di seluruh negeri.

    Selain e-Visa, wisatawan asing juga harus mengisi e-Arrival Card dalam waktu 72 jam sebelum tiba di India, serta deklarasi kesehatan Air Suvidha 2.0, yang diberlakukan kembali pada Juni 2026 dan harus diserahkan sebelum pemeriksaan imigrasi. Warga Negara Indonesia yang membutuhkan e-Visa sebagai syarat masuk ke India tentunya dapat merasakan kemudahan ini per 10 Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More