Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Itinerary Long Weekend di Banyuwangi, Eksplorasi Alam Jawa Timur
ilustrasi wisata Banyuwangi (commons.wikimedia.org/Ziegler175)
  • Hari pertama berfokus pada pendakian Kawah Ijen untuk melihat blue fire dan danau toska, lalu mencicipi sego tempong serta rujak soto di pusat kota.
  • Hari kedua mengarahkan wisatawan ke Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, kemudian De Djawatan di Cluring yang dikenal dengan deretan pohon trembesi raksasa.
  • Hari ketiga menjelajahi Taman Nasional Alas Purwo, termasuk Savana Sadengan dan opsi Pantai Plengkung, sebelum membeli kopi, sale pisang, bagiak, atau olahan ikan sebagai oleh-oleh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata Jawa Timur yang cocok dikunjungi saat libur panjang. Berada di ujung timur Pulau Jawa, daerah ini menawarkan perpaduan wisata alam, budaya, hingga kuliner khas yang menarik untuk dijelajahi dalam waktu beberapa hari

Perjalanan ke Banyuwangi saat long weekend perlu dipersiapkan dengan baik karena jarak antar wisata cukup berjauhan. Supaya perjalanan lebih efisien, berikut itinerary menjelajahi Banyuwangi selama 3 hari 2 malam.

1. Hari pertama mengunjungi Kawah Ijen dan menikmati kuliner banyuwangi

Perjalanan hari pertama bisa dimulai dengan mengunjungi Kawah Ijen, salah satu destinasi paling terkenal di Banyuwangi. Kawasan ini berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, tepatnya di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan menuju Paltuding sebagai titik awal pendakian membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam menggunakan kendaraan.

Kawah Ijen terkenal dengan fenomena api biru atau blue fire yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Fenomena ini hanya dapat dilihat pada waktu tertentu sebelum matahari terbit karena muncul akibat pembakaran gas belerang di dalam kondisi minim cahaya. Selain itu, wisatawan juga dapat melihat danau kawah berwarna hijau toska yang dikelilingi tebing vulkanik.

Pendakian menuju Kawah Ijen membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dengan jalur yang cukup menanjak. Karena itu, wisatawan disarankan datang dengan kondisi tubuh yang prima serta membawa perlengkapan seperti jaket, masker, dan sepatu yang nyaman. Harga tiket masuk Kawah Ijen untuk wisatawan domestik sekitar Rp5.000 pada hari biasa dan Rp7.500 saat akhir pekan, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif berbeda. Jam kunjungan biasanya dimulai dini hari hingga siang, tetapi jadwal dapat berubah mengikuti kondisi kawasan.

Setelah turun dari Kawah Ijen, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menikmati kuliner khas Banyuwangi. Salah satu makanan yang wajib dicoba adalah sego tempong, yaitu nasi dengan lauk sederhana seperti ayam, ikan, tahu, tempe, sayuran rebus, serta sambal yang terkenal sangat pedas. Nama "tempong" sendiri berasal dari istilah lokal yang menggambarkan sensasi pedas sambalnya seperti tamparan di wajah.

Selain sego tempong, wisatawan juga dapat mencoba rujak soto, perpaduan unik antara rujak sayur dan kuah soto khas Banyuwangi. Hidangan ini menggunakan campuran sayuran, lontong, tahu, dan siraman kuah soto yang menghasilkan cita rasa gurih sekaligus segar. Kuliner khas ini banyak ditemukan di warung lokal sekitar pusat kota dengan harga mulai dari Rp15 ribuan hingga Rp30 ribuan per porsi.

2. Hari kedua menjelajahi Pantai Pulau Merah dan Hutan De Djawatan

Hari kedua bisa dimulai dengan mengunjungi Pantai Pulau Merah yang berada di Kecamatan Pesanggaran. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan menuju pantai ini membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam menggunakan kendaraan karena lokasinya berada di bagian selatan kabupaten. Meski cukup jauh, perjalanan tersebut akan terbayar dengan panorama pantai berpasir putih yang menjadi salah satu ikon wisata Banyuwangi.

Pantai Pulau Merah terkenal dengan bukit kecil di tengah laut yang terlihat jelas dari garis pantai. Saat air laut surut, wisatawan dapat berjalan lebih dekat menuju area bukit tersebut untuk menikmati pemandangan dari sisi yang berbeda. Ombaknya yang cukup konsisten juga membuat pantai ini populer sebagai lokasi berselancar, terutama bagi wisatawan yang ingin mencoba olahraga air.

Harga tiket masuk Pantai Pulau Merah relatif terjangkau, yaitu sekitar Rp10.000 per orang. Kawasan wisata ini biasanya buka mulai pagi hingga sore hari, sekitar pukul 07.00–17.00 WIB. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari area parkir, toilet, warung makan, hingga tempat penyewaan perlengkapan pantai untuk menunjang aktivitas wisatawan.

Setelah menikmati suasana pantai, perjalanan dapat dilanjutkan menuju De Djawatan, kawasan hutan dengan pepohonan trembesi raksasa yang berada di Kecamatan Cluring. Dari Pantai Pulau Merah, perjalanan menuju De Djawatan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan. Rute ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun sewaan karena akses menuju lokasi sudah cukup mudah.

De Djawatan menawarkan suasana berbeda dengan nuansa seperti hutan dalam film fantasi. Pepohonan trembesi berusia puluhan hingga ratusan tahun menjadi daya tarik utama kawasan ini karena bentuknya yang besar dan rimbun. Harga tiket masuknya sekitar Rp10 ribu per orang dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, sehingga tempat ini cocok dikunjungi pada sore hari ketika cahaya matahari mulai masuk di antara pepohonan.

3. Hari ketiga mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo dan berburu oleh oleh khas

Hari terakhir dapat dimanfaatkan untuk menjelajahi Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal sebagai salah satu kawasan hutan tertua di Pulau Jawa. Lokasinya berada di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan dari pusat Kota Banyuwangi. Perjalanan menuju kawasan ini membutuhkan waktu cukup lama, tetapi pemandangan alam yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Taman Nasional Alas Purwo memiliki beragam daya tarik, mulai dari hutan alami, pantai, savana, hingga kawasan yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat sekitar. Salah satu lokasi populer di kawasan ini adalah Savana Sadengan yang sering menjadi tempat melihat berbagai satwa seperti banteng Jawa, rusa, dan burung liar. Area ini cocok dikunjungi bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa keramaian seperti destinasi wisata populer lainnya.

Selain Savana Sadengan, wisatawan juga dapat mengunjungi Pantai Plengkung atau G-Land yang terkenal sebagai salah satu lokasi selancar terbaik dunia. Namun, perjalanan menuju area ini membutuhkan waktu lebih lama karena medan yang cukup menantang. Harga tiket masuk Taman Nasional Alas Purwo untuk wisatawan domestik berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp7.500 per orang, tergantung hari kunjungan, dengan jam operasional umumnya mulai pagi hingga sore hari.

Sebelum meninggalkan Banyuwangi, jangan lupa membeli oleh-oleh khas daerah ini. Beberapa pilihan populer antara lain kopi Banyuwangi, sale pisang, bagiak, hingga aneka olahan ikan laut. Kawasan pusat oleh-oleh di sekitar Kota Banyuwangi menyediakan berbagai pilihan makanan khas dengan harga yang cukup beragam, mulai dari Rp10 ribuan hingga puluhan ribu rupiah tergantung produk yang dibeli.

Banyuwangi memiliki banyak pilihan wisata yang membuat liburan long weekend terasa lebih berkesan. Perpaduan antara gunung, pantai, hutan, dan kuliner lokal membuat perjalanan ke kota ini tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman mengenal karakter daerahnya. Dengan itinerary yang tersusun rapi, kamu bisa menikmati berbagai sisi Banyuwangi tanpa harus terburu-buru selama perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article