Destinasi wisata Banyuwangi
Kawah Ijen (unsplash.com/Asap PANG)
Kawah Ijen (commons.wikimedia.org/Max Dagø)
Blue fire Kawah Ijen (commons.wikimedia.org/Isderion)
Nasi tempong (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)
Nasi tempong (commons.wikimedia.org/Astari28)
Perjalanan hari pertama bisa dimulai dengan mengunjungi Kawah Ijen, salah satu destinasi paling terkenal di Banyuwangi. Kawasan ini berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, tepatnya di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan menuju Paltuding sebagai titik awal pendakian membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam menggunakan kendaraan.
Kawah Ijen terkenal dengan fenomena api biru atau blue fire yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Fenomena ini hanya dapat dilihat pada waktu tertentu sebelum matahari terbit karena muncul akibat pembakaran gas belerang di dalam kondisi minim cahaya. Selain itu, wisatawan juga dapat melihat danau kawah berwarna hijau toska yang dikelilingi tebing vulkanik.
Pendakian menuju Kawah Ijen membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dengan jalur yang cukup menanjak. Karena itu, wisatawan disarankan datang dengan kondisi tubuh yang prima serta membawa perlengkapan seperti jaket, masker, dan sepatu yang nyaman. Harga tiket masuk Kawah Ijen untuk wisatawan domestik sekitar Rp5.000 pada hari biasa dan Rp7.500 saat akhir pekan, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif berbeda. Jam kunjungan biasanya dimulai dini hari hingga siang, tetapi jadwal dapat berubah mengikuti kondisi kawasan.
Setelah turun dari Kawah Ijen, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menikmati kuliner khas Banyuwangi. Salah satu makanan yang wajib dicoba adalah sego tempong, yaitu nasi dengan lauk sederhana seperti ayam, ikan, tahu, tempe, sayuran rebus, serta sambal yang terkenal sangat pedas. Nama "tempong" sendiri berasal dari istilah lokal yang menggambarkan sensasi pedas sambalnya seperti tamparan di wajah.
Selain sego tempong, wisatawan juga dapat mencoba rujak soto, perpaduan unik antara rujak sayur dan kuah soto khas Banyuwangi. Hidangan ini menggunakan campuran sayuran, lontong, tahu, dan siraman kuah soto yang menghasilkan cita rasa gurih sekaligus segar. Kuliner khas ini banyak ditemukan di warung lokal sekitar pusat kota dengan harga mulai dari Rp15 ribuan hingga Rp30 ribuan per porsi.