Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Itinerary Seharian ke Singapura untuk Pencinta Bangunan Bersejarah

ilustrasi Singapore Flyer
ilustrasi Singapore Flyer (pixabay.com/MonicaVolpin)

Jika kamu tipe traveler yang suka mengagumi detail arsitektur dan cerita di balik bangunan tua, Singapura bisa jadi destinasi yang menyenangkan. Kota ini bukan hanya tentang gedung pencakar langit modern, tapi juga menyimpan banyak bangunan bersejarah yang terawat rapi. Menjelajahinya dalam sehari tetap memungkinkan asal rutenya disusun dengan tepat.

Melalui itinerary seharian di bawah ini, kamu akan diajak berjalan santai menyusuri sisi klasik Singapura yang sarat nilai sejarah. Setiap lokasi punya kisah unik yang membuat perjalanan terasa lebih bermakna. Yuk, siapkan kamera dan sepatu yang nyaman sebelum memulai kegiatan eksplorasi kamu.

1. Pagi hari di Chinatown dan Thian Hock Keng Temple

potret Chinatown, Singapura
potret Chinatown, Singapura (commons.wikimedia.org/ProjectManhattan)

Mulailah perjalanan pagi di kawasan Chinatown yang kaya akan bangunan bergaya kolonial dan Tionghoa klasik. Deretan ruko tua dengan jendela kayu dan warna pastel menghadirkan suasana tempo dulu yang fotogenik. Area ini juga mudah dijangkau dengan MRT sehingga praktis untuk memulai itinerary seharian di Singapura.

Jangan lewatkan Thian Hock Keng Temple, yaitu kuil tertua di Singapura yang dibangun pada abad ke-19. Arsitekturnya penuh detail ukiran tradisional tanpa menggunakan paku sama sekali. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati sejarah sembari merasakan atmosfer spiritual yang tenang.

2. Menyusuri Telok Ayer dan bangunan warisan kolonial

potret Telok Ayer Street
potret Telok Ayer Street (commons.wikimedia.org/Zairon)

Dari Chinatown, lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Telok Ayer. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu area tertua di Singapura dengan banyak bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh. Jalanannya relatif tenang sehingga cocok untuk menikmati suasana kota lama tanpa terburu-buru.

Di sepanjang Telok Ayer Street, kamu bisa menemukan bekas kantor dagang dan bangunan kolonial Inggris. Setiap sudutnya menyimpan cerita tentang awal perkembangan Singapura sebagai pelabuhan dagang. Jangan lupa berhenti sejenak untuk mengambil foto arsitektur klasik yang kontras dengan gedung modern di sekitarnya.

3. Siang hari di Raffles Hotel yang ikonik

ilustrasi Raffles Hotel
ilustrasi Raffles Hotel (pixabay.com/Graham-H)

Raffles Hotel adalah destinasi wajib bagi pencinta bangunan bersejarah di Singapura. Hotel legendaris ini berdiri sejak tahun 1887 dan masih mempertahankan gaya kolonial yang elegan. Berjalan di lorong-lorongnya membuatmu seperti kembali ke masa lalu.

Kamu bisa menikmati makan siang ringan atau sekadar minum kopi di area hotel. Selain arsitekturnya yang menawan, suasana tenang di Raffles Hotel memberi jeda nyaman di tengah itinerary seharian. Tempat ini juga sering dijadikan spot favorit untuk fotografi bertema heritage.

4. Menikmati seni dan sejarah di National Gallery Singapore

potret National Gallery Singapore
potret National Gallery Singapore (commons.wikimedia.org/Ralff Nestor Nacor)

National Gallery Singapore menempati bangunan bekas City Hall dan Supreme Court yang sarat nilai sejarah. Dari luar, bangunannya tampak megah dengan gaya arsitektur kolonial Inggris yang kuat. Di dalamnya, kamu bisa menemukan perpaduan apik antara desain klasik dan sentuhan modern.

Selain menikmati koleksi seni Asia Tenggara, kamu juga bisa belajar sejarah Singapura melalui struktur bangunannya. Lorong, tangga, dan aula besar di gedung ini masih mempertahankan bentuk aslinya. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin wisata sejarah tanpa terasa membosankan.

5. Sore hari di Kampong Glam dan Masjid Sultan

potret Kampong Glam
potret Kampong Glam (commons.wikimedia.org/Marcin Konsek)

Akhiri perjalanan di Kampong Glam, kawasan bersejarah yang kental dengan budaya Melayu dan Arab. Bangunan-bangunan di area ini memiliki warna cerah dan detail arsitektur yang khas. Suasananya semakin hidup menjelang sore hari.

Masjid Sultan menjadi ikon utama di kawasan ini dengan kubah emas yang mencolok. Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1824 dan masih aktif digunakan hingga kini. Duduk santai di sekitarnya sembari menikmati suasana sore bisa menjadi penutup itinerary yang menyenangkan.

Menjelajah Singapura melalui bangunan bersejarah akan memberi sudut pandang berbeda dari biasanya. Setiap langkah seolah membuka halaman lama yang masih hidup di tengah kota modern. Siapa tahu perjalanan singkat ini justru membuatmu ingin kembali dan mengeksplor Singapura lebih dalam lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Karakter Doraemon Ini akan Menentukan Destinasi Liburanmu!

11 Jan 2026, 07:10 WIBTravel