Waktu Terbaik dan Terburuk untuk Liburan ke Beijing

- Musim semi dan gugur jadi waktu terbaik liburan ke Beijing karena cuaca nyaman, pemandangan indah, tapi wisatawan meningkat dan harga akomodasi cenderung naik.
- Musim dingin menawarkan suasana sepi dan biaya lebih murah, meski suhu sangat rendah; cocok bagi yang ingin menikmati sisi tenang kota bersalju.
- Festival seperti Tahun Baru Imlek dan Lantern Festival menghadirkan atmosfer budaya meriah, sementara musim panas serta libur nasional disarankan dihindari karena keramaian ekstrem.
Beijing merupakan salah satu wilayah di China yang terkenal akan banyaknya situs warisan dunia UNESCO dan macam-macam tempat bersejarah yang menakjubkan. Kota ini adalah satu dari sekian banyak lokasi favorit untuk berjalan-jalan, mencicipi kuliner lokal, atau menari, perpaduan modernitas dan budaya tradisional.
Beijing adalah kota besar terkenal yang menjadi tujuan wisata banyak orang di berbagai belahan dunia. Kota ini bisa dikunjungi pada momen yang tepat untuk memperoleh pengalaman menyenangkan. Kamu bisa cek waktu terbaik dan terburuk untuk mengunjungi Beijing, China, di bawah ini!
1. Musim semi dan musim gugur untuk cuaca maupun pemandangan terbaik

Musim semi (Maret—Mei) merupakan waktu ideal untuk berkunjung ke Beijing. Cuaca di waktu ini sangat nyaman, kadang berangin, hangat, dan langit bisa cukup cerah. Ini adalah waktunya bunga peony, sakura, dan lainnya bermekaran, cocok untuk berjalan-jalan di taman kota, kebun, maupun aneka bangunan kuno dan kuil dengan koleksi tumbuhan berwarna.
Lalu ada juga musim gugur (September—awal November) yang menjadi momen tepat untuk berkunjung ke Beijing dengan cuaca lebih sejuk. Daun pada pepohonan akan berubah menjadi warna-warni, memadukan warna merah, oranye, dan kuning, sehingga sangat bagus untuk mendaki atau melakukan fotografi.
Namun, karena kedua musim ini ideal untuk berjalan-jalan, jumlah wisatawan bisa meningkat secara signifikan. Tempat wisata akan ramai dan harga akomodasi naik perlahan. Untuk menikmati Beijing dengan cuaca nyaman tapi murah, kamu bisa berlibur ke sini di musim peralihan. Tepatnya di akhir Maret atau pertengahan November, atau bisa juga di bulan Juni.
2. Musim dingin untuk suasana sepi dan harga lebih murah

Kalau mau menikmati Beijing dengan suasana lebih sepi dan murah, kamu bisa datang di musim dingin (Desember—Februari). Waktu ini disebut sebagai low season karena jumlah pengunjung lebih sedikit daripada musim puncak.
Cuaca di kota jadi kering, dingin, dan bersalju. Suasana seperti ini tetap cocok dibawa berjalan-jalan di berbagai bangunan kuno, lantaran kontras salju dan warna bangunan yang mencolok akan memberi penampilan memanjakan mata. Atau kamu bisa menikmati kereta dan seluncuran yang dibuka di berbagai ice rink atau arena seluncur khusus, yang cocok untuk para pencinta olahraga salju.
Harga penginapan di musim ini cenderung lebih murah, kecuali pada libur Natal dan Tahun Baru. Karena suhunya sering kali sangat rendah, dianjurkan agar tidak berlama-lama di luar ruangan dan menginap di tempat dengan sistem pemanas yang bagus.
3. Momen perayaan festival jadi waktu terbaik untuk menikmati atmosfer kebudayaan China

Waktu terbaik untuk mengunjungi Beijing juga terjadi saat perayaan festival dan kebudayaan China. Tahun Baru Imlek jadi salah satu waktu yang pas untuk liburan ke Beijing karena suasana kota sangat berwarna. Kamu bisa menemukan lampion, instalasi memukau, sampai beragam pertunjukan lokal yang berbudaya.
Kemudian ada juga Chinese Lentern Festival yang dirayakan sekitar dua minggu setelah Tahun Baru Imlek untuk menandai periode akhir tahun baru China. Di momen ini, Beijing menjadi lokasi ideal untuk menikmati instalasi lampion, aneka tarian, maupun beragam kuliner lokal yang menggugah selera.
Biasanya kepadatan Beijing juga menurun karena banyak orang menghabiskan waktu tahun baru bersama keluarga di kampung halaman. Kemungkinan besar kamu perlu berbelanja beragam keperluan sebelum puncak Imlek tiba, karena banyak toko dan restoran akan tutup.
4. Hindari liburan di musim panas karena suasana yang penuh sesak

Meskipun musim panas sering kali menawarkan cuaca yang bagus untuk liburan, ternyata waktu ini malah tidak disarankan untuk liburan ke Beijing. Pasalnya, musim panas yang jatuh pada bulan Juni—Agustus ini termasuk musim puncak liburan.
Banyak warga lokal, bahkan dari luar kota, menikmati wisata di Beijing untuk menikmati liburan musim panas bersama teman-teman atau keluarga. Waktu tersibuk di Beijing sering kali terjadi di antara Juli dan Agustus. Kalau tetap ingin berlibur di musim ini, sebaiknya kamu datang ke berbagai tempat wisata lebih pagi dan booking hotel dari jauh-jauh hari.
Cuaca akan sangat panas dan lembap. Gunakan pakaian nyaman dan banyak minum agar terhidrasi. Di musim ini juga kerap terjadi hujan deras dan badai petir, jadi selalu waspada dan lakukan update cuaca sebelum bepergian.
5. Lewati libur nasional untuk menghindari kerumunan berlebihan

Waktu terburuk lainnya juga ada pada momen libur nasional setempat. Biasanya liburan ini terjadi bertepatan dengan Hari Buruh (1 Mei) dan Hari Kebangsaan (1—7 Oktober). Banyak warga domestik dari berbagai penjuru daerah datang ke Beijing untuk menghabiskan waktu liburan di berbagai objek wisata.
Hotel dan transportasi bisa sangat padat. Harga akomodasi rentan naik dan kerumunan terjadi di berbagai objek wisata. Bila ingin berkunjung ke Beijing di bulan Mei atau Oktober, sebaiknya lakukan sebelum atau sesudah waktu libur nasional supaya kamu tetap bisa menikmati Beijing dengan nyaman.
Beijing jadi salah satu kota besar yang memiliki objek wisata seru dan menarik di China. Mulai dari Great Wall of China, Summer Palace, Forbidden City, dan masih banyak lagi. Untuk memperoleh waktu yang tepat untuk berjalan-jalan di sini, kamu bisa simak waktu terbaik dan terburuk di atas. Setiap momen memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.








![[QUIZ] Seberapa Tahu Kamu tentang Julukan Negara-negara Populer Ini?](https://image.idntimes.com/post/20260226/1000036488_307cc5fb-194d-4fe4-99af-247d34a6ad1f.jpg)








