Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jembatan Kuno Dinasti Ming Muncul karena Air Danau Poyang Surut
Poyang Lake, Provinsi Jiangxi, China (commons.wikimedia.org/武铁辆玻)
  • Surutnya Danau Poyang di Jiangxi, China, pada musim kemarau kembali mengungkap jembatan granit era Dinasti Ming yang hampir 3 kilometer dan berusia hampir 400 tahun.

  • Jembatan Qianyan memiliki sekitar 949 tiang serta 948 hingga 1.100 lubang aliran air, yang dirancang menyalurkan luapan banjir dan dahulu mendukung perdagangan serta akses antardesa.

  • Kemunculan jembatan menarik ribuan pengunjung setiap hari, sementara pemerintah dan otoritas lokal menjalankan restorasi besar untuk memperkuat struktur dari erosi serta menjaga keasliannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Danau Poyang di Provinsi Jiangxi, China, memiliki sebuah fenomena unik yang sangat langka. Saat memasuki musim kemarau antara Oktober hingga April, air akan menyusut drastis secara berkala sehingga mengungkap sebuah "harta karun" sejarah yang tersembunyi di dasarnya.

Dilansir New York Post pada Jumat (16/10/2026), sebuah jembatan granit dilaporkan telah muncul kembali dari Danau Poyang seiring dengan penurunan permukaan airnya belakangan ini. Jembatan tersebut merupakan peninggalan dari masa Dinasti Ming sekitar abad ke-14 hingga ke-17.

1. Jembatan kuno Dinasti Ming kembali muncul saat Danau Poyang surut

Sebuah jembatan kuno telah muncul kembali dari Danau Poyang, seperti dilansir New York Post pada Jumat (16/10/2026). Saat volume air dari danau terbesar di China tersebut berkurang drastis selama musim kemarau, jembatan sepanjang hampir 3 kilometer ini perlahan mulai terlihat jelas.

Jembatan ini bukan jembatan biasa, melainkan peninggalan sejarah yang dibangun pada masa Dinasti Ming (1368-1644), sehingga saat ini sudah berusia hampir 400 tahun. Selain itu, jembatan ini seluruhnya terbuat dari batu granit serta memiliki sekitar 949 tiang.

Namun, hal yang paling menarik dari jembatan ini adalah strukturnya yang tetap kokoh meski terendam air selama berbulan-bulan setiap tahunnya. Ketahanan ini tentunya juga menjadi bukti nyata kehebatan arsitektur China pada zaman tersebut.

2. Jembatan kuno di Danau Poyang jadi infastruktur vital zaman dulu

Poyang Lake, Provinsi Jiangxi, China (commons.wikimedia.org/武铁辆玻)

Jembatan tersebut dikenal sebagai Jembatan Qianyan atau Jembatan Seribu Mata karena memiliki sekitar 948 hingga 1.100 lubang aliran air. Keberadaan lubang tersebut tidak hanya membuat visualnya menarik, tetapi juga berfungsi untuk mengantisipasi dan mengalirkan luapan air banjir agar struktur jembatan tidak hancur saat volume air danau meningkat secara tiba-tiba.

Sebelum wilayah tersebut sepenuhnya terendam air akibat perubahan lanskap dan fluktuasi volume air di Poyang Lake, jembatan kuno ini pernah menjadi urat nadi infrastruktur vital di zaman dulu. Bahkan, jembatan ini memfasilitasi jalur logistik bagi rute perdagangan regional sekaligus menjadi satu-satunya akses utama bagi warga antardesa di Kabupaten Duchang, Provinsi Jiangxi, saat itu.

3. Pemerintah lakukan proyek restorasi besar demi jaga keaslian jembatan

Fenomena kemunculan jembatan kuno ini tentunya juga menjadi perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan, saat Poyang Lake memasuki periode kemarau atau surut seperti baru-baru ini, akan ada ribuan pengunjung setiap harinya yang penasaran ingin melihat langsung jembatan peninggalan era Dinasti Ming tersebut.

Demi melindungi dan melestarikan aset sejarah yang sangat bernilai ini, pihak pemerintah bersama otoritas lokal telah memulai proyek restorasi dan pemeliharaan dalam skala besar. Upaya perlindungan ini difokuskan untuk memperkuat struktur bangunan jembatan agar tidak rapuh akibat erosi air danau dan memastikan warisan arsitektur Dinasti Ming ini tetap kokoh, bertahan, dan terjaga keasliannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article