Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Masjid Hassan II, Mahakarya di Atas Samudra Atlantik

7 Fakta Masjid Hassan II, Mahakarya di Atas Samudra Atlantik
Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko. (unsplash.com/Eka Maitri Viryani)
Intinya Sih
  • Masjid Hassan II di Casablanca dibangun atas gagasan Raja Hassan II untuk menghormati ayahnya, melibatkan jutaan donatur rakyat Maroko, dan diresmikan pada 30 Agustus 1993.
  • Berdiri di atas Samudra Atlantik, masjid ini memadukan arsitektur tradisional Maroko dengan teknologi modern seperti atap geser otomatis dan sistem lantai berpemanas.
  • Dengan menara setinggi 210 meter dan kapasitas hingga 105.000 jemaah, Masjid Hassan II menjadi ikon nasional sekaligus satu-satunya masjid Maroko yang terbuka bagi wisatawan non-Muslim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Casablanca adalah kota pelabuhan terbesar di Maroko dengan perpaduan eksotis antara modernitas Afrika Utara dan warisan Islam yang kental. Kota ini telah lama dikenal sebagai pusat ekonomi sekaligus destinasi yang memikat melalui keindahan arsitekturnya. Dari sekian banyak ikon yang menghiasi sudut kota, keberadaan Masjid Hassan II berdiri paling megah sebagai simbol kebanggaan warga Casablanca dengan menaranya yang seolah menembus langit.

Lantas, apa yang membuat masjid ini begitu ikonik? Mari kita jelajahi lebih dalam keajaiban arsitektur dan fakta-fakta unik di balik kemegahan Masjid Hassan II dalam artikel berikut ini!

1. Berawal dari keinginan Raja Hassan II untuk menghormati ayahnya

Raja Hassan II dari Maroko, adalah penggagas utama pembangunan Masjid Hassan II yang megah di Casablanca, Maroko.
Raja Hassan II dari Maroko, adalah penggagas utama pembangunan Masjid Hassan II yang megah di Casablanca, Maroko. (commons.wikimedia.org/Christian Lambiotte)

Sejarah Masjid Hassan II berawal dari keinginan Raja Hassan II untuk menghormati ayahnya, Raja Mohammed V, sekaligus menciptakan sebuah monumen megah yang menjadi kebanggaan Maroko di Casablanca. Raja memiliki visi yang sangat puitis, yaitu membangun masjid di atas air sebagai perwujudan ayat suci bahwa singgasana Tuhan berada di atas air. Dengan melibatkan arsitek Prancis Michel Pinseau dan ribuan pekerja serta seniman, pembangunan dimulai pada tahun 1986. Setelah tujuh tahun proses pengerjaan yang sangat intens, masjid ini akhirnya diresmikan pada 30 Agustus 1993, bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Hal yang unik dari pembangunan masjid ini adalah sumber pendanaannya yang sebagian besar berasal dari rakyat Maroko sendiri. Karena biaya konstruksi yang sangat besar, pemerintah mengajak masyarakat untuk berkontribusi secara sukarela. Tercatat sekitar dua belas juta orang ikut menyumbang, mulai dari warga biasa hingga perusahaan besar, di mana setiap donatur mendapatkan sertifikat sebagai tanda penghargaan. Selain dukungan dari masyarakat lokal, proyek ambisius ini juga mendapatkan bantuan pinjaman dari negara-negara Barat, yang menjadikannya sebuah proyek gotong royong raksasa demi mewujudkan salah satu masjid terbesar di dunia.

2. Dibangun di atas samudra

Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko.
Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko. (commons.wikimedia.org/RIM 75)

Masjid Hassan II terletak di lokasi strategis di Kota Casablanca, tepatnya di antara pelabuhan dan Mercusuar El Hank. Yang paling mengagumkan, masjid ini dibangun di atas platform raksasa yang menjorok ke Samudra Atlantik, seolah-olah bangunan megah ini terapung di atas air. Untuk melindunginya dari hantaman gelombang laut setinggi 10 meter, pengembang membangun pemecah ombak khusus yang kokoh. Lokasi unik di tepi pantai ini memberikan keuntungan alami berupa udara yang segar serta suasana yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk kebisingan dan polusi perkotaan.

Selain sebagai tempat ibadah, kompleks seluas 9 hektar ini merupakan pusat pendidikan dan budaya yang sangat lengkap. Di sana terdapat sekolah Islam (madrasah), pemandian umum tradisional, museum, hingga perpustakaan yang disebut sebagai salah satu yang terlengkap di dunia Islam. Area luar masjid pun tak kalah menawan dengan 41 air mancur berdekorasi indah dan taman-taman asri yang sering dijadikan tempat bersantai bagi keluarga.

3. Perpaduan teknologi modern dan tradisional

Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko.
Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko. (unsplash.com/Hans-Jürgen Weinhardt)

Masjid Hassan II merupakan perpaduan sempurna antara keindahan seni kuno dan kecanggihan teknologi masa kini. Meskipun tampilan luarnya sangat kental dengan seni ukir tradisional khas Maroko, bangunan ini menyimpan berbagai fitur modern yang memukau. Salah satu kecanggihannya adalah atap raksasa yang bisa bergeser terbuka secara otomatis hanya dalam waktu lima menit, sehingga udara segar dan cahaya matahari alami bisa langsung masuk ke dalam ruang utama masjid.

Selain atap yang fleksibel, kenyamanan jemaah juga menjadi prioritas utama melalui pemasangan sistem lantai berpemanas agar suhu ruangan tetap hangat saat cuaca dingin. Ketahanan bangunan ini pun diperhatikan dengan sangat detail, di mana pintu-pintunya menggunakan sistem elektrik dan terbuat dari material khusus seperti baja tahan karat serta titanium. Penggunaan bahan tersebut sangat penting untuk melindungi masjid dari kerusakan atau korosi akibat uap air laut dan angin samudra yang menerjang setiap hari.

4. Simbol keahlian tangan Maroko

Langit-langit berukir tradisional Maroko di Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko.
Langit-langit berukir tradisional Maroko di Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. (commons.wikimedia.org/Angela Schoettler)

Pembangunan Masjid Hassan II menjadi bukti nyata kehebatan seni tradisional Maroko yang melibatkan lebih dari 6.000 pengrajin terbaik di negeri tersebut. Seluruh detail bangunan dikerjakan dengan tangan secara teliti, mulai dari pemasangan Zellij atau mosaik ubin warna-warni yang membentuk pola geometris rumit, hingga ukiran kayu cedar pada langit-langit yang dikenal sebagai Muqarnas. Keahlian para pengrajin ini menciptakan suasana megah yang sulit ditemukan pada bangunan modern lainnya.

Kesan autentik masjid ini semakin kuat karena sebagian besar materialnya diambil langsung dari kekayaan alam Maroko. Marmer dan granit berkualitas tinggi didatangkan dari pegunungan lokal untuk memperkokoh sekaligus mempercantik setiap sudut bangunan. Perpaduan antara bahan alam pilihan dan dedikasi luar biasa para seniman lokal ini menjadikan Masjid Hassan II bukan sekadar tempat ibadah, melainkan sebuah simbol kebanggaan nasional yang memamerkan keindahan warisan budaya Maroko kepada dunia.

5. Masjid dengan menara tertinggi kedua di dunia

Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko.
Masjid Hassan II yang terletak di Casablanca, Maroko. (pexels.com/Kristen Haennel)

Menara Masjid Hassan II memiliki ketinggian mencapai 210 meter, yang menjadikannya salah satu menara masjid paling menjulang di dunia. Keunikan utamanya terletak pada sinar laser di puncaknya yang selalu mengarah ke Mekah pada malam hari dengan jangkauan cahaya hingga 30 kilometer. Secara visual, menara berbentuk persegi ini dihiasi dengan perpaduan marmer, ukiran rumit, serta ubin berwarna hijau laut dan biru turquoise yang elegan. Penggunaan warna-warna ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan dan keagungan.

Di balik keindahannya, menara ini dibangun dengan teknologi beton khusus yang sangat kuat, bahkan empat kali lipat lebih kokoh dibandingkan beton biasa. Material canggih ini dirancang agar menara tetap stabil dan aman meski menghadapi guncangan gempa bumi maupun hantaman angin kencang dari samudra. Berkat penggunaan teknologi konstruksi yang mutakhir pada masanya, struktur yang sangat tinggi ini dapat berdiri tegak dengan fondasi yang solid, sekaligus menciptakan keselarasan pemandangan yang memukau bagi siapa pun yang memandangnya dari kejauhan.

6. Memiliki kapasitas jemaah yang fantastis

Interior Masjid Hassan II.
Interior Masjid Hassan II. (commons.wikimedia.org/Signaling dogs)

Masjid Hassan II memiliki daya tampung yang sangat luar biasa, yakni mampu memfasilitasi hingga 105.000 jemaah sekaligus dalam satu waktu. Di dalam ruang sholat utama yang megah dan dilengkapi teknologi canggih, masjid ini dapat menampung sekitar 25.000 orang dengan nyaman. Area interior yang sangat luas ini memastikan ribuan jemaah dapat beribadah bersama dalam suasana yang khusyuk dan terlindung dari cuaca.

Kemegahan masjid ini juga meluas hingga ke bagian luar melalui pelataran yang sangat lapang. Area terbuka ini mampu menampung sekitar 80.000 jemaah tambahan, yang biasanya dipenuhi masyarakat saat salat hari raya atau acara keagamaan besar lainnya.

7. Satu-satunya masjid di Maroko yang terbuka untuk wisatawan non-Muslim

Museum Masjid Hassan II (Musée de la Mosquée Hassan II) di Casablanca, Maroko, yang terletak di dalam kompleks Masjid Hassan II.
Museum Masjid Hassan II (Musée de la Mosquée Hassan II) di Casablanca, Maroko, yang terletak di dalam kompleks Masjid Hassan II. (unsplash.com/Thales Botelho de Sousa)

Masjid Hassan II memiliki keistimewaan sebagai satu-satunya masjid di Maroko yang terbuka untuk wisatawan non-Muslim melalui layanan tur berpemandu. Namun, karena ini adalah tempat ibadah yang suci, pengunjung wajib mematuhi aturan tertentu seperti menjaga ketenangan, tidak makan atau merokok, serta berpakaian sopan yang menutup bahu dan kaki. Jadwal kunjungan ini biasanya menyesuaikan dengan musim dan memiliki aturan khusus selama bulan suci Ramadan, sehingga pengunjung disarankan untuk memeriksa jadwal terbaru di lokasi.

Tur ini tidak hanya mengajak pengunjung melihat kemegahan ruang sholat dan menaranya, tetapi juga mencakup kunjungan ke museum yang ada di dalam kompleks masjid. Museum seluas 3.000 meter persegi ini memamerkan berbagai bahan bangunan yang digunakan serta koleksi kerajinan tangan hasil karya para ahli Maroko. Dengan mengunjungi museum ini, wisatawan dapat memahami lebih dalam mengenai sejarah, asal-usul, dan proses panjang di balik pembangunan masjid yang luar biasa megah ini.

Kini, Masjid Hassan II tetap berdiri megah sebagai simbol keharmonisan antara iman, seni, dan teknologi yang dikagumi dunia. Melalui berbagai upaya restorasi berkala untuk menjaga kekokohannya dari terpaan air laut, masjid ini membuktikan bahwa dedikasi bangsa Maroko tidak berhenti saat pembangunan usai, melainkan terus berlanjut demi menjaga warisan ini tetap abadi bagi generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Travel

See More