7 Masjid Paling Indah di Timur Tengah, Arsitekturnya Memukau

Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam. Masjid juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga ruang berkumpulnya masyarakat. Nah, jika kamu sedang merencanakan traveling saat Ramadan, mengunjungi masjid-masjid di Timur Tengah akan menjadi pengalaman liburan yang menarik dan berkesan.
Banyak masjid di Timur Tengah bahkan mampu menampung kapasitas jamaah yang sangat besar, terutama saat Ramadan dan hari raya Idulfitri. Desainnya unik dengan memadukan arsitektur dan budaya khas Timur Tengah. Dari menara yang menjulang tinggi hingga mosaik yang unik dan detail, masing-masing memancarkan keindahannya sendiri.
Berikut tujuh masjid paling indah di Timur Tengah sebagai referensi destinasi wisata spiritual selama Ramadan.
1. Masjid Al-Azhar, Mesir
Masjid Al-Azhar didirikan pada 970 Masehi pada masa Kekhalifahan Fatimiyah. Hal ini menjadi salah satu masjid tertua dan paling dihormati di Kairo, Mesir.
Masjid ini memiliki keterkaitan erat dengan Universitas Al-Azhar. Kemudian, secara resmi berdiri sebagai institusi independen bernama Al-Azhar Al-Sharif setelah Revolusi Mesir 1952. Sejak zaman dulu, masjid ini menjadi pusat penting kajian dan pemikiran Islam.
Arsitekturnya mencerminkan lapisan sejarah selama berabad-abad. Mulai dari desain bergaya Romawi dan Yunani hingga detail rumit yang terinspirasi Bizantium. Hingga kini, Al-Azhar bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga salah satu landmark paling dikagumi di Kairo, terutama saat Ramadan.
2. Masjid Agung Sultan Qaboos, Oman

Masjid Agung Sultan Qaboos di Muskat, Oman, menggabungkan arsitektur Islam dengan desain kontemporer. Masjid yang rampung pada 2001 ini berdiri megah di Wilayat Bawshar.
Eksteriornya yang menawan memiliki lima menara yang melambangkan Lima Rukun Islam. Bagian dalamnya dilapisi marmer putih dan abu-abu gelap yang berkilau. Pintu-pintu berukir motif Islami, serta ayat-ayat Al-Qur’an menciptakan suasana yang tenang dan khusyuk. Cocok untuk menikmati ketenangan beribadah Ramadan.
3. Masjid Agung Sheikh Zayed, Uni Emirat Arab
Masjid Agung Sheikh Zayed terletak di jantung ibu kota Uni Emirat Arab, yang dibangun antara 1994 hingga 2007. Masjid ini menjadi simbol keimanan, arsitektur, sekaligus destinasi wisata budaya.
Desain Islam modernnya terlihat dari halaman luas yang tenang, serta empat menara tinggi yang membingkai kubah-kubah putih berkilau. Selain kemegahan arsitekturnya, masjid ini juga menawarkan pengalaman edukatif dan budaya. Menjadikannya salah satu destinasi paling berkesan di Abu Dhabi.
4. Masjid Raja Abdullah I, Yordania

Masjid Raja Abdullah I merupakan contoh arsitektur Islam kontemporer. Ciri khasnya adalah kubah mosaik berwarna biru yang mencolok dan mudah dikenali.
Dibangun antara 1982 hingga 1989 oleh Raja Hussein dari Yordania, masjid ini memadukan desain modern dengan tradisi Islam yang kuat. Di dalamnya terdapat ruang salat berhiasakan kaligrafi Al-Qur’an. Terdapat pula koleksi foto dan barang pribadi Raja Abdullah I sebagai gambaran tentang warisan dari sang pendirinya.
5. Masjid Ammar Bin Yasser, Arab Saudi
Masjid Ammar Bin Yasser terletak di distrik Al Jadidah, AlUla, Arab Saudi. Tercatat sebagai masjid pertama yang dibangun di kawasan tersebut. Lokasinya yang strategis di antara Kota Tua dan kawasan pengembangan abad ke-20, menjadikannya bangunan penting bagi masyarakat setempat.
Perbaikan masjid ini dipimpin oleh Royal Commission of AlUla bersama SAL Architects dari Jeddah. Fokusnya mempertahankan elemen arsitektur modern sekaligus melibatkan komunitas. Meski tampak lebih sederhana dibandingkan masjid lain, pengaruhnya terhadap masyarakat dan perkembangan arsitektur kawasan AlUla sangatlah besar.
6. Masjid Nasir al-Mulk, Iran

Masjid Nasir al-Mulk merupakan salah satu masjid paling ikonik di Timur Tengah. Masjid ini terkenal di dunia, karena jendela kaca patri berwarna yang memancarkan cahaya magis ke dalam ruang salat. Menciptakan permainan warna yang memukau.
Dibuka untuk umum pada 1888 setelah 12 tahun pembangunan. Uniknya, teknik kaca patri yang digunakan di masjid ini memiliki akar sejarah panjang yang dapat ditelusuri hingga abad ke-7 di Suriah.
Teknik tersebut juga dibahas dalam karya kimiawan Persia Jabir ibn Hayyan pada abad ke-8. Setiap pagi, cahaya matahari yang menembus kaca warna-warni menjadikan masjid ini salah satu spot paling fotogenik sekaligus spiritual.
7. Masjid Imam Muhammad ibn Abd al-Wahhab, Qatar
Masjid Imam Muhammad ibn Abd al-Wahhab merupakan masjid terbesar di Qatar. Lokasinya berada di distrik Lejbailat, Doha, masjid ini dibangun untuk mengenang ayah Sheikh Jassim bin Mohammed Al Thani. Kemudian dinamai sesuai nama ulama reformis, Muhammad ibn Abd al-Wahhab.
Sejak rampung pada 2011, masjid ini menarik perhatian berkat fasadnya yang megah dan puluhan kubah di bagian atasnya. Dirancang dengan gaya Arab tradisional yang diperkaya sentuhan modern. Masjid ini memadukan warisan budaya dan arsitektur kontemporer.
Itu dia deretan masjid paling indah di Timur Tengah. Jika kamu berkesempatan mengunjungi negara-negara Timur Tengah, sempatkan mampir untuk menyaksikan sendiri keindahan arsitekturnya, ya!


















