Uma lengge (djkn.kemenkeu.go.id)
Selain Jompa dari Bima, uma lengge menjadi salah satu bangunan tradisional yang erat kaitannya dengan tradisi penyimpanan pangan masyarakat Mbojo. Di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, uma lengge menjadi bagian dari tradisi Ampa Fare, yakni menyimpan padi di lumbung untuk memenuhi kebutuhan pangan selama satu tahun. Tradisi tersebut telah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dilestarikan.
Uma lengge memiliki bentuk yang khas, ditopang empat tiang, dan memiliki bagian atas yang digunakan untuk menyimpan padi serta hasil ladang. Ketinggian bangunan juga memiliki fungsi praktis karena membantu melindungi bahan pangan dari gangguan hama. Museum Nasional mencatat bahwa bagian atas uma lengge digunakan sebagai tempat penyimpanan padi dan hasil ladang.
Menariknya, uma lengge bukan sekadar bangunan penyimpanan. Penelitian yang diterbitkan dalam Basastra Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 2025 menunjukkan bahwa arsitektur uma lengge memiliki makna simbolik sekaligus berkaitan dengan upaya mempertahankan pangan masyarakat Bima. Struktur yang tinggi dan papan penahan tikus menjadi bagian dari pengetahuan lokal untuk menjaga bahan pangan tetap aman.
Di tengah perubahan pola hidup dan teknologi pertanian, sebagian lumbung padi tradisional Indonesia memang mulai kehilangan fungsi aslinya. Meski begitu, sebagian lainnya masih bertahan sebagai cadangan pangan sekaligus penanda identitas budaya. Karena itu, lumbung tradisional layak dilihat bukan hanya sebagai bangunan masa lalu, melainkan sebagai oase pangan yang menyimpan pengetahuan tentang cara masyarakat Indonesia menjaga hasil bumi dan memastikan persediaan tetap ada untuk hari esok.