Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Gunung Elbrus, Gunung Tertinggi di Eropa yang Masuk Seven Summits Dunia

Mengenal Gunung Elbrus, Gunung Tertinggi di Eropa yang Masuk Seven Summits Dunia
ilustrasi Gunung Elbrus (pexels.com/Yaroslav Chaadaev)

Pernah gak sih kamu lagi asyik nongkrong terus tiba-tiba muncul pertanyaan random di kepala, apa nama gunung tertinggi di Eropa? Banyak pendaki lama biasanya sudah tahu, sebagian lagi masih belu tahu. Tapi, faktanya jawaban itu kurang tepat kalau kita bicara soal batas geografis benua yang lebih luas.

Buat kamu yang hobi mendaki atau sekadar pengen nambah wawasan biar gak kalah pas main kuis, jawabannya adalah Gunung Elbrus. Terletak di Rusia, gunung ini berdiri gagah dan jadi primadona buat para pendaki profesional dari seluruh dunia. Yuk, kita bedah lebih dalam kenapa Elbrus menyandang gelar "Atap Eropa" dan apa saja fakta menarik di baliknya!

1. Mengenal Gunung Elbrus, sang raksasa di pegunungan Kaukasus

ilustrasi Gunung Elbrus
ilustrasi Gunung Elbrus (unsplash.com/Andrey Che)

Kalau kamu cari di peta, Gunung Elbrus ini letaknya di Pegunungan Kaukasus, tepatnya di bagian barat daya Rusia, dekat perbatasan Georgia. Secara teknis, Elbrus adalah gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi, tapi bentuk kerucut kembar khas gunung berapi masih terlihat sangat jelas di sana.

Gunung ini punya dua puncak utama, yaitu Puncak Barat dan Puncak Timur. Puncak Barat adalah yang paling tinggi dengan ketinggian mencapai 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena ketinggiannya ini, Elbrus resmi mengalahkan Mont Blanc (4.810 mdpl) yang selama ini sering disalahpahami sebagai titik tertinggi di Eropa.

2. Masuk dalam jajaran seven summits dunia yang prestisius

ilustrasi Gunung Elbrus
ilustrasi Gunung Elbrus (unsplash.com/Gleb Lucky)

Buat para pendaki, mendaki Gunung Elbrus itu sudah seperti " naik hajinya" para petualang. Elbrus masuk ke dalam daftar Seven Summits, yaitu tujuh puncak gunung tertinggi di tiap tujuh benua di dunia. Elbrus mewakili Benua Eropa, bersanding dengan Everest (Asia), Aconcagua (Amerika Selatan), hingga Kilimanjaro (Afrika).

Menariknya, meskipun Elbrus sangat tinggi, akses untuk mencapai puncaknya tergolong lebih bersahabat dibanding gunung-gunung di Himalaya. Ada sistem kereta gantung (cable car) yang bisa membawa kamu sampai ke ketinggian sekitar 3.800 meter. Tapi jangan senang dulu. Sisa pendakiannya tetap menuntut fisik yang prima karena medan salju yang abadi dan cuaca yang bisa berubah ekstrem dalam hitungan menit. Kamu tetap butuh persiapan matang dan tidak boleh meremehkan gunung ini.

3. Tantangan mendaki di tengah hamparan salju abadi

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Creative Dummy llc)

Salah satu hal yang bikin Elbrus unik adalah pemandangannya yang serba putih. Karena lokasinya yang berada di utara dan memiliki ketinggian di atas 5.000 meter, puncak Elbrus selalu tertutup salju sepanjang tahun. Ini yang bikin suhu di sana bisa turun drastis sampai minus puluhan derajat Celsius.

Selain suhu yang dingin, tantangan terbesar bagi pendaki di sini adalah kondisi angin yang sangat kencang. Jalur pendakiannya memang tidak terlalu curam secara teknis jika dibandingkan dengan gunung Matterhorn di Swiss. Tapi berjalan di atas es dan salju (glacier) dengan oksigen yang tipis bukan perkara mudah. Kamu harus memakai peralatan lengkap seperti crampon (sepatu berpaku es) dan kapak es untuk bisa bertahan. Meskipun menantang, pemandangan dari atas sana benar-benar tidak ada duanya. Kamu bakal merasa seperti berdiri di atas awan yang menyelimuti daratan Rusia.

4. Waktu terbaik buat berkunjung dan tips buat pemula

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Giancarlo Haeffener)

Kalau kamu punya impian buat menjejakkan kaki di sana, kamu tidak bisa datang sembarangan. Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Elbrus biasanya ada di musim panas, antara bulan Mei sampai Agustus. Pada bulan-bulan ini, cuaca cenderung lebih stabil dan matahari bersinar lebih lama, meskipun suhu di puncak tetap saja di bawah nol derajat.

Buat kamu yang masih pemula dalam pendakian gunung es, sangat disarankan untuk ikut agen pendakian yang berpengalaman. Kamu juga butuh waktu untuk aklimatisasi, alias proses penyesuaian tubuh dengan ketinggian agar tidak terkena penyakit ketinggian (altitude sickness). Ingat, mendaki gunung bukan soal adu cepat sampai puncak, tapi soal bagaimana kamu bisa kembali pulang dengan selamat.

Nah, sekarang kamu sudah punya jawaban lengkap kalau ada yang tanya apa nama gunung tertinggi di Eropa. Gunung Elbrus bukan cuma soal angka 5.642 meter saja, tapi juga tentang keindahan alam Rusia dan kebanggaan menjadi bagian dari Seven Summits dunia. Gimana, tertarik buat memasukkan Elbrus ke dalam bucket list petualangan kamu suatu saat nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Related Articles

See More

Kapan Waktu Terbaik Beli Tiket Pesawat, biar Murah dan Hemat?

17 Mei 2026, 19:30 WIBTravel