Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Negara Paling Ramah Turis 2026, Indonesia Salah Satunya!

3 min read
10 Negara Paling Ramah Turis 2026, Indonesia Salah Satunya!
Potret menyapa orang lain (pexels.com/Zen Chung)
  • Condé Nast Traveller merilis daftar negara paling ramah turis 2026 melalui Readers’ Choice Awards, berdasarkan ribuan respons wisatawan tentang pengalaman kunjungan mereka.

  • Costa Rica memimpin dengan skor 98,67, disusul Selandia Baru dan Irlandia; Indonesia berada di peringkat keempat dengan skor 97,50.

  • Keramahan negara-negara tersebut dikaitkan dengan nilai budaya lokal, termasuk gotong royong di Indonesia, serta menjadi pertimbangan wisatawan dalam memilih destinasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keramahan penduduk lokal menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman liburan terasa lebih berkesan. Sambutan hangat, kesediaan membantu wisatawan, hingga kebiasaan masyarakat dalam berinteraksi dengan orang asing dapat membuat turis merasa lebih nyaman saat menjelajahi suatu destinasi. Tak heran jika faktor ini turut menjadi pertimbangan ketika seseorang memilih negara untuk dikunjungi.

Melalui Readers’ Choice Awards 2026, majalah perjalanan Condé Nast Traveller kembali merilis daftar negara paling ramah di dunia berdasarkan penilaian para pembacanya. Pemeringkatan ini melibatkan ribuan respons dari wisatawan yang membagikan pengalaman mereka selama berkunjung ke berbagai negara.

Menariknya, Indonesia juga menunjukkan pencapaian membanggakan dengan berada di posisi keempat. Penasaran negara mana saja yang masuk daftar negara paling ramah turis 2026? Simak daftar lengkapnya berikut ini, ya!

  1. 1. Costa Rica menempati posisi pertama

    Costa Rica berhasil menduduki peringkat pertama sebagai negara paling ramah turis 2026 dengan skor 98,67. Pencapaian ini terbilang istimewa, karena negara tersebut menjadi pendatang baru yang langsung menempati posisi teratas dalam pemeringkatan Readers’ Choice Awards Condé Nast Traveller tahun ini.

    Keramahan masyarakat Costa Rica tidak lepas dari filosofi hidup Pura Vida yang telah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan ini secara harfiah berarti kehidupan yang murni atau sederhana, tetapi juga mencerminkan cara pandang masyarakat untuk menjalani hidup dengan optimistis, mengurangi stres, serta mengutamakan waktu bersama orang-orang terdekat dibandingkan hal-hal materialistis.

    Filosofi tersebut turut membentuk suasana yang bersahabat bagi wisatawan. Selain menikmati pantai-pantai indah dan hutan tropis yang rimbun, turis dapat merasakan kehidupan masyarakat lokal yang cenderung santai dan terbuka. Kombinasi alam yang memukau dan budaya yang mengutamakan kebahagiaan membuat Costa Rica menjadi destinasi yang berkesan.

  2. 2. Daftar 10 negara paling ramah turis 2026

    Potret orang Indonesia yang ramah
    Potret orang Indonesia yang ramah (pexels.com/Federico Tomasoni)

    Selain Costa Rica, ada sembilan negara lain yang masuk dalam daftar negara paling ramah turis versi Condé Nast Traveller. Indonesia menjadi salah satu yang patut disorot, karena berhasil menempati posisi keempat dengan skor 97,50. Berikut daftar lengkapnya berdasarkan skor yang diperoleh.

    1. Costa Rica (98,67).

    2. Selandia Baru (98,46).

    3. Irlandia (98,39).

    4. Indonesia (97,50).

    5. Bhutan (97,23).

    6. Portugal (96,67).

    7. Italia (96,54).

    8. Yunani (96,31).

    9. Thailand (96,00).

    10. India (95,87).

  3. 3. Keramahan masyarakat menjadi daya tarik wisata

    Setiap negara dalam daftar tersebut memiliki tradisi dan budaya yang turut membentuk keramahan masyarakatnya. Di Selandia Baru misalnya, terdapat konsep manaakitanga dari budaya Māori yang mengajarkan pentingnya menghormati, merawat, dan menyambut orang lain dengan hangat. Sementara itu, Irlandia memiliki ungkapan céad míle fáilte yang berarti seratus ribu sambutan, sebagai gambaran kuatnya tradisi menerima tamu.

    Indonesia juga memiliki nilai gotong royong yang tercermin dalam kebiasaan masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama. Keramahan ini dapat dirasakan wisatawan ketika berkunjung ke berbagai daerah, mulai dari berbincang dengan warga desa, menikmati hidangan di warung keluarga, hingga mengenal tradisi lokal melalui festival budaya.

    Di sisi lain, Portugal dikenal dengan tradisi berkumpul bersama keluarga dan komunitas, sedangkan masyarakat Yunani menjunjung konsep philoxenia, yakni menyambut orang asing layaknya teman. Berbagai nilai tersebut menunjukkan bahwa keramahan tidak hanya terlihat dari sikap individu, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan dan identitas masyarakat.

    Pemeringkatan ini bisa menjadi referensi bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman liburan dengan suasana lebih hangat dan bersahabat. Meski demikian, skor tersebut merupakan hasil penilaian pembaca Condé Nast Traveller berdasarkan pengalaman masing-masing, sehingga bukan satu-satunya tolok ukur keramahan suatu negara. Pada akhirnya, setiap perjalanan tetap memberikan kesempatan untuk mengenal budaya baru dan membangun interaksi menyenangkan dengan masyarakat setempat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More