Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Tidur di Lantai Pesawat saat Penerbangan Panjang?

4 min read
Bolehkah Tidur di Lantai Pesawat saat Penerbangan Panjang?
ilustrasi pesawat (unsplash.com/Timothee Pineau)
  • Tidur di lantai pesawat berisiko cedera saat turbulensi karena penumpang tidak terlindungi sabuk pengaman; awak kabin dapat meminta penumpang kembali ke kursi.
  • Berbaring di lorong menghambat evakuasi, akses peralatan keselamatan, serta kerja awak kabin dan troli layanan; area kabin kosong tidak boleh digunakan tanpa izin.
  • Lantai kabin kurang higienis karena dapat menyimpan debu dan kotoran; gunakan bantal leher, selimut bersih, atau fasilitas kursi yang tersedia untuk beristirahat lebih aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penerbangan belasan jam bisa membuat badan pegal, leher kaku, dan posisi duduk terasa semakin menyiksa. Saat kursi ekonomi mulai terasa sempit, tidur selonjoran di lantai pesawat mungkin terdengar menggoda, apalagi jika banyak kursi di sekitar terlihat kosong.

Namun, penumpang tidak bisa sembarangan berpindah tempat untuk tidur, terlebih sampai berbaring di lantai kabin, lho. Jadi, bolehkah tidur di lantai pesawat saat penerbangan panjang?

  1. 1. Tidur di lantai pesawat berisiko saat terjadi turbulensi

    ilustrasi pesawat
    ilustrasi pesawat (pexels.com/Pew Nguyen)

    Turbulensi bisa membuat pesawat berguncang secara tiba-tiba, bahkan ketika cuaca di luar terlihat cerah. Jika penumpang sedang berbaring di lantai, tubuhnya tidak memiliki perlindungan seperti ketika duduk dengan sabuk pengaman terpasang. Guncangan kuat dapat membuat tubuh terangkat atau terbentur kursi dan bagian kabin lainnya. Risiko cedera ini menjadi alasan penting untuk tidak tidur di lantai pesawat. Karena itu, penumpang sebaiknya tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang selama berada di kursi, terutama ketika lampu indikator sabuk pengaman menyala.

    Awak kabin juga dapat meminta penumpang kembali ke tempat duduk demi keselamatan. Meski penerbangan terasa tenang, turbulensi tidak selalu bisa diprediksi dari kondisi yang terlihat di luar pesawat. Jangan menunggu pesawat mulai berguncang untuk kembali ke kursi.

  2. 2. Berbaring di lorong dapat menghambat evakuasi darurat

    ilustrasi pesawat
    ilustrasi pesawat (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Lorong pesawat bukan tempat untuk tidur karena area ini harus tetap bisa dilalui penumpang dan awak kabin. Dalam keadaan darurat, setiap detik bisa berarti sehingga jalur menuju pintu keluar perlu bebas dari penghalang. Penumpang yang berbaring di lantai berisiko membuat orang lain tersandung atau memperlambat pergerakan saat evakuasi. Risiko tersebut tetap ada meskipun seseorang hanya berniat beristirahat sebentar.

    Selain lorong, area di dekat pintu darurat dan akses menuju peralatan keselamatan juga harus dibiarkan bebas. Awak kabin membutuhkan ruang untuk bergerak, memberikan instruksi, dan menangani situasi yang memerlukan tindakan cepat. Karena itu, jangan menggunakan ruang kosong di kabin sebagai tempat tidur tanpa izin awak kabin. Jika ingin berpindah posisi atau mencari tempat yang lebih nyaman, tanyakan terlebih dahulu kepada kru pesawat.

  3. 3. Lantai kabin bukan tempat tidur yang higienis

    ilustrasi pesawat
    ilustrasi pesawat (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Karpet pesawat digunakan oleh banyak penumpang sepanjang hari, termasuk orang yang berjalan dari toilet atau membawa kotoran dari luar kabin. Debu, serpihan makanan, dan kotoran lain bisa tertinggal di permukaannya meskipun lantai sudah dibersihkan. Pembersihan antarpenerbangan juga tidak selalu mencakup pencucian karpet secara menyeluruh. Berbaring langsung di lantai karena itu bukan pilihan yang ideal untuk beristirahat.

    Risiko kebersihan ini juga berlaku jika kamu membawa selimut atau jaket sebagai alas. Kain tersebut bisa bersentuhan dengan permukaan karpet dan juga bisa saja ikut terkena kotoran. Jika ingin tidur lebih nyaman, gunakan bantal leher dan selimut yang disediakan maskapai atau perlengkapan pribadi yang bersih. Hindari meletakkan wajah, tangan, atau barang yang akan bersentuhan dengan kulit langsung di karpet kabin.

  4. 4. Tidur di lantai bisa mengganggu pekerjaan awak kabin

    ilustrasi pesawat
    ilustrasi pesawat (pexels.com/Kelly)

    Selama penerbangan, pramugari dan pramugara perlu melewati lorong untuk membagikan makanan, minuman, serta membantu penumpang. Troli layanan yang mereka dorong cukup besar dan berat sehingga orang yang berbaring di lantai dapat menghalangi pergerakan atau berisiko tertabrak. Bahkan jika tubuh tidak sepenuhnya menutupi lorong, kaki atau tangan yang menjulur tetap bisa membahayakan orang yang lewat. Hal ini membuat tidur di lantai bukan sekadar masalah kenyamanan pribadi.

    Awak kabin juga harus menjaga akses ke kursi penumpang, toilet, dan perlengkapan keselamatan selama perjalanan. Jika melihat penumpang tidur di area yang mengganggu aktivitas tersebut, mereka dapat meminta penumpang kembali ke kursi. Ikuti arahan kru meskipun kamu merasa hanya membutuhkan sedikit ruang tambahan untuk meregangkan badan. Aturan dan instruksi di dalam pesawat tetap perlu dipatuhi selama penerbangan.

  5. 5. Ada cara yang lebih aman untuk tidur selama penerbangan panjang

    ilustrasi kursi pesawat
    ilustrasi kursi pesawat (pexels.com/Kelly)

    Kalau ingin beristirahat tanpa harus berbaring di lantai, pilih posisi duduk yang paling nyaman dan gunakan bantal leher untuk menyangga kepala. Kursi dekat jendela bisa membantu karena kamu dapat menyandarkan kepala ke sisi kabin dengan bantalan tambahan, tanpa mengganggu penumpang lain yang hendak keluar. Penutup mata dan penyumbat telinga juga bisa membantu mengurangi gangguan cahaya serta suara di kabin. Pastikan sabuk pengaman tetap terpasang di atas selimut agar awak kabin dapat melihatnya dengan jelas.

    Untuk perjalanan yang sangat panjang, kamu juga bisa mempertimbangkan fasilitas kursi yang memungkinkan ruang istirahat lebih luas. Beberapa maskapai menawarkan produk khusus seperti Skycouch dari Air New Zealand, yang mengubah area beberapa kursi ekonomi menjadi permukaan untuk berbaring sesuai ketentuan produk tersebut. Ketersediaan, biaya, dan aturan penggunaannya bergantung pada maskapai serta rute penerbangan. Jika ingin meregangkan kaki, lakukan saat kondisi memungkinkan dan ikuti instruksi awak kabin, bukan dengan menjadikan lorong sebagai tempat tidur.

    Rasa kantuk mungkin sulit ditahan setelah berjam-jam duduk di pesawat, tetapi bukan berarti lantai kabin bisa dijadikan tempat tidur. Jika ingin meluruskan kaki atau mengubah posisi duduk, tanyakan kepada awak kabin apa yang boleh dilakukan selama penerbangan. Jangan sampai niat mencari posisi tidur yang nyaman justru membuat perjalananmu terganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More