Bepergian seorang diri alias solo traveling kini semakin diminati, khususnya di kalangan perempuan yang ingin merasakan pengalaman liburan lebih personal dan fleksibel. Tanpa harus menyesuaikan rencana dengan orang lain, solo traveling memberi kebebasan penuh untuk menentukan ritme perjalanan sendiri.
Tak heran kalau tren ini terus menunjukkan peningkatan. BBC melaporkan dalam lima tahun terakhir, jumlah perempuan yang memilih traveling sendirian meningkat hingga 30 persen secara global.
Meski demikian, faktor keamanan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan bepergian sendiri. Laporan Talker Research untuk Road Scholar menyebutkan sebanyak 59 persen responden masih ragu melakukan aktivitas seperti berjalan kaki pada malam hari saat solo traveling.
Seiring berkembangnya industri pariwisata, sejumlah negara pun dinilai semakin ramah dan aman bagi perempuan, mulai dari tingkat kriminalitas rendah hingga budaya masyarakat yang suportif. Berdasarkan hasil analisis Georgetown Institute for Women, Peace and Security, ada sejumlah negara yang dinilai aman untuk perempuan yang melakukan solo traveling. Berikut di antaranya.
