- Aplikasi eRinjani App (iOS): kemudahan layanan pendakian yang hadir di AppStore. Mengakomodir perluasan akses layanan pendakian.
- Asuransi Premium Pendaki: perlindungan maksimal sebagai bentuk tanggung jawab dan peningkatan standar keselamatan.
- Rinjani Beacon: aplikasi pemantauan posisi pendaki secara real time melalui smartphone. Mengadopsi prinsip Personal Locator Beacon (PLB) yang selama ini digunakan BASARNAS dalam operasi SAR.
- Command Center: pusat kendali terpadu di Kantor Balai untuk pengelolaan data pendakian, komunikasi, dan respons kedaruratan secara terintegrasi.
- Integrated Radio Communications: sistem komunikasi radio terpadu yang menghubungkan petugas lapangan, pos pendakian, dan command center.
- Zero Waste Digital System: digitalisasi pengelolaan sampah pendaki untuk mendukung pendakian yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
- Papan Interpretasi Jalur Pendakian: media edukatif dan informatif yang menyampaikan regulasi keselamatan, peta jalur, serta kekayaan flora, fauna, dan geologi Rinjani.
- Shelter Inovatif Ramah Lingkungan: pos istirahat mandiri dengan panel surya, struktur kokoh, dan desain ergonomis untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pendaki.
Pendakian Gunung Rinjani akan Buka Kembali, Catat Jadwalnya!

Ada kabar baik untuk para pendaki yang sudah lama menantikan momen kembali ke alam. Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dijadwalkan buka kembali pada 28 Maret 2026. Sebelumnya, pendakian sempat ditutup pada 1 Januari 2026 akibat cuaca ekstrem dan proses evaluasi berkelanjutan.
Pembukaan jalur pendakian kali ini dilakukan setelah melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur, fasilitas pendukung, hingga kesiapan petugas di lapangan dalam menghadapi musim kunjungan wisata. Langkah ini diambil, agar pengalaman mendaki tetap aman, sekaligus nyaman bagi para wisatawan.
Kini, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani juga mulai menerapkan sistem pengelolaan yang lebih aman, modern, dan berstandar global. Tahun ini bahkan disebut sebagai tonggak penting komitmen bersama untuk mewujudkan pendakian kelas dunia yang berkelanjutan, tertib, dan ramah lingkungan.
Melansir dari Instagram resmi @btn_gn_rinjani, berikut informasi penting yang perlu kamu ketahui sebelum merencanakan pendakian ke Rinjani tahun ini.
Menerapkan sistem keselataman yang lebih modern
Dalam mewujudkan pendakian kelas dunia berkelanjutan yang aman dan nyaman, pihak Taman Nasional Gunung Rinjani menerapkan inovasi digital dan penguatan sistem keselamatan. Berikut berbagai langkah dan upaya strategis yang sedang berproses.
Menjadikan Gunung Rinjani sebagai pendakian berkualitas

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan arah pengelolaan Rinjani bukan menuju mass tourism, melainkan pendakian eksklusif, berkualitas, dan berorientasi konservasi. Artinya, pengalaman kelas dunia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem.
Sinergi pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci, agar pengelolaan kawasan di Nusa Tenggara Barat semakin adaptif. Selain itu, semakin profesional dan berdaya saing global tanpa melupakan komitmen utama, yakni menjaga Gunung Rinjani tetap lestari untuk generasi mendatang.
Jumlah kunjungan wisatawan
Sementara itu, jumlah kunjungan wisata pendakian Gunung Rinjani tercatat sebanyak 80.214 orang yang terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 43.236 dan wisatawan domestik sebanyak 36.978 orang. Sedangkan, jumlah kunjungan wisata non-pendakian mencapai 52.108 orang. Terdiri dari wisatawan domestik sebanyak 51.311 orang dan mancanegara 797 orang.





![[QUIZ] Dari Menu Berbuka Favoritmu, Kamu Bakal Mudik Lebaran ke Kota Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250406/whatsapp-image-2025-04-05-at-115553-1d2fdd614142c09f2d4d75cb1e88c9ba.jpeg)











