Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Gunung untuk Pendakian Tektok saat Puasa, Ramah Pemula!

5 Gunung untuk Pendakian Tektok saat Puasa, Ramah Pemula!
Gunung Prau, Jawa Tengah (unsplash.com/Andri Hemawan)
Intinya Sih

  • Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl dengan tiga jalur pendakian yang ramah pemula.

  • Gunung Panderman terletak di Kota Batu, Jawa Timur, dengan pemandangan indah dari puncak Basundara.

  • Gunung Ungaran cocok untuk pemula dengan beberapa jalur pendakian yang relatif landai dan durasi pendakian singkat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang menghindari mendaki gunung selama bulan Ramadan. Alasannya apalagi kalau bukan karena tubuh yang sedang berpuasa. Gak bisa dipungkiri, ketidakadaan asupan makanan dan minuman memang sangat berpengaruh pada tubuh kita. Apalagi mendaki gunung juga merupakan aktivitas yang tergolong berat dan membutuhkan banyak energi.

Namun, hanya karena kamu puasa, bukan berarti aktivitas mendaki gunung jadi mustahil dilakukan. Sebaliknya, kamu tetap bisa mendaki gunung. Namun, alih-alih memilih gunung dengan ketinggian di atas 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan jalur ekstrem, kamu bisa memilih gunung yang lebih rendah dengan jalur bersahabat.

Beberapa gunung juga bahkan memungkinkan pendakian tektok alias pergi dan pulang di hari yang sama. Berikut beberapa rekomendasi gunung untuk pendakian tektok saat puasa. Jalurnya ramah buat pemula, nih!

1. Gunung Andong

Gunung Andong
Gunung Andong (commons.wikimedia.org/Bellabangsa23)

Terletak di perbatasan Semarang, Magelang, dan Salatiga, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Meski tergolong rendah, gunung ini memiliki pemandangan yang gak kalah keren, lho!

Terdapat tiga jalur pendakian yang bisa kamu pilih untuk sampai puncaknya, yakni Jalur Sawit, Jalur Gogik, dan Jalur Pendem. Di antara ketiganya, Jalur Sawit adalah yang paling populer. Namun, kalau kamu mau jalur pendakian yang lebih ramah di kaki, maka Jalur Gogik adalah pilihan terbaik.

Jalur Gogik memiliki kontur landai, dengan pemandangan hutan bambu dan pinus yang asri. Di puncaknya, kamu bisa menikmati pemandangan ala negeri atas awan ditemani siluet beberapa gunung seperti Telomoyo, Merbabu, Sindoro, Prau, Merapi, Sumbing, hingga Ungaran. Rata-rata pendakian ke puncak Gunung Andong sendiri memakan waktu sekitar 1—3 jam, tergantung pada stamina masing-masing pendaki. Cukup singkat, kan?

2. Gunung Panderman

Gunung Panderman
Gunung Panderman (commons.wikimedia.org/Christophorus Ardi Nugraha)

Jika Gunung Andong terasa kurang menantang, mungkin kamu perlu menaklukkan puncak Basundara di Gunung Panderman. Gunung Panderman terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian 2.045 mdpl dengan puncak yang bisa dicapai dalam waktu sekitar 3 jam pendakian.

Untuk Gunung Panderman sebetulnya memiliki dua jalur pendakian. Namun, jalur yang resmi hanya satu, yakni Jalur Dukuh Toyomerto yang basecamp-nya berlokasi di Desa Pesanggrahan.

Mayoritas pendaki biasanya naik di siang hari, dan mendirikan tenda di puncak Basundara. Kenapa begitu? Pasalnya, puncak Basundara memiliki pemandangan yang memang luar biasa cantik. Di siang hari, kamu bisa menyaksikan indahnya Gunung Arjuno-Welirang di kejauhan. Di malam hari, pemandangan yang muncul adalah ribuan lampu kelap-kelip dari Kota Batu. Jangan sampai tidur terlalu malam, supaya besoknya kamu bisa bangun pagi dan menyaksikan indahnya sunrise dari puncak Basundara.

3. Gunung Ungaran

ilustrasi pemandangan di Gunung Ungaran
ilustrasi pemandangan di Gunung Ungaran (instagram.com/chairullah_abbas)

Buat kamu yang masih pemula dalam urusan naik gunung, Gunung Ungaran wajib masuk ke dalam list pendakian kamu, nih! Gunung Ungaran terletak di Kabupaten Semarang. Memiliki ketinggian 2.050 mdpl, gunung satu ini cocok buat kamu yang ingin menikmati pemandangan spektakuler tanpa perlu mendaki selama belasan jam.

Terdapat beberapa jalur untuk bisa mencapai puncak Ungaran, yaitu Jalur Promasan, Jalur Mawar, Jalur Candi Gedong Songo, dan Jalur Perantunan Gintungan Bandungan. Kalau ingin melakukan pendakian tektok, Jalur Promasan adalah pilihan yang tepat karena perjalanan menuju puncak dari jalur ini hanya sekitar 3 jam pendakian. Selain itu, kamu juga akan melewati perkebunan teh hampir sepanjang perjalanan.

Jalur lain yang direkomendasikan adalah Jalur Perantunan Gintungan Bandungan yang dikenal memiliki trek relatif landai dengan jarak setiap pos yang cukup dekat. Terdapat lima pos pendakian di Jalur Perantunan dengan durasi pendakian sekitar 2,5—4 jam.

4. Gunung Papandayan

ilustrasi suasana di Gunung Papandayan
ilustrasi suasana di Gunung Papandayan (Unsplash.com/Leon Beckert)

Lebih tinggi dari Ungaran, ada Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat yang memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Meski tergolong tinggi, gunung satu ini masih cocok dipilih untuk pendakian tektok, karena jalur yang jelas dan medan pendakian yang gak terlalu sulit.

Gunung Papandayan sendiri sebetulnya memiliki dua jalur pendakian, yaitu Jalur Cisurupan dan Jalur Pengalengan. Meski begitu, jika kamu pemula, Jalur Cisurupan adalah yang paling direkomendasikan karena merupakan jalur resmi dan memiliki trek lebih aman. Selain itu, Jalur Cisurupan juga memiliki pemandangan yang menarik. Mulai dari belasan kawah, area Hutan Mati, sampai Tegal Alun yang merupakan rimba bunga edelweis.

Gak sampai di situ, di puncak Papandayan, kamu akan disajikan panorama matahari terbit dan terbenam yang gak kalah indah. Pendakian Gunung Papandayan memakan waktu antara 4—6 jam, tergantung pada kekuatan fisik masing-masing pendaki.

5. Gunung Prau

ilustrasi pemandangan di Gunung Prau saat sunrise
ilustrasi pemandangan di Gunung Prau saat sunrise (instagram.com/mariolorensoo)

Bisa dibilang Gunung Prau merupakan gunung favorit banyak pendaki. Terletak di kawasan Dieng, JawaTengah, Gunung Prau memiliki ketinggian 2.590 mdpl. Lagi-lagi, meski ketinggiannya di atas 2.000 mdpl, gunung satu ini masih cocok banget untuk pendakian tektok karena perjalanan menuju puncak yang singkat dan track pendakian yang relatif bersahabat.

Untuk mencapai puncak Prau, terdapat beberapa jalur yang bisa digunakan. Mulai dari Jalur Dieng, Wates, Kalilembu, Dwarawati, sampai Patak Banteng. Di Prau, jalur favoritnya adalah Jalur Dieng dengan estimasi waktu pendakian sekitar 3—4 jam. Jalur ini memiliki trek landai, tetapi cukup panjang, sehingga cocok untuk pendakian santai. Pemandangan yang ditawarkan juga gak main-main, karena kamu akan melewati kawasan hutan dan perbukitan yang asri.

Oh iya, kalau kamu mendaki Gunung Prau, menginap adalah pilihan terbaik. Dengan begitu, kamu bisa menyaksikan golden sunrise Prau yang sering disebut-sebut sebagai sunrise terindah di Indonesia.

Mendaki gunung saat puasa bukanlah hal yang mustahil. Meski begitu, kamu harus pintar-pintar dalam memilih gunung tujuanmu. Usahakan pilih gunung yang gak terlalu tinggi dengan track jalur pendakian landai. Terakhir, pastikan kamu gak memaksakan diri ya, supaya badan gak drop dan tetap bisa berpuasa dengan lancar, serta nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More