potret Pattaya, Thailand (unsplash.com/Markus Winkler)
Dilansir dari Bangkok Post, saat Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow mengunjungi Phuket baru-baru ini, beliau mendengar sejumlah keluhan dari para pelaku usaha di sana. Mereka bercerita tentang sisi negatif dari sistem tersebut yang awalnya dimaksudkan untuk mempromosikan pariwisata Negeri Gajah Putih tersebut.
Tak hanya di Phuket, di destinasi wisata lainnya, terdapat banyak laporan tentang wisatawan asing dengan visa tinggal 60 hari yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memulai bisnis di bidang yang dikhususkan bagi warga Thailand. Bahkan orang-orang ini akhirnya membeli properti secara ilegal melalui pihak ketiga.
Sihasak Phuangketkeow setuju bahwa periode masa tinggal bebas visa selama 60 hari terlalu lama sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang memasuki Thailand bukan untuk tujuan wisata yang sebenarnya. Tetapi, malah dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk tinggal di negara tersebut tanpa mengajukan permohonan visa jangka panjang yang sesuai.