Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hampir Sepekan, Sebanyak 216 Orang Tewas selama Songkran 2026

Hampir Sepekan, Sebanyak 216 Orang Tewas selama Songkran 2026
Potret Songkran (pexels.com/Saga Tripura)
Intinya Sih
  • Selama enam hari pertama Songkran 2026, tercatat 1.108 kecelakaan di Thailand dengan 216 korban tewas dan 1.073 luka-luka, menunjukkan tingginya risiko berkendara saat libur panjang.
  • Kebanyakan kecelakaan disebabkan ngebut dan mabuk, melibatkan sepeda motor di jalan lurus pada malam hari; kelompok usia 20–29 tahun jadi yang paling terdampak.
  • Songkran dikenal sebagai 'Seven Dangerous Days' karena tiap tahun angka kecelakaan meningkat tajam, menegaskan pentingnya keselamatan meski suasana perayaan berlangsung meriah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perayaan Songkran 2026 kembali diwarnai kabar duka. Dalam enam hari pertama periode libur ini, angka kecelakaan lalu lintas di Thailand tercatat cukup tinggi.

Data terbaru dari Department of Disaster Prevention and Mitigation mencatat total 1.108 kecelakaan, yang menyebabkan 1.073 orang luka-luka dan 216 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa risiko berkendara selama Festival Songkran masih menjadi perhatian serius setiap tahunnya.

Table of Content

1. Ratusan kecelakaan terjadi hanya dalam enam hari

1. Ratusan kecelakaan terjadi hanya dalam enam hari

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Jetsada Thaiseth, dalam konferensi pers pada 16 April 2026, menyebut angka tersebut mencerminkan masih besarnya potensi bahaya, meski berbagai kampanye keselamatan berkendara telah digelar. Artinya, upaya pencegahan yang dilakukan sejauh ini belum sepenuhnya mampu menekan angka kecelakaan, terutama di tengah lonjakan mobilitas masyarakat selama perayaan berlangsung.

Menurut laporan The Nation Thailand, secara wilayah, Provinsi Phrae di bagian utara mencatat jumlah kecelakaan terbanyak, yakni 47 kasus, sekaligus korban luka terbanyak sebanyak 49 orang. Sementara itu, Bangkok menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, mencapai 19 orang dalam periode yang sama. Di sisi lain, ada Provinsi Chiang Rai yang melaporkan 11 korban luka-luka dan 3 meninggal dunia.

2. Ngebut dan mabuk jadi penyebab utama kecelakaan

Potret Songkran
Potret Songkran (pixabay.com/zixww2020)

Tingginya angka kecelakaan selama Songkran bukan tanpa sebab. Berdasarkan laporan dari Thai BPS World, kebut-kebutan menjadi faktor utama dengan kontribusi sebesar 43,59 persen. Disusul oleh mengemudi dalam kondisi mabuk yang mencapai 25,64 persen.

Selain itu, sepeda motor menjadi kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan, dengan persentase mencapai 67,84 persen. Mayoritas kecelakaan juga terjadi di jalan lurus, yakni sebesar 89,74 persen, dengan waktu rawan pada pukul 18.00 hingga 21.00 waktu setempat. Dari sisi demografi, kelompok usia 20–29 tahun menjadi yang paling banyak terdampak, dengan proporsi korban mencapai 24,46 persen.

Di tengah kondisi ini, otoritas juga mengingatkan potensi bahaya tambahan akibat badai musim panas yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah timur dan timur laut, sehingga pengendara diimbau lebih waspada, menghindari kecepatan tinggi, serta menjauhi area dengan pepohonan besar.

3. Di balik meriahnya festival, risiko tetap mengintai

Menurut World Health Organization (WHO), Thailand bahkan sudah lama masuk dalam daftar negara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang tinggi, yakni menempati peringkat kesembilan di antara negara-negara anggotanya.

Ironisnya, kondisi ini juga terjadi di tengah perayaan Songkran yang sejatinya sarat makna positif. Sebagai informasi, Songkran 2026 resmi dimulai pada 13 April, meski sebagian masyarakat sudah mulai merayakannya sejak 10 April.

Songkran sendiri juga dikenal sebagai “Seven Dangerous Days” oleh otoritas setempat. Istilah ini merujuk pada periode dengan risiko kecelakaan lalu lintas yang meningkat drastis setiap tahunnya.

Sebagai perbandingan, pada perayaan Songkran 2025 lalu, kecelakaan lalu lintas bahkan merenggut hingga 253 nyawa. Hal ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan tetap harus menjadi prioritas, bahkan di tengah suasana liburan sekalipun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
Eddy Rusmanto
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More