Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejarah Vaporetto, Bus Air yang Jadi Andalan di Venesia
Pemandangan Grand Canal di Venesia, Italia, dengan latar belakang Basilika di Santa Maria della Salute, serta Kanal ini ramai dengan berbagai jenis perahu, termasuk vaporetto umum dan taksi air pribadi. (commons.wikimedia.org/Peter K Burian)
  • Vaporetto pertama kali beroperasi pada tahun 1881 sebagai bus air utama di Venesia, menggantikan kapal uap kecil dan menjadi penghubung penting antarwilayah melalui kanal-kanal kota.
  • Kehadiran Vaporetto sempat memicu protes dari pendayung gondola, namun akhirnya keduanya berdampingan dengan fungsi berbeda: Vaporetto untuk jalur besar dan gondola untuk kanal sempit.
  • Dikelola oleh ACTV sejak 1903, Vaporetto kini beroperasi 24 jam dengan teknologi mesin modern ramah lingkungan serta aksesibilitas tinggi bagi semua pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Transportasi pada dasarnya memiliki fungsi sederhana, yaitu memindahkan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain untuk memudahkan mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Selain menjadi penghubung antarwilayah, keberadaan transportasi juga berperan penting dalam mendorong roda ekonomi dan pembangunan. Salah satu bentuk transportasi yang paling unik di dunia dapat kita temukan di Venesia, Italia, melalui sistem bus air yang dikenal dengan nama Vaporetto.

Dikelola oleh ACTV, Vaporetto merupakan transportasi umum utama yang berfungsi layaknya bus kota, tetapi beroperasi di atas air. Dengan rute dan jadwal tetap, armada ini menyusuri kanal-kanal bersejarah, menghubungkan pusat kota, Grand Canal, hingga pulau-pulau di sekitarnya. Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja dan sejarah di balik transportasi air yang ikonik ini? Yuk, telusuri dalam artikel berikut!

1. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1881

Pemandangan Grand Canal di Venesia, Italia, yang menampilkan bus air umum yang dikenal sebagai Vaporetto. (commons.wikimedia.org/Jean-Pol GRANDMONT)

Vaporetto adalah sebutan untuk bus air yang menjadi transportasi umum utama di pusat kota Venesia. Namanya secara harfiah berarti "kapal uap kecil," yang merujuk pada jenis mesin yang digunakan pada masa lalu. Meski teknologi mesinnya kini sudah jauh lebih modern, warga lokal Venesia masih sering menyebut kapal ini dengan istilah akrab seperti un batèlo atau un vaporino.

Sejarah transportasi unik ini dimulai pada tahun 1881 ketika kapal pertama bernama Regina Margherita diluncurkan di Grand Canal. Kehadiran bus air pertama tersebut dipelopori oleh sebuah perusahaan swasta asal Prancis bernama Compagnie des Bateaux Omnibus. Sejak saat itu, Vaporetto terus berkembang hingga menjadi pusat mobilitas yang menghubungkan berbagai sudut kanal di Venesia.

2. Kehadirannya sempat memicu protes dari para pendayung gondola

Suasana ramai di Grand Canal di Venesia, Italia. Perahu putih itu adalah vaporetto, sementara di bagian depan adalah sebuah gondola tradisional. (commons.wikimedia.org/Wolfgang Moroder)

Sebelum adanya Vaporetto, warga Venesia sepenuhnya bergantung pada gondola atau perahu dayung pribadi untuk bepergian. Ketika Vaporetto pertama kali muncul, kehadirannya memicu protes besar dari para pendayung gondola yang merasa mata pencaharian mereka terancam oleh teknologi baru ini. Persaingan ini sempat menimbulkan perdebatan sengit antara pendukung transportasi modern dan pekerja transportasi tradisional.

Namun, perselisihan tersebut akhirnya membantu memperjelas peran masing-masing transportasi di Venesia. Vaporetto kemudian resmi menjadi "bus umum" untuk jalur-jalur besar, sementara para pendayung gondola tetap diuntungkan karena merekalah satu-satunya yang memiliki akses ke kanal-kanal kecil yang sempit. Meski sempat ditentang keras, kemajuan teknologi ini tetap berjalan dan kini keduanya hidup berdampingan sebagai ciri khas kota.

3. Dikelola oleh actv

Kapal bus air ACTV Vaporetto di Venesia, Italia. (commons.wikimedia.org/Marc Ryckaert (MJJR))

Agar layanan lebih teratur, pemerintah kota mengambil alih operasional bus air ini dengan membentuk badan resmi pada tahun 1903. Setelah Perang Dunia II, pengelolaannya berganti menjadi ACTV (Azienda del Consorzio Trasporti Veneziano), lembaga yang hingga saat ini bertanggung jawab atas seluruh jaringan transportasi di Venesia. Karena kondisi kota yang tidak memungkinkan untuk membangun jalur kereta bawah tanah maupun darat, kanal pun menjadi satu-satunya jalur transportasi cepat yang paling praktis bagi masyarakat.

Saat ini, Vaporetto beroperasi selama 24 jam dengan jadwal yang disesuaikan menurut kepadatan rutenya, seperti Jalur 1 yang selalu melintasi Grand Canal. Sebagian besar armada ini juga sudah dirancang ramah bagi penyandang disabilitas agar semua orang bisa menggunakannya dengan nyaman. Selain rute utama, tersedia pula rute tambahan khusus pada musim panas, yakni antara bulan April hingga Oktober, untuk melayani kebutuhan transportasi yang meningkat.

4. Teknologi mesinnya telah mengalami banyak perubahan

Vaporetto atau bus air, yang merupakan transportasi umum utama di Venesia, Italia. (commons.wikimedia.org/Abxbay)

Meskipun namanya masih merujuk pada kapal uap, Vaporetto modern kini telah meninggalkan teknologi lama tersebut. Awalnya, mesin uap digantikan oleh mesin diesel yang lebih efisien dan bertenaga. Namun, fokus utama saat ini adalah beralih ke teknologi hibrida dan elektrik. Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi polusi suara serta emisi gas buang yang dapat merusak kualitas udara dan ekosistem di sekitar kanal.

Selain pembaruan mesin, desain fisik Vaporetto juga dibuat sangat fungsional dengan bentuk yang rendah dan datar agar tetap bisa melewati jembatan meskipun air sedang pasang. Teknologi terbaru juga dirancang khusus untuk meminimalkan gelombang air akibat laju kapal. Hal ini sangat penting karena getaran gelombang yang terus-menerus dapat mengikis dan merusak fondasi bangunan-bangunan kuno yang menjadi warisan sejarah di Venesia.

5. Beroperasi di banyak rute

Halte vaporetto San Tomà yang terletak di Grand Canal di Venesia, Italia. (commons.wikimedia.org/Wolfgang Moroder)

Vaporetto kini menjadi tulang punggung transportasi di Venesia yang sangat diandalkan oleh warga lokal maupun turis. Sebagai bus air, moda ini merupakan cara yang paling praktis dan terjangkau untuk berkeliling menyusuri Grand Canal hingga menjangkau pulau-pulau di sekitarnya seperti Murano, Burano, dan Lido. Karena kapasitasnya yang besar, Vaporetto menjadi pilihan utama dibandingkan dengan taksi air yang lebih kecil.

Saat ini, ada tiga jenis kapal yang beroperasi untuk kebutuhan yang berbeda. Ada Vaporetto biasa yang berdekatan dengan kanal utama, Motoscafo yang ukurannya lebih kecil dan lebih cepat, serta Motonave yang berukuran besar dengan dua tingkat. Motonave ini khusus digunakan untuk perjalanan jarak jauh menuju pulau-pulau luar agar dapat menampung lebih banyak penumpang dengan aman dan nyaman.

Vaporetto bukan sekadar kapal biasa, tetapi juga bus umum di atas air yang sudah menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan sehari-hari di Venesia. Dari yang dulunya memakai tenaga uap hingga kini mulai menggunakan mesin yang lebih ramah lingkungan, transportasi ini tetap menjadi cara termudah bagi siapa saja untuk berpindah dari satu kanal ke kanal lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article