Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Wisata Sejarah di Ungaran Semarang untuk Weekend List-mu!

5 Wisata Sejarah di Ungaran Semarang untuk Weekend List-mu!
Potret Candi Gedong Songo (commons.wikimedia.org/Michael Gunther)

Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang menawarkan keindahan alam, budaya, serta kaya akan sejarah. Kamu bisa mengeksplorasinya sambil menikmati hawa sejuk dengan pemandangan hijau khas pegunungan. Tempat ini cocok buat siapa saja yang ingin merasakan suasana berbeda dan sedikit menepi dari hiruk pikuk perkotaan.

Jika kamu berpikir bahwa kawasan bersejarah hanya dijumpai di Kota Lama, Kota Semarang, sebaiknya pertimbangkan untuk beralih ke sisi selatan. Terdapat beberapa wisata sejarah di Ungaran yang layak untuk dikunjungi. Kira-kira mana saja, ya? Yuk, simak rekomendasi lengkapnya di bawah ini, ya!

Table of Content

1. Candi Gedong Songo

1. Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo merupakan situs sejarah Hindu kuno yang terletak di lereng selatan Gunung Ungaran. Candi ini dibangun pada masa Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno, abad ke-8 hingga ke-9. Sesuai dengan namanya, terdapat sembilan bangunan candi dengan fungsi utama sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa.

Selain dapat melihat bangunan candi dengan latar pegunungan, kamu juga akan menjumpai sumber air panas alami yang mengandung belerang. Kawasan ini juga menjadi venue utama Festival Gedongsongo yang digelar setiap tahun.

Lokasi: Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Jam operasional: setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB.

2. Benteng Willem II Ungaran

Benteng Willem II Ungaran
Benteng Willem II Ungaran (commons.wikimedia.org/Christopherorl)

Masih di dekat Gunung Ungaran, terdapat Benteng Willem II Ungaran yang dibangun oleh Jenderal VOC Willem Baron Van Imhoff pada 1776. Benteng yang dikenal juga dengan nama Willem Oenarang ini dibangun sebagai tempat pertemuan pending para pejabat VOC dengan petinggi dari kerajaan di Pulau Jawa. Benteng ini juga digunakan untuk mengontrol jalur perdagangan Belanda dari Semarang menuju ke Yogyakarta.

Benteng Willem II berbentuk segi empat, sebelum dipugar, dilengkapi parit cukup lebar yang mengelilingi bangunan. Setelah pemugaran, kini diganti dengan taman sebagai halaman benteng. Sedangkan, di halaman depan, terdapat patung Jenderal Willem di sisi kiri dan patung Pangeran Diponegoro di sisi kanan.

Lokasi: Jalan Diponegoro, Dwilang, Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB.

3. Gedung Kuning

Sekitar 1,5 kilometer dari Benteng Willem II Ungaran, terdapat Gedung Kuning yang mengusung konsep arsitektur khas Eropa. Warna kuningnya mulai pudar, tetapi masih menunjukkan ciri beberapa ciri khas seperti jendela tinggi dengan desain lengkung, beberapa pilar, dan balkon dengan ukiran klasik. Gedung ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-20 pada masa Hindia Belanda.

Ada beberapa versi cerita yang berkembang di masyarakat tentang fungsi awal bangunan ini. Sebagian menyebutkan bahwa Gedung Kuning Ungaran dulunya adalah rumah pejabat tinggi Belanda atau bangsawan lokal yang punya pengaruh besar. Versi lainnya, gedung ini pernah berfungsi sebagai kantor administrasi kolonial yang berkaitan dengan birokrasi dan perizinan di sekitar Semarang dan Ungaran.

Lokasi: Jalan Raya Semarang–Ungaran Nomor 117, Cirebonan, Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Jam operasional: setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB.

4. Museum Pribadi Gatot Soebroto

Museum Gatot Soebroto
Museum Gatot Soebroto (instagram.com/museumgatotsoebroto)

Awalnya, sebuah rumah kediaman orang berkebangsaan Eropa yang dibangun pada 1930-an dibeli dan direkonstruksi oleh Gatot Soebroto pada tahun 1950-an. Beliau menjadikannya sebagai rumah peristirahatan setelah tidak aktif dinas militer. Kediaman pribadi tersebut telah diresmikan menjadi museum yang dibuka untuk umum pada 2021.

Museum Gatot Soebroto dibagi menjadi empat ruang utama, yakni Ruang Tamu, Ruang Kerja, Ruang Keluarga, dan Ruang Istirahat. Setiap ruangan berisi barang koleksi yang pernah digunakan dan menjadi saksi perjalanan hidupnya. Beberapa koleksi unggulan antara lain dipan kuno, pipa cangklong, perangko, topi dinas pejabat militer, dan binocular.

Lokasi: Jalan Brigjen Sudiarto, Dwilang, Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Jam operasional: Senin–Kamis pukul 08.00–14.00, Jumat pukul 09.00–14.00, dan tutup setiap Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional.

5. Sendang Kalimah Toyyibah

Sendang Kalimah Toyyibah menjadi salah salah satu saksi penyebaran Islam di Semarang dan Syekh Hasan Munadi. Konon, airnya tidak pernah kering meski musim kemarau. Sendang Kalimah juga dipercaya dapat memberikan karomah dan khasiat khusus, mulai dari kesehatan, rezeki, hingga ketenangan spiritual.

Letaknya dekat dengan Masjid Subulussalam dan sering dikunjungi bersamaan oleh para peziarah. Walaupun bernuansa Islami, sendang tersebut terbuka untuk umum tanpa batasan agama apa pun. Pengunjung diperbolehkan mandi dan bebas membawa pulang air dari sendang menggunakan botol atau jerigen.

Lokasi: Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Jam operasional: setiap hari, 24 jam.

Wisata bersejarah di Ungaran beragam, mulai dari candi, bangunan peninggalan kolonial Belanda, hingga tempat pemandian umum yang dapat dikunjungi saat akhir pekan. Khusus Candi Gedong Songo secara administratif termasuk Kecamatan Bandungan, tetapi berada di kawasan lereng dan kaki Gunung Ungaran. Kamu dapat menjadikan kelima tempat tersebut sebagai satu lajur one day trip, dijamin bakal seru banget!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Related Articles

See More

5 Destinasi Wisata Miami yang Dekat Venue Piala Dunia 2026

16 Mei 2026, 06:06 WIBTravel