Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Hal yang Gak Boleh Dilakukan di Bali ala Kahi After School 

10 Hal yang Gak Boleh Dilakukan di Bali ala Kahi After School
potret Kahi After School (instagram.com/kahi_korea)
Share Article

Kahi merupakan mantan member girl group KPop bernama After School. Setelah beberapa waktu lalu viral lewat video TikTok yang diunggahnya saat naik ojek online, perempuan berusia 42 tahun tersebut memang diketahui sudah tinggal di Bali sejak beberapa tahun silam. Hal ini dikarenakan pekerjaan suaminya, sehingga ibu dari dua orang anak itu kini menetap di Bali.

Melalui kanal YouTube pribadinya, Kahi After School berbagi sejumlah tips bagi wisatawan asing khususnya yang ingin pergi ke Bali. Sebagai warga pendatang, jelas pengalaman Kahi bisa dijadikan acuan bagi warga asing yang ingin datang ke Bali.

Penasaran apa saja hal yang gak boleh dilakukan di Bali ala Kahi After School? Ini dia ulasan selengkapnya!

  1. 1.Mungkin terdengar biasa, tapi Kahi After School menghimbau saat makan di Bali untuk gak meninggalkan barang berharga di atas meja restoran

    ilustrasi meninggalkan barang berharga di atas meja (pexels.com/SHVETS production)
    ilustrasi meninggalkan barang berharga di atas meja (pexels.com/SHVETS production)
  2. 2. Canang merupakan persembahan umat Hindu di Bali dan gampang ditemukan di mana pun. Kahi memberi tahu untuk jangan sampai menginjaknya

    ilustrasi canang (commons.wikimedia.org/Okkisafire)
    ilustrasi canang (commons.wikimedia.org/Okkisafire)
  3. 3. Bagi turis asing, melakukan sesuatu dengan tangan kiri sudah biasa. Tapi di Bali, biasakan memakai tangan kanan termasuk saat membayar

    ilustrasi memegang uang (unsplash.com/Muhammad Daudy)
    ilustrasi memegang uang (unsplash.com/Muhammad Daudy)
  4. 4. Kahi mengimbau agar lebih berhati-hati saat naik motor dan menyarankan untuk naik ojek online daripada ugal-ugalan dalam berkendara

    ilustrasi ojek online (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)
    ilustrasi ojek online (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)
  5. 5.Mantan leader After School tersebut juga memberi tahu kalau saat di Bali jangan lupa mengecek struk sebelum membayar sesuatu

    ilustrasi mengecek struk sebelum membayar (pexels.com/iMin Technology)
    ilustrasi mengecek struk sebelum membayar (pexels.com/iMin Technology)
  6. 6. Turis asing wajib tahu nilai tukar mata uang mereka ke dalam rupiah. Kahi juga memberi tips untuk menghitung jumlahnya terlebih dulu

    ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)
    ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)
  7. 7.Pemilik nama asli Park Ji Young tersebut juga berkata bahwa jas hujan sangat berguna di Bali. Sebab, hujan bisa turun begitu saja dengan tiba-tiba

    ilustrasi jas hujan (pexels.com/Yan Krukau)
    ilustrasi jas hujan (pexels.com/Yan Krukau)
  8. 8. Supaya terhindar dari sakit perut (bali belly), Kahi After School menyarankan turis untuk membeli air mineral kemasan saja

    ilustrasi air mineral kemasan (vecteezy.com/nopphonpattanasri)
    ilustrasi air mineral kemasan (vecteezy.com/nopphonpattanasri)
  9. 9.Kahi menuturkan kalau gak mau bantu memunguti sampah di pantai, baiknya jangan buang sampah sembarangan

    ilustrasi sampah di pantai (unsplash.com/OCG Saving The Ocean)
    ilustrasi sampah di pantai (unsplash.com/OCG Saving The Ocean)
  10. 10.Terakhir, Kahi menjelaskan kalau kamu datang ke Bali sebaiknya gak bermain-main atau berbuat iseng terhadap monyet liar. Bisa bahaya!

    ilustrasi monyet di Bali (unsplash.com/Robin Canfield)
    ilustrasi monyet di Bali (unsplash.com/Robin Canfield)

    Tips yang diberikan Kahi After School di atas memang terasa lebih relate terhadap turis asing. Tapi untuk beberapa poin, hal-hal yang ia sampaikan memang benar adanya dan bisa berlaku untuk siapa pun. Kalau kamu setuju gak sama hal-hal yang diungkapkan oleh Kahi After School di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More