Mau Liburan Hemat ke Beijing? Ini Rincian Budget ala Backpacker!

- Backpacker di Beijing dapat memilih hostel dormitory dekat subway seharga ¥80–150 per malam, atau sekitar ¥400–750 untuk lima malam.
- Anggaran makan sederhana diperkirakan ¥60–100 per hari, sementara subway dan bus membutuhkan sekitar ¥10–20 per hari; itinerary per kawasan membantu menekan biaya.
- Total budget lima hari diperkirakan ¥1.450–2.550 per orang, belum termasuk tiket pesawat; pengeluaran dipengaruhi akomodasi, wisata berbayar, makanan, dan transportasi.
Mau liburan ke Beijing tanpa membuat tabungan langsung menipis? Dengan gaya backpacker, kamu tetap bisa menjelajahi berbagai tempat ikonik, mencicipi makanan lokal, dan menggunakan transportasi umum dengan bujet yang lebih terkontrol. Kuncinya adalah memilih penginapan, makanan, transportasi, dan destinasi wisata yang sesuai dengan anggaran.
Beijing memang dikenal sebagai kota besar dengan banyak tempat wisata menarik, tapi perjalanan hemat tetap bisa dilakukan. Kamu tidak harus menginap di hotel mahal atau selalu makan di restoran populer untuk menikmati suasana ibu kota China. Kalau sedang menyusun itinerary Beijing, berikut rincian budget backpacker yang bisa dijadikan gambaran sebelum berangkat.
1. Penginapan, mulai dari ¥80 per malam

potret guesthouse di Beijing (commons.wikimedia.org/Leneleth at wts wikivoyage) Untuk menghemat biaya liburan ke Beijing, hostel dengan sistem dormitory bisa menjadi pilihan bagi backpacker yang bepergian sendiri. Harga tempat tidur di hostel umumnya lebih murah dibandingkan kamar hotel, meski tarifnya dapat berbeda berdasarkan lokasi, fasilitas, dan waktu kunjungan. Pilih penginapan yang dekat dengan stasiun subway supaya perjalanan menuju berbagai destinasi lebih praktis.
Dengan menyiapkan sekitar ¥80–150 per malam, kamu bisa mendapatkan pilihan akomodasi sederhana untuk beristirahat setelah seharian berkeliling kota. Jika menginap selama 5 malam, dana untuk hostel dapat diperkirakan sekitar ¥400–750 per orang. Harga tersebut tentu bisa lebih tinggi saat musim liburan atau jika memilih penginapan di kawasan yang sangat strategis.
2. Makan, siapkan sekitar ¥60–100 per hari

ilustrasi goubuli baozi (commons.wikimedia.org/Whhalbert) Makanan tidak harus menjadi pengeluaran besar selama backpacker-an di Beijing karena banyak pilihan makanan lokal dengan harga terjangkau. Baozi, jianbing, mi, pangsit, dan nasi dengan lauk sederhana bisa menjadi pilihan untuk mengisi tenaga tanpa mengeluarkan banyak uang. Untuk kebutuhan makan sederhana, budget sekitar ¥60–100 per hari bisa dijadikan patokan awal.
Sarapan dapat dipilih dari kedai lokal atau penjual makanan di sekitar penginapan agar lebih hemat. Saat makan siang dan malam, pilih restoran sederhana yang ramai didatangi warga lokal karena biasanya menawarkan banyak pilihan dengan harga yang lebih bersahabat. Dengan cara ini, kamu tetap bisa mencicipi makanan khas Beijing tanpa harus mengandalkan restoran mahal.
3. Transportasi, andalkan subway dan bus

potret bus di Beijing (commons.wikimedia.org/Liangent) Subway bisa menjadi pilihan utama untuk berkeliling Beijing karena jaringan transportasinya menjangkau banyak kawasan wisata dan area perkotaan. Tarif subway Beijing dimulai dari ¥3 untuk perjalanan hingga 6 kilometer dan akan bertambah sesuai jarak perjalanan. Selain subway, bus kota juga dapat digunakan untuk mencapai beberapa kawasan yang tidak terlalu dekat dengan stasiun.
Dengan mengutamakan transportasi umum, budget sekitar ¥10–20 per hari dapat digunakan sebagai perkiraan untuk perjalanan dalam kota. Pengeluaran tersebut tentu bergantung pada seberapa sering kamu berpindah tempat dan seberapa jauh destinasi yang dikunjungi. Agar lebih hemat, susun itinerary berdasarkan kawasan sehingga beberapa tempat wisata yang berdekatan bisa dikunjungi dalam satu hari.
4. Tiket wisata, pilih destinasi dengan bijak

potret Forbidden City, Beijing (pexels.com/征宇 郑) Beberapa destinasi populer di Beijing memang mengenakan tiket masuk, tetapi masih banyak tempat yang bisa dikunjungi dengan biaya murah atau bahkan gratis. Forbidden City, Temple of Heaven, dan Summer Palace merupakan beberapa tempat populer yang bisa dimasukkan ke dalam itinerary dengan menyesuaikan budget. Sebelum berkunjung, cek informasi tiket dan aturan reservasi karena harga serta ketentuan masuk dapat berubah.
Untuk perjalanan hemat, kamu tidak harus memasukkan semua tempat wisata berbayar ke dalam itinerary. Kombinasikan beberapa destinasi berbayar dengan kawasan publik, taman, atau area bersejarah yang dapat dinikmati tanpa tiket mahal. Cara ini membuat budget wisata lebih fleksibel dan memberikan kesempatan untuk menikmati Beijing dari berbagai sisi.
5. Total budget 5 hari, sekitar ¥1.450–2.550

potret Temple of Heaven, Beijing (commons.wikimedia.org/Siestecita) Jika biaya hostel, makanan, transportasi, dan tiket wisata digabungkan, budget backpacker untuk lima hari di Beijing bisa diperkirakan sekitar ¥1.450–2.550 per orang. Kisaran tersebut dapat berubah tergantung pilihan penginapan, jumlah destinasi berbayar, pola makan, dan seberapa sering menggunakan transportasi umum. Tiket pesawat dari Indonesia ke Beijing belum termasuk dalam perhitungan ini sehingga perlu disiapkan sebagai anggaran terpisah.
Agar liburan ke Beijing tetap hemat, tiket pesawat dan penginapan sebaiknya dipesan lebih awal untuk mendapatkan pilihan harga yang lebih sesuai dengan budget. Kamu juga bisa menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan tidak terduga, oleh-oleh, atau makanan yang ingin dicoba selama perjalanan. Dengan perencanaan yang rapi, perjalanan lima hari di Beijing bisa tetap nyaman tanpa membuat pengeluaran sulit dikendalikan.
Sebelum berangkat, coba buat daftar destinasi berdasarkan lokasi agar waktu dan biaya transportasi bisa lebih mudah diatur. Sisakan juga sedikit ruang dalam itinerary untuk berjalan santai atau menemukan kedai lokal yang menarik di sepanjang perjalanan. Terkadang, pengalaman kecil seperti mampir ke toko makanan sederhana justru bisa menjadi bagian yang paling diingat dari perjalanan.



















