Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengurangi Sampah Plastik saat Liburan ke Pantai
Ilustrasi sampah di pantai (pexels.com/Lucien Wanda)
  • Aktivitas wisata pantai meningkatkan sampah plastik yang dapat mencemari laut, merusak keindahan, dan membahayakan organisme laut; wisatawan berperan menjaga kebersihan.
  • Wisatawan dianjurkan membawa tumbler, tas belanja pakai ulang, serta perlengkapan makan sendiri untuk mengurangi botol, kantong, sedotan, dan alat makan sekali pakai.
  • Sampah perlu dibawa kembali dan dibuang di fasilitas yang tepat, sementara produk serta makanan sebaiknya dipilih dengan kemasan minimal atau wadah yang dapat digunakan ulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berlibur ke pantai menjadi salah satu pilihan terbaik untuk melepas penat sambil menikmati keindahan alam. Hamparan pasir, suara ombak, serta udara laut yang segar dapat memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan. Namun, meningkatnya aktivitas wisata di kawasan pantai juga sering diikuti dengan bertambahnya jumlah sampah, terutama sampah plastik seperti botol minuman, kantong plastik, sedotan, kemasan makanan, hingga peralatan makan sekali pakai.

Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat terbawa ombak ke laut dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Selain mengurangi keindahan pantai, plastik juga berpotensi membahayakan berbagai organisme laut. Karena itu, wisatawan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan selama berlibur. Berikut 5 cara sederhana tetapi efektif untuk mengurangi sampah plastik saat berlibur di pantai.

1. Membawa botol minum sendiri

Ilustrasi sampah botol (pexels.com/Maria Kray)

Salah satu jenis sampah yang paling mudah ditemukan di kawasan wisata adalah botol plastik sekali pakai. Saat berada di pantai dalam waktu cukup lama, kebutuhan air minum tentu meningkat karena cuaca yang panas dan aktivitas di luar ruangan. Jika setiap kali merasa haus kita membeli air minum dalam botol plastik baru, jumlah sampah yang dihasilkan selama satu hari liburan bisa cukup banyak. Karena itu, membawa botol minum atau tumbler sendiri merupakan kebiasaan sederhana yang dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Sebelum berangkat, isi botol dengan air dari rumah, hotel, atau penginapan. Jika tersedia fasilitas isi ulang air minum di lokasi wisata, gunakan fasilitas tersebut daripada membeli botol baru. Selain mengurangi sampah plastik, menggunakan botol minum sendiri juga dapat lebih hemat untuk perjalanan yang berlangsung beberapa hari. Pilihlah botol yang ringan, tahan lama, dan mudah dibersihkan agar praktis dibawa selama melakukan berbagai aktivitas di pantai.

2. Gunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali

Ilustrasi tas daur ulang (pexels.com/Ron Lach)

Kantong plastik sering digunakan ketika wisatawan membeli makanan, minuman, oleh-oleh, atau perlengkapan selama berada di kawasan pantai. Meskipun terlihat kecil dan ringan, kantong plastik menjadi salah satu jenis sampah yang mudah terbawa angin dan masuk ke laut. Ketika berada di lingkungan laut, plastik dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama dan berpotensi tertelan oleh ikan, penyu, burung laut, maupun hewan lainnya.

Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, bawalah tas belanja yang dapat digunakan berulang kali seperti tote bag atau tas berbahan kain. Tas tersebut dapat dilipat dan disimpan di dalam ransel sehingga tidak membutuhkan banyak ruang. Ketika membeli makanan atau oleh-oleh, kita dapat menolak kantong plastik dari penjual dan memasukkan barang langsung ke dalam tas yang sudah dibawa. Kebiasaan kecil ini dapat mengurangi penggunaan banyak kantong plastik selama perjalanan.

3. Hindari peralatan makan plastik sekali pakai

Ilustrasi sendok stainless (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Menikmati makanan dan minuman sambil melihat pemandangan laut tentu menjadi bagian menyenangkan dari liburan di pantai. Sayangnya, banyak makanan dan minuman yang dijual menggunakan sedotan plastik, sendok plastik, garpu plastik, gelas sekali pakai, serta berbagai kemasan lainnya. Peralatan tersebut biasanya hanya digunakan selama beberapa menit, tetapi sampahnya dapat bertahan di lingkungan selama bertahun-tahun.

Sebagai alternatif, wisatawan dapat membawa perlengkapan makan sendiri seperti sendok, garpu, sedotan stainless steel, serta kotak makanan yang bisa digunakan berulang kali. Jika tidak membutuhkan sedotan, cukup sampaikan kepada penjual bahwa minuman tidak perlu diberikan sedotan plastik. Langkah sederhana tersebut mungkin terlihat tidak terlalu besar, tetapi apabila dilakukan oleh banyak wisatawan, jumlah sampah plastik yang dapat dikurangi akan menjadi sangat signifikan.

4. Membawa kembali sampah dan membuangnya pada tempat yang tepat

Ilustrasi membersihkan sampah (pexels.com/Vitaly Gariev)

Tidak semua pantai memiliki fasilitas tempat sampah yang memadai, terutama pantai yang masih alami atau berada jauh dari kawasan perkotaan. Dalam kondisi seperti ini, wisatawan sebaiknya tidak meninggalkan sampah di pasir, di antara bebatuan, maupun membuangnya ke laut. Prinsip sederhana yang bisa diterapkan adalah apa pun yang kita bawa ke pantai, jangan meninggalkan sampahnya di sana.

Siapkan sebuah kantong khusus untuk menyimpan sampah selama perjalanan. Jika memungkinkan, pisahkan sampah berdasarkan jenisnya, misalnya plastik, kaleng, kertas, dan sampah organik. Sampah tersebut kemudian dapat dibawa kembali dan dibuang ke tempat sampah atau fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia. Dengan cara ini, wisatawan tidak hanya menjaga kebersihan pantai tetapi juga membantu mencegah sampah terbawa angin dan ombak menuju laut.

5. Pilih produk dan makanan dengan kemasan minimal

Ilustrasi membawa bekal di pantai (pexels.com/Istvan Szabo)

Sebelum pergi ke pantai, wisatawan biasanya membeli berbagai kebutuhan seperti makanan ringan, minuman, buah, perlengkapan mandi, dan kebutuhan perjalanan lainnya. Tanpa disadari, sebagian besar produk tersebut menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Semakin banyak barang dengan kemasan plastik yang dibawa, semakin besar pula kemungkinan menghasilkan sampah selama liburan.

Salah satu solusinya adalah memilih produk dengan kemasan minimal atau menggunakan wadah sendiri. Misalnya, buah dan makanan ringan dapat ditempatkan dalam kotak makanan, sedangkan perlengkapan mandi dapat dipindahkan ke botol kecil yang dapat diisi ulang. Jika membeli makanan di sekitar pantai, wisatawan juga dapat memilih makanan yang menggunakan kemasan kertas, daun, atau wadah yang bisa digunakan kembali. Dengan sedikit perencanaan sebelum perjalanan, jumlah sampah plastik selama liburan dapat dikurangi secara signifikan.

Mengurangi sampah plastik saat berlibur di pantai sebenarnya tidak membutuhkan perubahan yang sulit. Membawa botol minum, menggunakan tas belanja sendiri, menghindari peralatan makan sekali pakai, membawa kembali sampah, serta memilih produk dengan kemasan minimal merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja. Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan pantai, tetapi juga mengurangi jumlah plastik yang berpotensi mencemari laut.

Pantai yang bersih dan laut yang sehat merupakan aset yang perlu dijaga bersama agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. Oleh karena itu, setiap wisatawan sebaiknya tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaganya. Liburan yang menyenangkan tidak harus menghasilkan banyak sampah justru dengan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, perjalanan dapat menjadi lebih berkesan sekaligus memberikan dampak positif bagi bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article