Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menikmati Nasi Padang di Atas 8.000 Kaki Pakai TransNusa ke Bangkok

Menikmati Nasi Padang di Atas 8.000 Kaki Pakai TransNusa ke Bangkok
Menikmati Nasi Padang di Atas 8.000 Kaki Pakai TransNusa ke Bangkok (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • TransNusa membuka rute langsung Jakarta-Bangkok mulai 6 Agustus 2026, beroperasi dua kali sehari dari Terminal 3 Soekarno-Hatta menuju Bandara Suvarnabhumi.
  • Penumpang rute baru mendapat bagasi tercatat gratis hingga 20 kilogram, bagasi kabin 7 kilogram, serta jadwal fleksibel yang mendukung perjalanan singkat.
  • Nasi Padang berisi rendang, daun singkong, sambal ijo, dan teri tersedia sebagai add-on saat reservasi; makanan ringan serta air mineral tetap gratis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pengalaman menikmati kuliner Indonesia tidak harus berhenti ketika pesawat mulai meninggalkan landasan. Dalam penerbangan TransNusa dari Jakarta menuju Bangkok, penumpang bisa tetap menyantap cita rasa Nusantara sambil menikmati perjalanan di ketinggian ribuan kaki di atas permukaan laut.

Salah satu pilihan yang menarik adalah nasi Padang. Menu ini tersedia sebagai layanan tambahan bagi penumpang yang memilih makanan saat melakukan pemesanan penerbangan. IDN Times berkesempatan langsung mencoba sajian menu nasi Padang yang terdiri dari nasi, rendang, daun singkong, sambal ijo, serta teri.

Perpaduan menu tersebut cukup familiar bagi lidah masyarakat Indonesia. Rendang menjadi lauk utama dengan cita rasa rempah yang kuat, sementara daun singkong menjadi pendamping yang ringan. Teri menambah sensasi gurih, sedangkan sambal ijo menjadi bagian yang cukup menonjol dalam sajian.

Sambal hijaunya terasa nikmat, terutama bagi penumpang yang menyukai sensasi pedas dengan karakter rasa yang tidak terlalu menusuk. Kehadiran sambal hijau juga membuat sajian nasi Padang di dalam pesawat terasa lebih dekat dengan pengalaman menikmati makanan khas Minang di darat.

Makanan berat ini bukan menu yang otomatis didapatkan oleh seluruh penumpang. TransNusa menyediakan makanan berat sebagai pilihan tambahan yang dapat dipesan ketika melakukan reservasi penerbangan atau melalui fitur add-ons. Sementara itu, penumpang tetap mendapatkan makanan ringan dan air mineral secara gratis selama penerbangan.

  1. 1. Terbang langsung dari Jakarta ke Bangkok

    Pesawat TransNusa (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Pesawat TransNusa (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Pengalaman tersebut bisa menjadi bagian dari perjalanan menggunakan rute baru TransNusa yang menghubungkan Jakarta dengan Bangkok. Maskapai ini baru membuka layanan penerbangan langsung Jakarta-Bangkok (6/8/2026).

    Rute tersebut menjadi bagian dari ekspansi jaringan internasional TransNusa. Sejak hari pertama beroperasi, penerbangan Jakarta-Bangkok-Jakarta langsung dilayani dua kali dalam sehari. Seluruh penerbangan menuju Bangkok mendarat di Bandara Suvarnabhumi.

    Global Head Marketing TransNusa, Irvan Mustafa, mengatakan pembukaan rute ini diarahkan untuk memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat yang bepergian antara Indonesia dan Thailand.

    "Thailand merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia, begitu pula Indonesia yang semakin diminati wisatawan asal Thailand. Dengan membuka rute Jakarta-Bangkok dan langsung menghadirkan dua penerbangan setiap hari, kami ingin memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada pelanggan sekaligus memperkuat konektivitas antara kedua negara," ujar Irvan.

    Dengan dua penerbangan setiap hari, penumpang memiliki pilihan waktu keberangkatan yang lebih beragam. TransNusa juga masih mengevaluasi kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan dengan melihat perkembangan permintaan dan kebutuhan penumpang.

  2. 2. Bagasi gratis hingga 20 kilogram

    IMG-20260806-WA0023.jpg
    Transnusa luncurkan rute Jakarta-Bangkok, Kamis (6/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

    Tidak hanya menawarkan penerbangan langsung, TransNusa juga memberikan sejumlah fasilitas dalam perjalanan Jakarta-Bangkok. Salah satunya adalah bagasi gratis hingga 20 kilogram.

    Penumpang juga memperoleh jatah bagasi kabin hingga 7 kilogram. Fasilitas tersebut menjadi salah satu layanan yang ditawarkan TransNusa pada rute barunya ke Bangkok.

    "TransNusa menawarkan sejumlah keunggulan untuk memberikan kenyamanan dan fleksibilitas lebih bagi penumpang. Dari sisi jadwal, waktu penerbangan yang ditawarkan cukup fleksibel sehingga memungkinkan penumpang melakukan perjalanan singkat, bahkan day trip ke Bangkok dalam satu hari. Penumpang juga mendapatkan bagasi tercatat gratis hingga 20 kg serta bagasi kabin 7 kg, didukung oleh jarak antarbangku," ujar Irvan.

  3. 3. Terbang dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta

    Pesawat TransNusa (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Pesawat TransNusa (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Selain fasilitas di dalam penerbangan, TransNusa juga memilih lokasi bandara yang mendukung akses penumpang. Penerbangan dari Jakarta beroperasi melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan mendarat di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok.

    "Selain itu, TransNusa beroperasi dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, sehingga memberikan kemudahan akses bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis," kata Irvan.

    Pembukaan rute Jakarta-Bangkok menjadi bagian dari langkah TransNusa memperkuat jaringan penerbangan internasional. Bangkok dipandang memiliki potensi besar karena menjadi salah satu destinasi populer bagi wisatawan Indonesia, sekaligus membuka peluang mendatangkan wisatawan Thailand ke Indonesia.

    TransNusa menargetkan tingkat keterisian penumpang atau load factor sekitar 75–80 persen pada setiap penerbangan. Angka tersebut menjadi salah satu indikator untuk mengevaluasi kinerja rute baru tersebut.

    "Target utama rute ini adalah wisatawan dari Indonesia maupun Thailand, serta pelaku perjalanan bisnis yang memiliki kebutuhan mobilitas antara kedua negara. Dalam 6–12 bulan pertama, kami menargetkan tingkat keterisian penumpang (load factor) di kisaran 75–80 persen," ujar Irvan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More