Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Hal Sepele yang Bisa Membuatmu Tertahan di Imigrasi Malaysia
ilustrasi Petronas Twin Towers, Malaysia (unsplash.com/Esmonde Yong)

Siapa yang berencana untuk liburan ke Malaysia, nih? Negara tersebut sering kali dipilih oleh banyak orang Indonesia yang pertama kali pelesir ke luar negeri karena biayanya yang terjangkau dan kedekatan budaya serta bahasa dengan Indonesia.

Namun, meski bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia, imigrasi Malaysia adalah salah satu yang terketat dalam segi pemeriksaan kelengkapan dokumen, lho. Berikut ini beberapa hal sepele yang membuatmu tertahan di imigrasi Malaysia.

1. Lupa mengisi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC)

ilustrasi mengisi Malaysia Digital Arrival Card (unsplash.com/Christin Hume)

Meski Malaysia memberikan kelonggaran kepada pemegang paspor Indonesia untuk memasuki wilayah mereka, Negeri Jiran ini tetap memiliki aturan preventif bagi wisatawan asing, lho. Sebagai pengganti visa, turis asal Indonesia diwajibkan untuk mengisi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) sebelum tiba di Malaysia.

Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) harus diisi secara online jauh-jauh hari atau maksimal tiga hari sebelum tanggal kedatangan di Malaysia melalui situs resmi Imigrasi Malaysia. Proses ini wajib dilakukan oleh seluruh warga negara asing yang akan memasuki Malaysia untuk mempermudah pemeriksaan di konter imigrasi.

2. Paspor kurang dari 6 bulan

ilustrasi paspor (vecteezy.com/Cindhy Ade)

Hampir seluruh negara di dunia sangat ketat terhadap masa berlaku paspor, termasuk Malaysia. Karena itu, pemegang paspor Indonesia dengan masa berlaku kurang dari 6 bulan yang akan memasuki negara ini tidak disarankan dan berisiko tinggi ditolak.

Imigrasi Malaysia mewajibkan paspor wisatawan asing berlaku minimal 6 bulan saat kedatangan. Selain itu, maskapai juga kemungkinan besar juga akan menolak check-in di bandara jika masa berlaku paspor kurang dari 6 bulan.

3. Tidak menyiapkan dokumen cetak

ilustrasi dokumen perjalanan (unsplash.com/Kit)

Mencetak dokumen seperti bukti booking hotel hingga tiket pesawat pulang ke Indonesia, memang terkesan kuno di era yang serba canggih ini. Namun, cara ini bisa menyelamatkanmu dari berbagai kemungkinan buruk saat menghadapi imigrasi Malaysia, lho.

Dengan menyiapkan versi cetak dari dokumen-dokumen tersebut, kamu tidak perlu merasa khawatir saat tiba-tiba handphone mati atau susah sinyal setibanya di bandara Malaysia. Jadi, sebaiknya siapkan semua opsi, termasuk versi cetak dan screenshot di handphone, ya.

4. Tidak bisa menjelaskan rencana perjalanan

ilustrasi seseorang yang diwawancarai (unsplash.com/Priscilla Du Preez)

Tujuan kunjungan ke Malaysia yang tidak jelas juga dapat membuat petugas imigrasi mencurigaimu sebagai pekerja ilegal, lho. Karena itu, cara termudah untuk mengatasi hal ini adalah menyiapkan atau menunjukkan itinerary selama pelesir di Malaysia.

Selain itu, meski durasi penerbangan langsung dari Indonesia ke Malaysia sangat pendek, sebaiknya gunakan pakaian yang tidak membuatmu terlihat terlalu santai. Pilih outfit yang kasual tetapi tetap rapi dan jangan bersikap gugup saat diwawancarai di konter imigrasi.

5. Tidak membawa uang tunai

ilustrasi Ringgit Malaysia (unsplash.com/Jirawat Plekhonathu)

Meski jarang, tetapi petugas imigrasi Malaysia berhak melakukan random check kepada wisawatan asing, lho. Mereka terkadang akan memintamu untuk menunjukkan bukti dana tunai yang dimiliki dalam mata uang Malaysia atau Ringgit per orang.

Karena itu, di era yang sangat canggih dengan banyak toko hingga restoran menerapkan pembayaran secara cashless, uang tunai tetap harus disiapkan di dompet untuk persiapan jika terkena random check petugas imigrasi. Jika lupa, kamu bisa melakukan tarik tunai di ATM bandara setibanya di Malaysia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team