Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Menghindari Serangan Babi Hutan saat Mendaki, Pendaki Wajib Tahu
ilustrasi babi hutan (unsplash.com/Dhilip Anthony)
  • Pendaki disarankan tetap di jalur resmi dan berkemah di area terbuka yang tersedia, serta menjauhi lokasi dengan jejak, kotoran, cakaran pohon, atau tanah gundul.
  • Jaga kebersihan tenda dengan segera mengumpulkan sampah dan mencuci peralatan makan. Simpan logistik, sampah, serta peralatan dalam kantung tertutup rapat yang digantung tinggi.
  • Hindari makanan beraroma menyengat atau simpan dalam wadah kedap udara. Api unggun dan pencahayaan dekat tenda dapat digunakan secara hati-hati untuk menghindari hewan liar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Salah satu momen paling menakutkan bagi para pendaki saat naik gunung adalah ketika mereka harus berhadapan dengan kawanan babi hutan. Gak dipungkiri, di banyak gunung di Indonesia, populasi babi hutan memang kerap ditemui.

Babi hutan sebenarnya merupakan hewan omnivora dan biasanya menghindari manusia. Namun ketika merasa terancam, mereka bisa jadi sangat agresif. Dalam beberapa kasus, babi hutan juga kerap menyerang tenda dan membawa kabur logistik pendakian. Agar kamu gak bernasib sama, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk menghindari babi hutan!

1. Hindari berkemah di jalur lintasan hewan

ilustrasi melintasi jalur pendakian (unsplash.com/Josh Hild)

Di gunung, terutama gunung yang sudah populer, hewan dan manusia sebenarnya cukup jarang bertemu. Ini karena keduanya sudah memiliki jalur masing-masing. Lagipula seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hewan liar termasuk babi hutan biasanya menghindari manusia.

Selama pendakian berlangsung, sangat penting bagi para pendaki untuk tetap berada di jalur pendakian resmi. Saat berkemah, pasang tenda di tempat terbuka yang sudah disediakan. Sebaliknya jika kamu menemukan kotoran, jejak kaki, bekas cakaran di pohon, atau tanah gundul, itu artinya tempat tersebut sering dilalui oleh hewan liar. Segera menjauh dan kembalilah ke jalur pendakian yang lebih aman.

2. Pastikan area tenda dan sekitarnya tetap bersih

ilustrasi memungut sampah (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Banyak pendaki kerap mengabaikan kebersihan di gunung. terutama setelah memasak. Gak jarang mereka membiarkan piring kotor atau bungkus makanan berserakan. Kelihatannya memang sepele, namun perilaku yang kelihatan sepele inilah yang sebenarnya dapat mengundang bahaya. Hewan liar seperti babi hutan memiliki indra penciuman yang tajam, dan aroma makanan yang tertinggal jelas akan menarik perhatian mereka.

Untuk menghindari kejadian yang gak diinginkan, segera kumpulkan sampah dan cuci peralatan makan dengan menggunakan air bersih agar aromanya gak menyebar ke mana-mana.

3. Gantung sampah, logistik, dan peralatan makan di atas pohon

ilustrasi pohon di tengah hutan (unsplash.com/Jon Moore)

Mencuci dan membersihkan sampah sisa makanan aja gak cukup untuk melindungi diri dari serbuan babi hutan. Setelah sampah terkumpul dan piring dibersihkan, kamu bisa meletakkan semuanya di kantung terpisah dan menggantungnya di atas pohon. Bukan asal gantung, pastikan semua kantung telah tertutup rapat. Jangan lupa, gantungkan di dahan yang cukup tinggi. Babi hutan gak bisa memanjat sehingga semua sampah, logistik, dan peralatan yang digantung tinggi, jelas akan berada di luar jangkauan mereka. 

4. Hindari membawa makanan dengan aroma menyengat

ilustrasi makanan mentah (unsplash.com/Wesual Click)

Mendaki memang membutuhkan tenaga ekstra, makanya gak heran kalau pendaki membawa banyak logistik sebagai perbekalan. Namun jika bisa, hindari membawa makanan dengan aroma amis seperti daging segar, sosis, daging olahan, sarden kalengan, ikan asin, atau keju.

Makanan seperti ini memang enak, tetapi aromanya juga menyengat. Akibatnya babi hutan dan hewan liar lain akan lebih mudah menemukannya. Kalau pun kamu tetap ingin membawa makanan dengan aroma amis atau menyengat, sebaiknya letakkan di wadah kedap udara yang tertutup rapat, lalu gantungkan di atas pohon.

5. Nyalakan api unggun di dekat tenda

ilustrasi api unggun di malam hari (unsplash.com/Kyle Loftus)

Selain gak menyukai manusia, hewan liar juga takut pada kobaran api. Mereka biasanya akan menghindari tenda yang terang atau memiliki perapian yang menyala. Meski begitu, kamu tetap harus hati-hati saat membuat api unggun. Pertama, pilih ranting atau dahan kayu yang memang sudah kering agar api bisa menyala dengan mudah. Kedua, nyalakan api di tanah lapang dan hindari area yang mudah terbakar seperti rerumputan kering, semak-semak, atau terlalu dekat dengan tenda. Saat malam tiba, kamu juga bisa memasang senter supaya tenda tetap terang. Terakhir, jangan membuat api yang terlalu besar dan matikan setelah kamu gak lagi membutuhkannya.

Pertemuan hewan liar dan manusia di jalur pendakian sebenarnya jarang terjadi. Namun jangan lupa, ketika hewan-hewan ini lapar, mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan makanan, termasuk menyerang tenda dan melukai manusia. Sebisa mungkin jangan memberikan alasan bagi hewan liar untuk mendekat. Pasalnya sekali mereka datang, akan sulit bagi kita untuk mengusirnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article