5 Trik Mengatasi Jetlag Setelah Penerbangan Lintas Benua

Jetlag terjadi karena tubuh belum menyesuaikan perbedaan zona waktu, menyebabkan kelelahan, sulit tidur, dan hilang fokus setelah penerbangan lintas benua.
Penyesuaian waktu tidur, paparan sinar matahari pagi, menjaga hidrasi, serta olahraga ringan membantu tubuh beradaptasi lebih cepat dengan waktu lokal.
Mengatur pola makan dengan porsi kecil dan bergizi mempercepat pemulihan tubuh dari jetlag serta menjaga energi tetap stabil selama perjalanan.
Perjalanan lintas benua memang seru, apalagi kalau kamu sudah lama merencanakan liburan impian atau perjalanan bisnis penting. Namun, ada satu hal yang sering bikin tubuh terasa kacau setelah sampai tujuan, yaitu jetlag. Kondisi ini biasanya muncul karena tubuh belum bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan zona waktu.
Akibatnya, kamu bisa merasa lelah, susah tidur, mengantuk di siang hari, bahkan kehilangan fokus selama beberapa hari. Kalau dibiarkan, jetlag tentu bisa mengganggu aktivitas dan membuat perjalanan terasa kurang maksimal. Supaya tubuh lebih cepat beradaptasi, ada beberapa trik sederhana yang bisa kamu lakukan setelah penerbangan lintas benua.
1. Segera sesuaikan waktu tidur

Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi jetlag adalah langsung menyesuaikan jadwal tidur dengan waktu di negara tujuan. Meski tubuh masih terasa mengikuti jam asal, kamu sebaiknya mulai tidur dan bangun sesuai waktu lokal setempat. Contohnya, kalau kamu tiba di Eropa pada pagi hari, usahakan tetap terjaga sampai malam agar ritme tubuh lebih cepat menyesuaikan.
Hindari tidur terlalu lama di siang hari karena hal itu justru membuat tubuh semakin bingung menentukan waktu istirahat. Kamu juga bisa mulai mengatur pola tidur beberapa hari sebelum keberangkatan. Cara ini cukup membantu supaya tubuh tidak terlalu “kaget” saat menghadapi perubahan zona waktu yang cukup jauh.
2. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Paparan sinar matahari pagi bisa membantu tubuh mengatur ulang jam biologis secara alami. Cahaya matahari memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya aktif dan terjaga. Karena itu, setelah tiba di tempat tujuan, coba luangkan waktu berjalan santai di luar ruangan pada pagi hari.
Aktivitas sederhana seperti menikmati udara pagi atau mencari sarapan di sekitar hotel ternyata cukup efektif membantu tubuh beradaptasi. Selain membantu mengurangi jetlag, sinar matahari pagi juga bisa meningkatkan suasana hati dan membuat tubuh terasa lebih segar. Jadi, jangan langsung rebahan di kamar hotel seharian setelah perjalanan panjang.
3. Hindari alkohol dan konsumsi banyak air putih

Saat penerbangan jarak jauh, tubuh cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi. Kondisi ini bisa membuat gejala jetlag terasa semakin parah, mulai dari sakit kepala hingga tubuh terasa lemas. Karena itu, penting banget untuk memperbanyak konsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik biasanya lebih cepat pulih dan tidak terlalu mudah kelelahan. Di sisi lain, kamu juga sebaiknya menghindari alkohol dan minuman berkafein berlebihan. Alkohol bisa mengganggu kualitas tidur, sementara kafein dapat membuat tubuh semakin sulit beristirahat di waktu yang seharusnya.
4. Lakukan olahraga ringan

Banyak orang memilih langsung tidur setelah penerbangan panjang karena tubuh terasa capek. Padahal, melakukan olahraga ringan justru bisa membantu tubuh kembali segar dan mempercepat penyesuaian ritme biologis. Kamu tidak perlu olahraga berat di pusat kebugaran.
Cukup lakukan peregangan, jalan kaki santai, atau jogging ringan di sekitar penginapan selama 15–30 menit. Aktivitas fisik ringan membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa pegal setelah duduk terlalu lama di pesawat. Selain itu, tubuh juga akan terasa lebih rileks sehingga kualitas tidur pada malam hari jadi lebih baik.
5. Konsumsi makanan dalam porsi kecil

Pola makan ternyata juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh saat mengalami jetlag. Mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras dan membuat tubuh semakin tidak nyaman. Supaya tubuh lebih mudah beradaptasi, coba makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
Pilih makanan yang ringan, bergizi, dan mudah dicerna seperti buah, sayur, sup hangat, atau protein rendah lemak. Kamu juga sebaiknya menghindari makanan terlalu berminyak dan pedas setelah penerbangan panjang. Selain menjaga energi tetap stabil, pola makan yang lebih sehat membantu tubuh lebih cepat kembali fit.
Mengalami jetlag setelah penerbangan lintas benua memang cukup mengganggu, tetapi kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa kebiasaan sederhana. Mulai dari menyesuaikan waktu tidur, rutin terkena sinar matahari pagi, menjaga hidrasi tubuh, hingga melakukan olahraga ringan bisa membantu tubuh beradaptasi lebih cepat.
Kalau kamu menerapkan tips di atas dengan konsisten, perjalanan jauh pun bakal terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Jadi, sebelum memulai liburan atau perjalanan bisnis berikutnya, jangan lupa siapkan strategi agar tubuh tetap fit meski harus melewati perbedaan zona waktu yang ekstrem.


![[QUIZ] Wisata Pantai di Anyer yang Cocok untuk Long Weekend Kamu](https://image.idntimes.com/post/20191229/whatsapp-image-2019-12-29-at-095429-8d4f13cc7ce05c8a1e65db948cb96c9a.jpeg)



![[QUIZ] Dari Lagu No Na, Ini Destinasi Long Weekend yang Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260519/upload_19c2bb2c8c5f82ced8801400effc4b93_f130c67b-d45c-4519-97bf-841a8c90517e.jpg)

![[QUIZ] Dari Pemain Arsenal Favoritmu, Kamu Bakal Long Weekend di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260521/upload_add3d9483e777fb1424ae50c78728797_32fbe7e9-986c-4a9f-80aa-2f201be41c44.jpg)









