Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tips Tetap Hangat Tidur di Tenda saat Mendaki, Anti Kedinginan!
ilustrasi berada dalam tenda (pexels.com/Alena Beliaeva)
  • Pilih lokasi tenda yang terlindung angin dan aman, lalu gunakan sleeping bag berkualitas serta matras atau karpet reflektor untuk mengurangi dingin dari tanah.
  • Jaga suhu tubuh dengan pakaian berlapis berbahan termal, fleece, dan jaket windproof; lengkapi dengan kaus kaki kering serta penutup kepala saat tidur.
  • Tambahkan botol air hangat ke dalam sleeping bag dan isi perut sebelum tidur dengan camilan atau minuman hangat untuk membantu tubuh menghasilkan panas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mendaki, para pendaki biasanya menginap. Mereka akan mendirikan tenda sebagai tempat istirahat. Salah satu tantangannya adalah cuaca dingin ketika berada di atas gunung.

Suhu di atas gunung bisa jadi sangat dingin apalagi pada malam hari. Sebagian pendaki terkadang tidak kuat dengan kondisi tersebut. Nah, buat kamu yang berencana melakukan pendakian dan menginap di tenda, gak usah khawatir.

Berikut ini tujuh tips untuk tetap hangat tidur di tenda saat mendaki. Bikin tidur jadi lebih nyaman dan nyenyak!

1. Pilih lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda

ilustrasi tenda (unsplash.com/Cristofer Maximilian)

Saat akan mendirikan tenda, perhatikan dengan baik lokasi yang kamu pilih. Sebaiknya pilih titik yang terlindungi dari angin. Hindari tempat terbuka yang bisa langsung terpapar angin seperti pinggir danau atau bukit terbuka.

Kamu bisa mempertimbangkan area dekat pepohonan atau di balik bukit yang menghadirkan suasana lebih hangat. Sebelum memilih tempat, perhatikan titik tersebut. Jangan mendirikan tenda di area yang rawan longsor atau dekat pohon mati yang bisa tumbang.

2. Bawa sleeping bag yang kualitasnya bagus

ilustrasi sleeping bag (pixabay.com/Hans)

Selain sebagai alas tidur, sleeping bag juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Benda yang satu ini cukup untuk melindungi dari suhu dingin apalagi di malam hari. Beberapa sleeping bag modern saat ini sudah punya teknologi canggih yang bisa menjaga suhu tetap stabil, bahkan di cuaca ekstrem.

Model dan bentuk sleeping bag juga gak kalah penting. Gunakan yang bentuknya mengikuti lekuk tubuh agar bisa mengurangi udara yang masuk. Sleeping bag yang bagian dalamnya berbahan bulu cenderung lebih hangat ketimbang yang bahannya sintetis.

3. Gunakan matras atau karpet reflektor sebagai alas tenda

ilustrasi tenda (unsplash.com/Chewool Kim)

Agar suhu dingin dari tanah tidak terlalu menusuk, lapisi tenda dengan alas yang tepat. Kamu bisa menggunakan matras atau karpet reflektor. Benda tersebut dapat memantulkan panas tubuh.

Pilih yang berkualitas dan tidak gampang rusak atau robek. Alas ini sangat bermanfaat apalagi jika kamu mendirikan tenda di tanah yang basah. Jika ingin lebih hangat, kamu bisa melapisi tenda dengan dua alas sekaligus, yakni karpet reflektor dan matras di atasnya.

4. Pakai pakaian yang berlapis dan hangat

ilustrasi menyiapkan tenda (pexels.com/Thirdman)

Cuaca dingin di atas gunung bisa sangat ekstrem. Jadi, pilih busana yang tepat sebelum mendaki. Lapisi beberapa bahan pakaian, namun tetap perhatikan kenyamanan kamu, ya.

Kenakan pakaian berbahan termal seperti wol dan polyester yang menyerap keringat. Setelah itu, lapisi dengan pakaian berbahan fleece, lalu tutup dengan jaket windproof. Hindari langsung menggunakan pakaian tebal sekaligus.

5. Taruh botol air hangat di sleeping bag untuk membantu menghangatkan tubuh

ilustrasi tidur dalam tenda (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu trik yang gak banyak diketahui orang adalah memanfaatkan botol air hangat. Gunakan botol yang tahan panas. Lalu, isi dengan air panas dan masukkan ke dalam sleeping bag sebelum tidur.

Letakkan botol berisi air hangat tersebut di dekat perut, kaki, atau dada. Botol ini akan jadi penghangat alami sepanjang malam. Jangan lupa untuk menutupnya dengan rapat agar gak tumpah.

6. Pakai kaus kaki dan penutup kepala saat tidur

ilustrasi tidur dalam tenda (pexels.com/Huynh Van)

Banyak pendaki yang melupakan satu hal ini. Saat tidur, sebaiknya kenakan kaus kaki dan penutup kepala. Kamu bisa menggunakan penutup seperti kupluk untuk menjaga agar bagian kepala tetap hangat.

FYI, banyak panas tubuh yang keluar lewat kepala dan kaki. Jadi jangan lupa menutupi area tersebut untuk menjaga agar tubuh tetap hangat. Hindari menggunakan kaus kaki yang sudah kamu pakai seharian karena bisa lembap dan bikin kaki makin terasa dingin.

7. Isi perut sebelum tidur

ilustrasi memasak dalam tenda (freepik.com/freepik)

Sebaiknya jangan tidur dalam keadaan perut kosong dan lapar. Kondisi perut yang lapar bisa mempengaruhi tubuh dan membuat suasana terasa makin dingin. Sedangkan, tidur dalam kondisi perut terisi bisa membantu menghangatkan tubuh.

Saat perut mencerna makanan, tubuh menghasilkan panas. Kamu bisa mengonsumsi makanan ringan tapi efektif menghangatkan tubuh. Contohnya oatmeal, granola, atau kacang-kacangan. Selain itu, secangkir teh, kopi, atau coklat hangat bisa semakin menghangatkan tubuh.

Tidur di alam terbuka seperti gunung bisa membuat tubuh kedinginan. Untuk itu, lakukan persiapan dengan baik agar terhindar dari hipotermia. Ketujuh tips di atas bisa kamu ikuti agar tetap hangat saat tidur di tenda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article