Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Selain Yoga, Ini 4 Aktivitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan di Ubud!

Selain Yoga, Ini 4 Aktivitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan di Ubud!
Potret Kapal Bamboo Boutique & WorkshopKapal Bamboo Boutique & Workshop (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
Intinya Sih
  • Ubud menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya, kuliner, kerajinan, dan alam melalui Airbnb Experiences yang mempertemukan wisatawan dengan komunitas lokal.
  • Room4Dessert menyajikan perjalanan rasa 15 hidangan berbahan lokal, sementara sesi memasak bersama Chef Arnold dan Reynold mengenalkan kuliner Indonesia serta cerita di balik rempah Nusantara.
  • Pengunjung dapat merangkai rantai perak bersama artisan John Hardy dan mengikuti konservasi kunang-kunang di Desa Taro, yang didukung pertanian organik serta penghentian pestisida kimia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ubud di Bali selama ini identik dengan hamparan sawah, studio yoga, hingga suasana tenang yang cocok untuk "healing," refreshing dan menepi sejenak. Namun, pesona kawasan di Kabupaten Gianyar, Bali, ini ternyata jauh melampaui itu.

Di balik citranya sebagai destinasi wellness, Ubud juga menawarkan beragam pengalaman autentik yang mengajak wisatawan lebih dekat dengan budaya, kuliner, kerajinan, hingga alam Bali. Tak lagi sekadar menjadi tempat untuk berlibur, Ubud kini menghadirkan konsep perjalanan yang lebih bermakna melalui pengalaman (experience).

Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat atau berfoto, tetapi juga ikut memasak bersama chef, belajar membuat perhiasan dari pengrajin lokal, hingga mengenal upaya konservasi lingkungan bersama masyarakat setempat. IDN Times berkesempatan mengikuti media trip Airbnb di Ubud, Bali, pada 28–31 Juli 2026 untuk merasakan langsung sejumlah Airbnb Experiences yang mempertemukan wisatawan dengan komunitas lokal.

Selama empat hari, kami diajak menikmati berbagai aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga meninggalkan cerita, pengetahuan, sekaligus perspektif baru tentang Bali, terutama Ubud. Jika kamu berencana liburan ke Ubud, berikut lima aktivitas seru yang wajib masuk bucket list-mu!

1. Menikmati 15-course dessert tasting bersama Chef Will Goldfarb di Room4Dessert

Potret Chef Will Goldfarb di Room4Dessert
Potret Chef Will Goldfarb di Room4Dessert (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Banyak orang datang ke Bali untuk berburu beach club atau restoran mewah. Namun, bagi pencinta kuliner, Room4Dessert di Ubud menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda.

Didirikan oleh pastry chef kenamaan Will Goldfarb, restoran ini bukan sekadar tempat menikmati makanan penutup. Berawal dari New York sebelum akhirnya menetap di Ubud pada 2014, Room4Dessert menjadikan dessert sebagai tokoh utama dalam sebuah pengalaman bersantap yang artistik, eksperimental, sekaligus sangat dekat dengan alam.

Nama Will Goldfarb sendiri sudah tidak asing di dunia pastry internasional. Ia merupakan penerima penghargaan World's Best Pastry Chef 2021 dan tampil dalam serial dokumenter Chef's Table di Netflix. Namun, alih-alih menghadirkan kemewahan yang terasa berjarak, Will justru membangun restoran yang sangat membumi dengan memanfaatkan hasil kebun, rempah-rempah lokal, hingga hubungan erat dengan komunitas sekitar.

Pengalaman dimulai dari dapur restoran, tempat para tamu mencicipi hidangan pembuka sembari melihat langsung aktivitas tim di balik layar. Setelah itu, peserta diajak berjalan menuju ke Miyawaki Garden, sebuah kebun yang menjadi sumber berbagai bahan segar untuk menu di restoran.

Di sinilah filosofi Room4Dessert terasa begitu nyata. Hampir seluruh bahan berasal dari lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan musim. Will Goldfarb bahkan dikenal sangat membatasi penggunaan gula putih maupun garam, kemudian menggantinya dengan berbagai tanaman herbal dan bahan alami yang menghasilkan rasa lebih kompleks.

Potret menu 15-course dessert tasting di Room4Dessert
Potret menu 15-course dessert tasting di Room4Dessert (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Selanjutnya, perjalanan berlanjut menuju ke L'Hort, area makan terbuka yang menyajikan lima hidangan gurih (savory snacks). Menariknya, setiap sajian dirancang layaknya sebuah cerita yang memperlihatkan bagaimana batas antara makanan gurih dan dessert bisa menjadi sangat tipis.

Kami menikmati Crab Crab Crab, Foglia, Mapo, Nobu, serta Sesame Karaage. Overall, hidangannya begitu berkesan, terutama Nobu yang terbuat dari ikan cod, house-made white miso, tamarind, dan edible flowers dari kebun Room4Dessert. Ikannya terasa begitu lembut, after taste dari misonya pun begitu umami, semuanya benar-benar membuat lidah menari-nari!

Usai menikmati menu pembuka, tamu kemudian masuk ke ruang utama restoran untuk mencicipi lima signature dessert. Penyajiannya sangat artistik, tetapi tetap mengedepankan rasa dibandingkan sekadar tampilan visual.

Kami mencicipi Crepes Cake, Porridge, Ginger on Ginger, Mulberry Tings, dan Chocolate. Soal rasa, tak perlu diragukan lagi, masing-masing dessert punya karakternya sendiri, terutama Porridge. Dessert yang satu ini teksturnya begitu kompleks, kenyal dari barley pudding, creamy dari es krim, serta foamy dari milk foam. Yummy!

Perjalanan ditutup dengan lima petit fours yang disajikan di area api unggun (fireside). Suasana malam Ubud yang sejuk berpadu dengan camilan manis berukuran kecil menciptakan penutup yang hangat sekaligus intim.

Secara keseluruhan, 15-course tasting menu ini tersusun menjadi tiga babak, yakni lima savory snacks, lima signature dessert, dan lima petit fours. Alih-alih terasa mengenyangkan secara berlebihan, setiap sajian justru dirancang dalam porsi kecil, agar tamu dapat menikmati perjalanan rasa secara perlahan. Jika tamu sudah cukup kenyang atau ada agenda lain di tengah momen bersantap, pihak restoran memperbolehkan tamu untuk melanjutkannya keesokan harinya.

2. Mengenal kuliner Bali lebih dekat lewat pengalaman memasak bersama chef

Potret Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo
Potret Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Menginap saat liburan kini tak lagi sekadar menjadi tempat beristirahat, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam, termasuk mengenal budaya melalui makanan. Hal inilah yang dihadirkan Airbnb melalui program Airbnb Experiences yang berkolaborasi dengan Chef Arnold Poernomo, Chef Reynold Poernomo, dan peneliti kuliner dari Nusa Gastronomy, Mei Batubara.

IDN Times berkesempatan mengikuti pengalaman tersebut di NARI Ubud. Selama sesi berlangsung, Chef Arnold dan Chef Reynold tak hanya menyajikan hidangan, tetapi juga memperkenalkan berbagai masakan autentik Indonesia yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Bali dan Nusantara. Mereka mengembangkan resep-resep spesial menggunakan bahan-bahan dari pasar lokal. Sementara itu, Mei Batubara menjelaskan cerita di balik setiap bahan dan resep tradisional, termasuk nilai budaya serta local wisdom yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Mei, kuliner Indonesia dibangun dari lapisan rempah, bumbu, dan tanaman aromatik yang tidak hanya memberikan cita rasa, tetapi juga menyimpan sejarah panjang. Oleh karena itu, memahami makanan Indonesia berarti turut memahami budaya dan daerah asalnya.

Dalam kesempatan tersebut, Chef Arnold menghadirkan Steak Jawa yang menggunakan kluwek sebagai bahan utamanya. Biji hitam yang harus difermentasi selama berminggu-minggu ini menghasilkan cita rasa earthy yang khas dan menjadi salah satu identitas penting dalam kuliner Jawa.

Ia juga memperkenalkan Jimbaran Squid yang mengangkat kecap manis sebagai karakter utama hidangan. Sementara itu, Chef Reynold menyajikan Mangrove, interpretasi modern yang memanfaatkan daun pandan sebagai bahan lokal yang telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Asia Tenggara.

Melalui kolaborasi ini, Airbnb juga meluncurkan buku resep eksklusif yang dirancang, agar wisatawan dapat memasak sendiri selama menginap di Airbnb. Seluruh resep menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasar lokal, sehingga pengalaman mencicipi kuliner Indonesia tidak berhenti saat liburan berakhir, tetapi dapat dibawa pulang dan dipraktikkan kembali di rumah.

"Kolaborasi dengan Airbnb ini bukan hanya tentang resep yang kami bagikan, tetapi juga memberi alasan bagi orang-orang untuk meluangkan waktu di dapur dan menciptakan hidangan yang merayakan budaya lokal. Hal yang kami sukai dari memasak di penginapan Airbnb adalah semua orang akhirnya berkumpul di dapur bersama, bukan hanya orang yang bertugas memasak," ujar Chef Reynold Poernomo saat ditemui IDN Times, Rabu (29/6/2026).

Chef Arnold menambahkan hidangan rumahan yang dimasak bersama selama menginap bisa menjadi kenangan yang sama berkesannya dengan bersantap di restoran. Menurut dia, melalui proses memasak dan menikmati makanan bersama, wisatawan tidak hanya mengenal cita rasa Indonesia, tetapi juga membangun koneksi, berbagi cerita, dan menciptakan momen yang akan terus diingat.

Tak heran jika wisata berbasis kuliner terus diminati. Perlu diketahui, sejak kategori Food & Drinks diluncurkan dalam Airbnb Experiences pada Mei 2025, kategori ini menjadi salah satu yang paling populer. Bahkan, pencarian akomodasi Airbnb dengan fasilitas dapur di Indonesia juga meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin banyak wisatawan yang ingin menjadikan aktivitas memasak sebagai bagian dari pengalaman liburan mereka.

3. Belajar merajut rantai perak bersama artisan John Hardy

Potret workshop di John Hardy
Potret workshop di John Hardy (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Jika biasanya wisatawan membeli perhiasan hanya sebatas datang ke butik, pengalaman di John Hardy Workshop menawarkan sesuatu yang jauh lebih personal. Berada di kompleks seluas hampir 100 hektare dekat Ubud, John Hardy mengajak pengunjung melihat langsung proses pembuatan perhiasan yang selama puluhan tahun dikerjakan secara manual oleh lebih dari 600 artisan Bali.

Setelah berkeliling studio bambu yang ikonik, peserta diajak mengikuti workshop membuat icon chain, yakni rantai perak khas John Hardy yang telah menjadi identitas merek tersebut. Di bawah bimbingan para artisan, setiap peserta belajar bagaimana potongan-potongan kecil perak dirangkai satu per satu hingga membentuk rantai yang kuat sekaligus indah.

Aktivitas ini membuat kita semakin menghargai betapa rumit dan detailnya proses pembuatan sebuah perhiasan. Selain melihat hasil akhirnya, pengunjung juga diajak menyaksikan seluruh proses produksi, mulai dari tahap desain, pembentukan logam, penyolderan, pemolesan, hingga quality control.

Menariknya lagi, pengalaman ini juga menghadirkan makan siang bersama seluruh staf dan tamu di sebuah meja panjang (long table). Suasananya terasa hangat, tanpa sekat antara pengunjung dan para staf.

Menu yang disajikan pun sederhana tetapi lezat, mulai dari telur mata sapi, tahu isi, salad segar, tumis sayuran, seafood kuah santan, hingga aneka sambal khas Bali seperti sambal matah, sambal bajak, dan sambal embe. Momen makan bersama ini menjadi pengingat bahwa keramahtamahan Bali tidak hanya hadir melalui pelayanan, tetapi juga lewat kebiasaan berbagi cerita.

"So this our culte in John Hardy, we hope everyone enjoy the food, selamat makan! (Jadi, inilah budaya kami di John Hardy. Kami berharap semua orang menikmati hidangannya. Selamat makan!)" ujar Director of Heritage, Hospitality, and Public Affairs John Hardy, Polly Purser saat menjamu para tamu, Kamis (30/6/2026).

4. Melihat konservasi kunang-kunang

Potret kunang-kunang di dalam stoples
Potret kunang-kunang di dalam stoples (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Inilah pengalaman yang paling membekas selama mengikuti Airbnb Experiences di Ubud. Berlokasi di Desa Taro, peserta diajak bertemu dengan konservasionis Wayan Wardika, sosok di balik laboratorium penangkaran kunang-kunang pertama di Asia Tenggara.

Selama beberapa tahun terakhir, populasi kunang-kunang terus menurun akibat polusi cahaya, penggunaan pestisida kimia, hingga rusaknya habitat alami. Untuk mengatasinya, masyarakat Desa Taro mulai beralih menggunakan pupuk organik yang berasal dari kotoran Lembu Putih dan limbah organik. Mereka juga menghentikan penggunaan pestisida kimia sehingga kualitas tanah dan lingkungan kembali membaik.

Hasilnya mulai terlihat, kunang-kunang perlahan kembali bermunculan. Bagi Wayan, kehadiran kunang-kunang bukan hanya tentang keindahan malam hari.

"Kunang-kunang hanya hidup di lingkungan yang benar-benar sehat, artinya setiap cahaya kecil yang berkelap-kelip menjadi indikator bahwa ekosistem masih terjaga." katanya kepada awak media, Kamis, (30/6/2026).

Setelah mengikuti tur edukasi, seluruh peserta menikmati makan malam khas Bali bersama. Menu yang disajikan antara lain moringa soup atau sup daun kelor dengan bumbu base genep, ayam timbungan, sate tempe, tahu dadah, urap sayur, perkedel jagung, sambal matah, serta nasi putih.

Menjelang malam, seluruh lampu dimatikan. Tidak ada cahaya buatan sama sekali, agar kunang-kunang tetap merasa aman. Masing-masing peserta menerima satu stoples berisi seekor kunang-kunang. Kami diminta mencatat nomor identitasnya, memberi nama, lalu melepaskannya kembali ke alam secara bersamaan.

Saat belasan titik cahaya mulai beterbangan di tengah gelapnya malam Desa Taro, suasana berubah begitu hening sekaligus magis. Sebelum acara berakhir, Wayan menutup pengalaman tersebut dengan kalimat yang sederhana, tetapi sangat membekas.

"Karena jarangnya kunang-kunang yang terlihat, konon kita ini adalah generasi terakhir yang bisa melihat kunang-kunang. So, once again, thank you for bringing back the light," tutup Wayan.

Kalimat itu terasa lebih dari sekadar ucapan terima kasih. Di tengah derasnya arus pariwisata massal yang kerap mengorbankan lingkungan, kunang-kunang menjadi simbol bahwa harapan untuk menjaga alam Bali masih menyala. Setiap cahaya kecil yang muncul mengingatkan bahwa manusia dan alam dapat hidup berdampingan ketika ruang bagi makhluk lain tetap dijaga.

Ubud memang masih menjadi rumah bagi yoga dan berbagai aktivitas wellness. Namun, mengikuti berbagai aktivitas di Airbnb Experiences membuat IDN Times melihat sisi lain kawasan ini. Mulai dari menikmati dessert kelas dunia, belajar dari artisan lokal, mengenal pertanian organik, hingga menyaksikan konservasi kunang-kunang, semuanya menawarkan pengalaman yang tidak bisa didapat hanya dengan berkunjung ke tempat wisata biasa.

Jika ingin membawa pulang lebih dari sekadar foto liburan, lima aktivitas di atas layak kamu coba selama liburan di Bali, khususnya di Ubud. Sebab, perjalanan terbaik bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang cerita, keterampilan, dan hubungan yang tercipta sepanjang perjalanan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More