Potret Chef Will Goldfarb di Room4Dessert (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
Banyak orang datang ke Bali untuk berburu beach club atau restoran mewah. Namun, bagi pencinta kuliner, Room4Dessert di Ubud menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Didirikan oleh pastry chef kenamaan Will Goldfarb, restoran ini bukan sekadar tempat menikmati makanan penutup. Berawal dari New York sebelum akhirnya menetap di Ubud pada 2014, Room4Dessert menjadikan dessert sebagai tokoh utama dalam sebuah pengalaman bersantap yang artistik, eksperimental, sekaligus sangat dekat dengan alam.
Nama Will Goldfarb sendiri sudah tidak asing di dunia pastry internasional. Ia merupakan penerima penghargaan World's Best Pastry Chef 2021 dan tampil dalam serial dokumenter Chef's Table di Netflix. Namun, alih-alih menghadirkan kemewahan yang terasa berjarak, Will justru membangun restoran yang sangat membumi dengan memanfaatkan hasil kebun, rempah-rempah lokal, hingga hubungan erat dengan komunitas sekitar.
Pengalaman dimulai dari dapur restoran, tempat para tamu mencicipi hidangan pembuka sembari melihat langsung aktivitas tim di balik layar. Setelah itu, peserta diajak berjalan menuju ke Miyawaki Garden, sebuah kebun yang menjadi sumber berbagai bahan segar untuk menu di restoran.
Di sinilah filosofi Room4Dessert terasa begitu nyata. Hampir seluruh bahan berasal dari lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan musim. Will Goldfarb bahkan dikenal sangat membatasi penggunaan gula putih maupun garam, kemudian menggantinya dengan berbagai tanaman herbal dan bahan alami yang menghasilkan rasa lebih kompleks.
Potret menu 15-course dessert tasting di Room4Dessert (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
Selanjutnya, perjalanan berlanjut menuju ke L'Hort, area makan terbuka yang menyajikan lima hidangan gurih (savory snacks). Menariknya, setiap sajian dirancang layaknya sebuah cerita yang memperlihatkan bagaimana batas antara makanan gurih dan dessert bisa menjadi sangat tipis.
Kami menikmati Crab Crab Crab, Foglia, Mapo, Nobu, serta Sesame Karaage. Overall, hidangannya begitu berkesan, terutama Nobu yang terbuat dari ikan cod, house-made white miso, tamarind, dan edible flowers dari kebun Room4Dessert. Ikannya terasa begitu lembut, after taste dari misonya pun begitu umami, semuanya benar-benar membuat lidah menari-nari!
Usai menikmati menu pembuka, tamu kemudian masuk ke ruang utama restoran untuk mencicipi lima signature dessert. Penyajiannya sangat artistik, tetapi tetap mengedepankan rasa dibandingkan sekadar tampilan visual.
Kami mencicipi Crepes Cake, Porridge, Ginger on Ginger, Mulberry Tings, dan Chocolate. Soal rasa, tak perlu diragukan lagi, masing-masing dessert punya karakternya sendiri, terutama Porridge. Dessert yang satu ini teksturnya begitu kompleks, kenyal dari barley pudding, creamy dari es krim, serta foamy dari milk foam. Yummy!
Perjalanan ditutup dengan lima petit fours yang disajikan di area api unggun (fireside). Suasana malam Ubud yang sejuk berpadu dengan camilan manis berukuran kecil menciptakan penutup yang hangat sekaligus intim.
Secara keseluruhan, 15-course tasting menu ini tersusun menjadi tiga babak, yakni lima savory snacks, lima signature dessert, dan lima petit fours. Alih-alih terasa mengenyangkan secara berlebihan, setiap sajian justru dirancang dalam porsi kecil, agar tamu dapat menikmati perjalanan rasa secara perlahan. Jika tamu sudah cukup kenyang atau ada agenda lain di tengah momen bersantap, pihak restoran memperbolehkan tamu untuk melanjutkannya keesokan harinya.