Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Tukar Uang di Bandara Luar Negeri, Ini Alasannya!

Jangan Tukar Uang di Bandara Luar Negeri, Ini Alasannya!
Potret menukar uang di bandara (pexels.com/@audy-of-course)

Sebelum liburan ke luar negeri, salah satu hal penting yang perlu kamu siapkan adalah menukar uang. Hal ini sering dianggap sepele, karena banyak yang berpikir bisa menukarkan uang di mana saja. Nah, salah satu tempat yang paling praktis adalah bandara di negara tujuan.

Padahal, tempat tersebut bisa bikin kamu rugi tanpa sadari. Memilih tempat penukaran uang yang tepat bisa membantu kamu menghemat biaya dan menghindari risiko penipuan. Oleh karena itu, penting untuk memahami alasan kenapa sebaiknya kamu tidak menukar uang di bandara luar negeri.

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Table of Content

1. Kurs di bandara sering lebih mahal

1. Kurs di bandara sering lebih mahal

Banyak traveler langsung menukar uang setelah mendarat, karena dianggap paling praktis. Namun, kurs yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dibandingkan money changer di pusat kota.

Hal ini karena penyedia jasa di bandara memanfaatkan lokasi yang terbatas dan minim kompetitor. Jika terpaksa, tukar uang secukupnya saja untuk kebutuhan awal seperti transportasi. Setelah itu, cari money changer resmi di dalam kota dengan kurs yang lebih baik.

2. Bisa kena biaya tambahan

Potret menghitung uang
Potret menghitung uang (pexels.com/@karola-g)

Selain kurs yang tinggi, menukarkan uang di bandara sering dikenakan biaya tambahan, lho. Biaya ini bisa berupa service fee, komisi, atau potongan lain yang tidak selalu dijelaskan secara transparan.

Akibatnya, jumlah uang yang kamu terima bisa lebih sedikit dari perkiraan. Banyak traveler baru menyadari setelah transaksi selesai. Hal ini tentunya menyebabkan total kerugian jadi lebih besar dibandingkan tukar uang di tempat lain.

3. Tukar sebagian uang sebelum ke luar negeri

Lebih aman kalau kamu sudah membawa sebagian mata uang Indonesia sebelum berangkat. Uang ini bisa digunakan untuk kebutuhan awal, seperti transportasi atau membeli makanan saat tiba di bandara.

Sebaiknya tukar uang pada hari kerja, terutama Senin hingga Kamis, karena pergerakan kurs cenderung lebih stabil. Pastikan pula uang yang kamu bawa dalam kondisi rapi dan tidak rusak, agar mudah diterima petugas. Hindari menukarkan koin atau pecahan kecil dalam bentuk mata uang apa pun, karena biasanya money changer akan menolaknya.

4. Hindari money changer dengan kurs rendah

Potret money changer
Potret money changer (pexels.com/@matreding)

Saat sudah tiba di negara tujuan, kamu mungkin menemukan money changer di pinggir jalan, terutama di area turis. Jika mereka menawarkan kurs yang jauh lebih rendah dari pasaran, kamu perlu waspada.

Beberapa modus yang sering terjadi antara lain uang palsu, jumlah uang yang kurang saat dihitung, hingga komisi tersembunyi. Mereka juga punya trik hitung cepat yang membuat kamu tidak sadar kalau jumlahnya kurang sesuai. Pilih money changer resmi dan selalu minta struk sebagai bukti transaksi.

5. Jangan bawa cash terlalu banyak

Membawa uang tunai dalam jumlah besar pun berisiko. Selain rawan hilang, kamu juga bisa kesulitan mengatur pengeluaran. Bawa uang secukupnya untuk kebutuhan kecil, seperti jajan street food atau belanja di pasar tradisional.

Untuk transaksi lain, gunakan kartu internasional seperti Visa atau Mastercard. Kamu juga bisa tarik tunai langsung di ATM negara tujuan dengan kurs yang biasanya lebih kompetitif.

Itulah beberapa alasan mengapa sebaiknya tidak menukarkan uang mata asing di bandara. Kamu bisa menerapkan tips-tips di atas, agar perjalanan dan liburanmu lebih nyaman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More

9 Ukuran Koper Kabin Sesuai Maskapai yang Perlu Diperhatikan

13 Apr 2026, 09:50 WIBTravel