Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Itu Red Eye Flight?
ilustrasi pesawat (pexels.com/Atlantic Ambience)

Pernah dengar istilah red eye flight saat cari tiket pesawat? Buat kamu yang sering bepergian, terutama untuk urusan liburan atau kerja, istilah ini cukup umum muncul di dunia penerbangan. Meski begitu, masih banyak orang yang belum benar-benar paham apa arti dari jadwal penerbangan satu ini.

Secara sederhana, red eye flight adalah penerbangan yang berangkat larut malam dan tiba di tujuan pada dini hari atau pagi hari. Jenis penerbangan ini cukup populer karena dianggap lebih hemat waktu dan sering menawarkan harga tiket yang lebih murah. Nah, supaya kamu makin paham, berikut penjelasan lengkap tentang apa itu red eye flight dan alasan banyak traveler memilihnya.

1. Pengertian red eye flight

ilustrasi traveler di bandara (pexels.com/Victor Freitas)

Red eye flight adalah istilah untuk jadwal penerbangan yang berangkat pada malam hari, biasanya sekitar pukul 21.00 hingga tengah malam, lalu tiba di kota tujuan keesokan harinya saat dini hari atau pagi.

Nama red eye sendiri berasal dari kondisi mata penumpang yang sering terlihat merah karena kurang tidur selama perjalanan. Soalnya, kebanyakan orang memilih tetap terjaga atau hanya tidur sebentar di pesawat selama penerbangan berlangsung.

Jenis penerbangan ini sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh, baik domestik maupun internasional. Misalnya penerbangan dari Jakarta ke Tokyo yang berangkat tengah malam dan tiba pagi hari.

2. Keuntungan memilih red eye flight

ilustrasi di bandara (pexels.com/Gustavo Fring)

Salah satu alasan utama banyak orang memilih red eye flight adalah efisiensi waktu. Kamu bisa bepergian saat malam hari dan langsung memulai aktivitas di kota tujuan pada pagi harinya tanpa kehilangan banyak waktu produktif.

Selain itu, harga tiket red eye flight juga sering lebih murah dibanding jadwal siang atau sore. Maskapai biasanya memberikan tarif lebih rendah karena tidak semua orang nyaman bepergian di malam hari. Keuntungan lainnya adalah bandara cenderung lebih sepi. Proses check-in, antre imigrasi, hingga pengambilan bagasi biasanya terasa lebih cepat dibanding jam-jam sibuk pada siang hari.

3. Kekurangan red eye flight yang perlu diperhatikan

ilustrasi kabin pesawat (pexels.com/Erik Mclean)

Walau punya banyak keuntungan, red eye flight juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah risiko tubuh menjadi lebih lelah karena pola tidur terganggu. Tidak semua orang bisa tidur nyaman di kursi pesawat, apalagi untuk penerbangan ekonomi.

Selain itu, setibanya di tujuan kamu mungkin merasa mengantuk atau kurang fokus. Hal ini bisa cukup mengganggu kalau kamu langsung punya agenda penting seperti meeting atau perjalanan lanjutan. Bagi sebagian orang, penerbangan malam juga terasa kurang nyaman karena tubuh biasanya sudah masuk waktu istirahat. Jadi sebelum memilih red eye flight, pastikan kondisi tubuh kamu memang siap untuk perjalanan malam.

4. Tips nyaman saat naik red eye flight

ilustrasi kabin pesawat (pexels.com/Kelly)

Supaya perjalanan tetap nyaman, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebelum naik red eye flight. Pertama, usahakan memakai pakaian yang santai dan nyaman agar lebih mudah beristirahat selama penerbangan.

Kamu juga bisa membawa perlengkapan tambahan seperti penutup mata, bantal leher, atau earplug untuk membantu tidur lebih nyenyak di pesawat. Jangan lupa minum air putih yang cukup supaya tubuh tidak mudah dehidrasi selama perjalanan.

Kalau memungkinkan, pilih kursi dekat jendela agar kamu bisa tidur tanpa terlalu sering terganggu penumpang lain. Selain itu, hindari konsumsi kopi atau minuman berkafein sebelum penerbangan karena bisa membuat kamu sulit tidur.

Red eye flight memang jadi pilihan menarik buat traveler yang ingin menghemat waktu dan biaya perjalanan. Meski begitu, kamu tetap perlu mempertimbangkan kondisi tubuh dan jadwal aktivitas setelah tiba di tujuan. Dengan persiapan yang tepat, penerbangan malam bisa terasa lebih nyaman dan tetap menyenangkan untuk dijalani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article

Apakah Itu Red Eye Flight?01 Jun 2026, 21:45 WIBTravel