ilustrasi kursi pesawat (unsplash.com/Gerrie van der Walt)
Hal terakhir yang gak kalah penting adalah memeriksa ketentuan maskapai serta negara tujuan. Setiap maskapai dapat memiliki kebijakan berbeda mengenai jenis makanan, berat bagasi, ukuran kemasan, hingga barang yang tidak diperbolehkan masuk ke pesawat.
Untuk penerbangan domestik, membawa makanan khas daerah biasanya lebih fleksibel selama tidak termasuk barang yang dilarang dan dikemas dengan benar. Namun, kamu tetap perlu memperhatikan batas berat bagasi yang sudah ditentukan dalam tiket penerbangan.
Sementara itu, penerbangan internasional memiliki aturan tambahan terkait karantina dan bea cukai. Beberapa negara membatasi atau melarang masuknya produk tertentu, seperti daging, susu, buah segar, sayuran, biji-bijian, dan produk hewani lainnya untuk mencegah penyebaran hama maupun penyakit.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan aturan dari maskapai. Periksa juga ketentuan bea cukai dan karantina negara tujuan sebelum memasukkan makanan ke dalam koper. Langkah sederhana ini bisa menghindarkan kamu dari penyitaan makanan atau masalah saat pemeriksaan kedatangan.
Jadi, apakah makanan bisa ditaruh di bagasi pesawat? Jawabannya boleh, baik di bagasi tercatat maupun bagasi kabin, selama jenis makanan, kemasan, dan jumlahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebelum berangkat, pastikan kamu sudah memeriksa aturan maskapai dan negara tujuan, terutama jika membawa makanan basah, mudah basi, atau produk hewani. Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa membawa bekal maupun oleh-oleh makanan tanpa khawatir mengalami kendala selama perjalanan udara.